Liburan ke Jepang

Liburan ke Hokkaido? Jangan Lupa Nonton Balap Kuda Terlambat di Dunia

Kuda balap Ban'ei atau juga dikenal dengan nama 'banba' adalah perlombaan balap kuda yang berbeda dengan balap kuda pada umumnya.

Instagram/nekoshime.mk2
Ban'ei 

TRIBUNTRAVEL.COM - Pada umumnya kita mengenal balapan kuda sebagai ajang kuda yang berlari dengan sangat cepat, oleh karena itu kecepatan menjadi hal yang utama.

Namun tidak dengan bentuk balap kuda Ban'ei yang unik di Pulau Hokkaido Jepang.

Disini bukan kecepatan yang paling utama, melainkan dari kekuatan dan stamina kuda tersebut yang paling dipentingkan.

Kuda balap Ban'ei atau juga dikenal dengan nama 'banba' adalah perlombaan balap kuda yang berbeda dengan balap kuda pada umumnya.

Balap Kuda Ban'ei, Perlombaan Balap Kuda Terlambat di Dunia yang ada di Hokkaido, Jepang
Balap Kuda Ban'ei, Perlombaan Balap Kuda Terlambat di Dunia yang ada di Hokkaido, Jepang (Youtube/Great Big Story)

Di sini, kuda yang mengikuti perlombaan balap memiliki badan yang sangat besar yang mencapai berat hingga 1.200 kilogram atau dua kali lebih besar dari ukuran dosanko, kuda asli Hokkaido.

Kuda-kuda yang memiliki ukuran yang sangat besar tersebut merupakan persilangan peranakan kuda dari Prancis dan Belgia yang terjadi pada akhir abad ke 19.

TONTON JUGA


Persilangan kuda dari Prancis dan Belgia tersebut bertujuan untuk membantu para petani mengerjakan lahan mereka yang sekarang dianggap menjadi kuda ras Jepang sendiri.

Karena ukuran dan beratnya yang luar biasa ini, para kuda-kuda tersebut mampu menarik beban dengan berat hingga satu ton.

Karena hal tersebutlah, balap kuda Ban'ei tercipta.

Pada balap kuda Ban'ei, para kuda yang ikut berlomba diberi beban dari 450 kilogram hingga 1 ton yang harus ditarik, sehingga kuda-kuda tersebut berjalan dengan lambat.

Trek lintasan Ban'ei sendiri adalah trek balap pasir yang mempunyai dua tanjakkan dan dua jalan landai, sehingga ini adalah pekerjaan yang cukup sulit bagi para kuda.

Karena melakukan hal yang berat, tak jarang kuda-kuda tersebut juga beristarah beberapa kali di sepanjang lintasan, terutama setelah melewati rintangan.

Sehingga balapan Ban'ei ini bisa dikatakan pelombaan balap kuda lambat.

Para Joki kuda yang ikut bertanding juga memiliki peran di balapan ini, namun tidak memaksa untuk membuat kuda tersebut berlari secepat mungkin.

Bahkan mereka para joki tidak membawa cambuk, hanya menggunakan perintah dari teriakan mereka untuk mendorong kuda bergerak maju.

Joki-joki yang mengendarai kuda tersebut juga kadang menghentikan kuda untuk memberikan mereka kesempatan untuk beristirahat dan mengumpulkan kembali tenaga sehingga peluang mereka untuk mencapai garis finish menjadi lebih besar.

Balapan kuda Ban'ei sudah ada di Jepang sejak tahun 1887, namun perlombaan ini menjadi sangat populer di seluruh Hokkaido pada pertengahan abad ke 20 yakni sekitar tahun 1991.

Pada tahun tersebut balap kuda Ban'ei diselenggarakan di berbagai tempat seperti di kota Obihiro, Asahikawa, Kitami, dan Iwamizawa.

Namun saat ini, hanya pacuan kuda di Obihiro yang menjadi satu-satunya pacuan kuda yang masih beroperasi.

Pada tahun 2012 balap kuda Ban'ei sudah sudah ditetapkan menjadi warisan budaya yang penting di Hokkaido

Lihat Video Selengkapnya di Bawah ini

 

Jelajah Gurun Pasir Busung, Tempat Wisata Instagramable di Riau

Masjid Pink, Tempat Wisata di Bintan Riau yang Mirip Taj Mahal

Mengunjungi Treasure Bay Bintan, Kolam Renang Terbesar di Asia Tenggara

7 Tempat Wisata di Riau untuk Liburan Akhir Tahun, Coba Mampir ke Ulu Kasok

8 Tempat Wisata Instagramable di Riau untuk Liburan Akhir Pekan

(TribunTravel.com/GigihPrayitno)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved