Mie Sagu

Sedapnya Mie Sagu, Wajib Dicicipi Jika Berkunjung ke Riau

Jika datang ke Riau, maka akan kurang sempurna rasanya jika belum mencicipi mie sagu ini

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Seorang wanita memperlihatkan mie sagu goreng di Warung Kuliner Young Bengkalis 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Satu diantara banyaknya makanan khas Bumi Lancang Kuning adalah Mie Sagu. Mengapa disebut Mie Sagu, karena bahan baku olahannya berasal dari olahan tepung sagu.

Jika datang ke Riau, maka akan kurang sempurna rasanya jika belum mencicipi mie yang satu ini.

Di Riau sendiri, asal mula mie sagu, salah satunya dari daerah Selat Panjang, suatu daerah yang berada di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Bahkan, sagu yang dipergunakan sebagai bahan olahan utamanya, terkenal dengan kualitasnya yang terbaik di nusantara, mungkin juga dunia.

Dari sekian banyak daerah penghasil sagu di Indonesia, hanya Riau, khususnya Selat Panjang dan sekitarnya yang konsisten menjadikan sagu sebagai makanan olahan dalam bentuk Mie.

Mie Sagu tengah dimasak di Warung Kuliner Young Bengkalis, Pekanbaru belum lama ini
Mie Sagu tengah dimasak di Warung Kuliner Young Bengkalis, Pekanbaru belum lama ini (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Apa lagi, pohon sagu yang tumbuh subur disana sangat banyak, baik hidup secara liar maupun dibudidayakan.

Sejak dulunya, masyarakat Selat Panjang sudah menjadikan mie ini sebagai makanan pokok. Yang pada akhirnya, hampir seluruh masyarakat Riau mengenal dan pernah mencicipi mie dengan teksturnya yang lembut dan kenyal ini.

Sejak mie sagu sudah mulai dikenal, turut berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat Selat Panjang.

Bahkan masyarakat Pekanbaru yang berasal dari daerah ini, turut membuka usaha kuliner dengan bahan utama mie sagu.

Di Warung Kuliner Young Bengkalis Milik Wan Elia Rosa ini misalnya. Beralamat di Jalan Letnan Jendral (Letjen) Parman, Gobah, Kota Pekanbaru.

Warung ini menyediakan tiga menyediakan tiga menu makanan dengan bahan utama mie sagu.

Diantaranya adalah Mie Sagu Rebus, Mie Sagu Goreng dan Mie Sagu Laksa. Cita rasa dari tiga. jenis makanan mie ini cukup berbeda bisa dilihat dari cara penyajian, cara memasak hingga rasa.

Perbedaan olahan makanan mie sagu warung kuliner Wan Elia Rosa bisa dikatakan berbeda dengan olahan mie sagu lain yang ada di Kota Pekanbaru.

Mie Sagu Goreng
Mie Sagu Goreng (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Dimana pada setiap jenis makanan mie sagunya selalu dibumbui dengan udang giling, yang mambuat aroma harumnya cukup mudah menggugah selera.

Pada jenis Mie Sagu Rebus dan Mie Sagu Laksa, kuah yang dihasilkan memiliki karakteristik yang cukup kental. Rasanya cukup melekat dilidah, terutama pada kuah Mie Sagu Laksa dengan aroma santannya yang cukup harum.

Dalam penyajian kepada para pelanggan, Wan Elia Rosa biasa menambahkan sayuran jenis toge, bawang prai, atau Sawi.

Dinikmati Semua Kalangan Masyarakat

Penikmat makanan olahan mie sagu datang dari berbagai kalangan masyarakat karena bisa dimanfaatkan sebagai sarapan pagi, hingga santapan makan siang.

Di warung kuliner Wan Elia Rosa, para penikmat mie sagu datang silih berganti. Ada yang membeli untuk dibawa pulang, hingga duduk menikmati sembari bercengkrama dengan orang-orang terdekat.

Kata Wan Elia Rosa, di warungnya kalangan masyarakat yang datang cukup variatif. Baik itu kalangan anak muda hingga pejabat sekali pun.

Ia juga cukup sering menerima pesanan berupa catering dari berbagai pihak.

Diakuinya, khusus usaha keluarga besarnya di Bengkalis dan Kampar, sering kali menerima pesanan pada acara-acara penting.

Untuk harga pesanan dalam bentuk catering bersama Wan Elia Rosa, pemesan bisa dibicarakan langsung.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved