Batik Riau

Terus Berinovasi, Batik Tabir Riau Rani Semakin Eksis dan Cocok Dijadikan Buah Tangan

Hingga saat ini, batik khas Provinsi Riau tersebut telah mendapat respon yang cukup bagus di mata wisatawan yang berkunjung ke Riau

Terus Berinovasi, Batik Tabir Riau Rani Semakin Eksis dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Istimewa
Berbagai koleksi batik riau bisa ditemukan di Galeri Batik Tabir Riau Rani 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Bila mengunjungi Kota Pekanbaru, mungkin barang yang satu ini cocok dijadikan buah tangan atau bisa dipakai sendiri untuk menambah koleksi pakaian, yaitu Batik Tabir.

Hingga saat ini, batik khas Provinsi Riau tersebut telah mendapat respon yang cukup bagus di mata wisatawan yang berkunjung ke Riau, walau namanya belum terlalu dikenal secara luas seperti batik Jawa, namun setiap konsumen yang melirik produk Batik Tabir, selalu tertarik dengan model batiknya. 

Owner Galeri Batik Tabir Riau Rani, Rani Izzul Makarimi mengatakan, di Provinsi Riau sendiri, Batik Tabir Riau sering mendapatkan permintaan dari kabupaten/kota untuk pakaian seragam kantoran dan lainnya. 

"Sejauh ini respon masyarakat cukup bagus, batik tabir sudah cukup dikenal saat ini. Belasan tahun kita punya usaha, kita lihat semakin hari makin banyak peminat Batik Tabir ini," kata Rani kepada Tribun di galerinya yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman no 171 Pekanbaru belum lama ini.

Berbagai koleksi batik riau bisa ditemukan di Galeri Batik Tabir Riau Rani
Berbagai koleksi batik riau bisa ditemukan di Galeri Batik Tabir Riau Rani (Istimewa)

Menurutnya respon konsumen terhadap Batik Tabir cukup positif "Memang belum seterkenal batik Jawa. Tapi setiap kali melihat, pada umumnya konsumen suka. Kalau saya lihat Batik Tabir hanya kurang promosi saja," ujarnya.

Dilanjutkan Rani, sebagai produsen yang sudah cukup lama memproduksi batik, pihaknya melihat Batik Tabir harus mengikuti selera pasar. Karena itu ia kemudian mencoba untuk mengembangkan desainnya, namun tetap mempertahankan identitas Batik Tabir yang kental dengan garis-garis.  

"Batik Tabir Riau, identik dengan bergaris-garis, itu pakemnya. Tapi seiring dengan berjalan waktu, kita ikuti selera pasar dan keinginan masyarakat. Misalnya pada warna, yang biasanya banyak warna, saya buat warna semakin soft, dan paduan warna tidak terlalu banyak. Tapi Batik Tabir bergarisnya tetap dipertahankan," sebutnya. 

Selain itu, dikatakan Rani, ada juga batik Riau yang tidak bertabir, dan memiliki corak motif Riau yang juga khas. Bahkan Rani juga mengakui, kalau pihaknya sebagai pelopor untuk mengembangkan desain batik Riau tersebut. 

"Yang tidak pakai tabir juga terus kami kembangkan, kami pertama pelopornya yang tidak pakai tabir. Pola pengembangannya juga dilakukan dengan tidak menanggalkan identitas motif awal. Motif itu tidak bisa kita karang, misal pucuk rebung, itu ada filosofinya, itu tidak boleh diubah, kalau desain boleh kita kembangkan," tuturnya. 

Adapun nama-nama batik Riau tersebut di antaranya adalah pucuk rebung sekuntum, bunga kiambang, itik pulang petang, kuntum bujang, kuntum bersusun hingga tampuk manggis, dan lainnya. 

Harga batik Riau tergolong relatif terjangkau, untuk satu helai biasanya Rp 200 ribu lebih. Sedangkan untuk yang tulis mulai dari Rp 1 juta hingga sampai Rp 6 juta, tergantung kualitas dan ukuran. 

Ditambahkannya, saat ini Rani Batik juga sudah punya brand kedua, yakni Celsha, yang lebih murah dan lebih terjangkau harganya.

"Sekarang Rani Batik sudah punya second brand, yakni Celsha, Batik Riau dengan harga lebih murah, Rp 175 ribu untuk 2 meter," tuturnya.

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved