Gambus Melayu

Diminati Hingga Keluar Negeri, Gambus Tradisional Melayu dari BMR Coba Ikuti Perkembangan Zaman

Satu alat musik yang khas dari bumi melayu adalah gambus melayu, alat musik tradisional ini bisa didapatkan di Balai Musik Riau (BMR) Pekanbaru

Diminati Hingga Keluar Negeri, Gambus Tradisional Melayu dari BMR Coba Ikuti Perkembangan Zaman
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Berbagai jenis alat musik dapat ditemui di Balai Musik Riau Jalan Sudirman Pekanbaru. Dalam sebulan pengrajin Gambus Melayu di tempat itu dapat memproduksi sekitar 12 hingga 24 gambus untuk memenuhi pesanan seniman musik dari berbagai daerah termasuk dari Malaysia dan Singapura. Gambus melayu berbahan dasar pohon nangka itu dijual sekitar Rp 2,5-3 juta lebih tergantung model dan jenisnya. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Jalan-jalan ke Kota Pekanbaru tidak lengkap rasanya tanpa membeli barang-barang yang disukai. Bisa saja membeli berbagai jenis makanan, souvenir atau pakaian, namun bagi yang menggemari alat musik, khususnya alat musik petik. Alat musik khas melayu ini bisa menjadi pilihan untuk dimiliki atau dikoleksi.

Satu alat musik yang khas dari bumi melayu adalah gambus melayu, alat musik tradisional ini bisa didapatkan di Balai Musik Riau (BMR), Jalan Kartama Pekanbaru.

Diceritakan pemilik BMR, Robithah Irawan (30),  awalnya ia membuat alat musik di rumahnya, Jalan Kubang Raya Kampar sejak tahun 2014 lalu.

Namun dalam setahun terakhir, ia telah mengembangkan usahanya dengan menyewa ruko satu pintu dan mendirikan galeri musik BMR, di tempat tersebut, konsumen dapat membeli alat musik petik seperti gitar klasik, gitar lele, ukulele, gambus melayu atau alat musik perkusi cajon yang dapat dipesan secara custom atau sesuai permintaan dan selera.

“kita konsultasi dulu dengan konsumen, bentuknya mau bagaimana, desainnya seperti apa, spesifikasinya seperti apa lalu kita bikinkan sketsanya, perkiraan estimasi waktu pengerjaan berapa lama, serta dananya berapa, kalau cocok baru kita bikin kontrak kerjanya,” kata pria yang akrab disapa Robie tersebut kepada Tribunpekanbarutravel.com, Rabu (12/2/2020).

Bermacam-macam alat musik dapat ditemui di Balai Musik Riau (BMR), Jalan Kartama Pekanbaru
Robithah Irawan tengah menyetel alat musik petik Gambus Melayu di Balai Musik Riau (BMR), Jalan Kartama Pekanbaru. (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

BMR saat ini mempunyai sekitar 10 pengrajin dengan bidang kerjaan yang berbeda-beda, beberapa pekerja mengolah bahan baku, ada juga yang mengolah bahan setengah jadi, lalu beberapa lagi pada bagian finishing.

“Memang kita masih belum bisa membuat secara massal karena sementara ini kuota kita masih untuk memenuhi pemesanan,” ujar Robie.

Menurutnya, galeri musik BMR berbeda dengan galeri musik yang umum di Kota Pekanbaru, selain dapat memesan alat musik secara custom, konsumen juga dapat belajar alat musik secara privat, khususnya alat musik melayu, seperti kompang, rebana maupun gambus Melayu. 

Kelas musik itu sudah mulai berjalan pada bulan lalu, “jadi kalau yang ingin belajar, kita sudah siapkan kelas dan ruangannya,” tambah Robie.

Akhir-akhir ini Robie memang disibukkan dengan memenuhi pesanan gambus melayu dari berbagai musisi. Menurutnya, pengrajin gambus di Riau masih sedikit sehingga alat musiknya juga tidak banyak dipasaran, berbeda dengan gitar yang sudah cukup mainstream dan dirasa cukup sulit untuk menyaingi merek-merek yang terkenal di pasaran.

Dalam sebulan ia dapat memproduksi sekitar 12 gambus, alat musik petik itu dijual mulai dari harga Rp 2,5-3 juta lebih tergantung jenisnya.

"Peminatnya dari ranah melayu, Batam atau disekitar Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, bahkan sampai ke Malaysia, Singapura,” katanya lagi.

Pengrajin Gambus Melayu Robithah Irawan sedang membuat alat musik gambus di BMR Musik Pekanbaru.
Pengrajin Gambus Melayu Robithah Irawan sedang membuat alat musik gambus di BMR Musik Pekanbaru. (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Untuk dapat diterima di pasar yang lebih luas, Robie mencoba perbaiki dan pelajari apa yang anak muda sukai. Seperti leher gambusnya ditipiskan, badan gambus yang gemuk dirampingkan termasuk memasukkan alat-alat elektronik sehingga mengikuti perkembangan zaman, namun tetap tidak mengurangi kualitas suara ciri khas gambus melayu tersebut.

Dilanjutkan Robie, ia ingin gambus melayu bisa dimainkan oleh anak-anak muda karena sebenarnya alat musik ini bukan hanya untuk musik tradisional tetapi gambus juga dapat mengiringi musik-musik modern saat ini.

Untuk itu ia berharap agar alat musik gambus bisa gampang ditemui di masyarakat. “Semakin banyak alat musik melayu ini di masyarakat maka akan bermunculanlah orang yang bisa memainkan, semakin banyak yang bisa memainkannya barulah bisa lestari budayanya,” ujar Robie.

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved