Liburan ke China

5 Fakta Unik Harbin, Ternyata Pernah Jadi Kota di Rusia

Selain dikenal dengan festival es dan salju, kota yang terletak di paling utara China, ini memiliki hal menarik lainnya.

Youtube
Harbin International Ice and Snow Sculpture Festival 

TRIBUNTRAVEL.COM - Harbin International Ice and Snow Sculpture Festival yang digelar di Harbin, Provinsi Heilongjiang, China, disebut-sebut sebagai festival es dan salju terbesar di dunia.

Mengutip dari Kompas.com, dengan luas 600.000 meter persegi, pengunjung dapat menemui 100 bangunan ikonik dari 12 negara yang terbuat dari es di festival ini.

Untuk membuat seluruh bangunan di Harbin International Ice and Snow Sculpture Festival, dibutuhkan es sebanyak 110.000 kubik meter dan salju sebanyak 120.000 kubik meter.

Selain dikenal dengan festival es dan salju, kota yang terletak di paling utara China, ini memiliki hal menarik lainnya.

TONTON JUGA


Dilansir oleh TribunTravel dari China Highlights, berikut lima fakta mengenai Harbin.

1. Merupakan kota besar terdingin di dunia

Harbin (harbinice.com)

Harbin termasuk dalam lima kota terdingin di dunia.

Namun ada satu hal yang membedakan Harbin dengan empat kota lainnya, yaitu jumlah penduduk.

Harbin memiliki populasi sekitar 10 juta jiwa, artinya Harbin merupakan kota besar.

Kota-kota lain yang disebut sebagai kota terdingin di dunia seperti Novosibirsk di Rusia atau Winnipeg di Kanada memiliki populasi hanya sekitar satu juta atau dua juta jiwa.

Harbin jauh lebih dingin daripada Moskow yang memiliki suhu rata-rata terendah saat Januari yaitu -9 derajat celcius.

Padahal Harbin dan Moskow berada di garis lintang yang sama.

Harbin sendiri memiliki suhu rata-rata saat Januari yaitu -24 hingga -13 derajat celcius.

2. Harbin pernah menjadi kota di Rusia

Harbin (Pinterest.com)

Harbin menjadi kota di Rusia pada 1895 untuk melayani pembangunan kereta api yang didanai Rusia.

Selama perang 1905 melawan Jepang, Harbin menjadi pangkalan militer Rusia.

Setelah revolusi 1917, sekitar 100 ribu orang Rusia melarikan diri ke Harbin.

Pada masa kejayaannya di awal 1920-an, sekitar 120.000 orang Rusia tinggal di Harbin.

Hingga saat ini masih dapat ditemukan sejumlah bangunan bersejarah di Harbin.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved