Buah Duku

Musim Buah Duku di Pekanbaru, Pedagang ini Berikan Tips Memilih Duku yang Baik

Jangan ragu untuk membeli buah duku yang sudah agak menghitam, karena duku yang bewarna hitam justru lebih lembut dan lebih manis.

Musim Buah Duku di Pekanbaru, Pedagang ini Berikan Tips Memilih Duku yang Baik
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Pedagang buah duku tengah berjualan di Jalan Yos Sudarso Pekanbaru, Kamis (13/2/2020). 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Meski Provinsi Riau bukan daerah penghasil buah duku, namun pedagang buah duku kini banyak ditemukan di sejumlah jalan utama di Kota Pekanbaru, rasanya yang manis dan harganya yang terjangkau membuat buah tropis tersebut menjadi buah yang  digemari masyarakat.

Selain itu, duku juga mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan, yaitu mengandung banyak antioksidan yang membantu mencegah kerusakan sel tubuh akibat terpapar radikal bebas berlebih. Paparan itu bisa menyebabkan penuaan dini dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit stroke dan jantung.

Buah duku juga mengandung vitamin A, Vitamin B, Vitamin C dan dapat membantu menurunkan berat badan karena mengandung serat yang bernilai tinggi. Buah duku akan membantu mengeluarkan kalori serta melancarkan pencernaan. Mengonsumsi buah duku dalam jumlah cukup juga akan membuat tubuh tidak cepat lapar maupun haus.

Buah duku cukup digemari di masyarakat, selain harganya murah, buahnya pun mengandung banyak manfaat.
Buah duku cukup digemari di masyarakat, selain harganya murah, buahnya pun mengandung banyak manfaat. (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Saat musim duku yang biasanya terjadi pada akhir tahun atau awal tahun, pedagang buah duku rata-rata menjual duku dengan harga sekitar Rp 10 ribu/kg nya, namun ada juga yang menjual dibawah harga pasar,

bahkan ada beberapa pedagang yang menawarkan dengan harga Rp 18 ribu untuk 2 kg dan Rp 25 ribu untuk 3 kg.

Menurut seorang pedagang duku bernama Andika (33), duku di Pekanbaru biasanya didatangkan dari Palembang atau dari Jambi, “sebetulnya rasanya hampir mirip tidak berbeda jauh,” kata Andika.

Dijelaskannya buah duku biasanya dipanen pada pagi hari di daerah asalnya, dikemas didalam karung, dibawa menggunakan mobil pick up dan sampai saat pagi keesokan harinya di Pekanbaru,

duku merupakan buah yang tidak tahan lama sehingga diupayakan cepat sampai ke tujuan, bila dalam perjalanan mobil transportasi yang membawa duku terhambat, penyalur buah duku bisa mengalami kerugian.

Pada musim buah duku, rata-rata pedagang di Pekanbaru menjualnya dengan harga Rp 10 ribu/kg nya
Pada musim buah duku, rata-rata pedagang di Pekanbaru menjualnya dengan harga Rp 10 ribu/kg nya (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Bagi konsumen yang ingin membeli buah duku, Andika member tips-tips yang bisa dipraktekkan :

1. Diusahakan tidak memilih yang bewarna hijau, karena duku bewarna hijau belum matang dan masih asam. Duku yang manis atau sudah matang akan bewarna kuning dengan beberapa bercak hitam disekitarnya.

2. Usahakan memilih duku jangan terlalu kecil karena identik dengan rasanya yang asam.

3. Jangan ragu untuk membeli duku yang sudah agak menghitam, Dikatakan Andika, duku yang bewarna hitam justru lebih lembut dan lebih manis karena getahnya sudah mulai berkurang “duku yang sudah dibuka dari karung dan telah dipajang satu hari akan bewarna hitam, buah duku cukup susah untuk disimpan, jika kita jual diluar duku akan cepat menghitam, bisa disebabkan oleh angin, panas dan hujan,” kata Andika.

Duku yang bewarna hitam justru lebih lembut dan manis karena getahnya sudah mulai berkurang.
Duku yang bewarna hitam justru lebih lembut dan manis karena getahnya sudah mulai berkurang. (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Dengan warnanya yang tidak cantik lagi dan untuk menghindari kebusukan, maka pedagang menjualnya lebih murah, harganya dikisaran Rp 5-7 ribu/kg.

4. Setelah membeli duku, jangan mencucinya, karena buah duku yang telah dipetik dari pohonnya tidak tahan lama bila terkena air dan akan lebih cepat membusuk.

5. Pilihlah duku yang kering, “kalau ada duku yang basah langsung dipisahkan agar tidak mengenai duku-duku yang lain agar lebih awet,” kata pria yang biasnya berjualan duku di Jalan Ahmad Dahlan tersebut.

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved