Destinasi Wisata di Kampar

Miliki 9 Pintu Goa dan 27 Titik Air Terjun, Batu Tilam Jadi Objek Wisata Baru di Kampar

Destinasi wisata tersebut berupa perbukitan batu yang dihiasi 9 pintu goa dan 27 titik air terjun yang jatuh tepat di bibir goa

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Objek Wisata Batu Tilam di Desa Kebun Tinggi, Kec Kampar Kiri Hulu menjadi tempat destinasi terbaru yang cocok untuk pecinta petualangan alam. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, KAMPAR - Kabupaten Kampar, terutama di daerah Serantau Kampar Kiri masih menyimpan banyak keindahan untuk dinikmati bagi para pecinta petualangan alam.

Apalagi dulunya Rantau Kampar Kiri merupakan sebuah kerajaan yang pernah eksis.

Wilayah Rantau Kampar Kiri terdiri dari empat kecamatan, yakni Kampar Kiri, Kampar Kiri Hulu, Kampar Kiri Tengah dan Gunung Sahilan.

Baru-baru ini sebuah destinasi wisata baru muncul di Desa Kebun Tinggi Kecamatan Kampar Kiri Hulu.

Destinasi wisata tersebut berupa perbukitan batu yang dihiasi 9 pintu goa dan 27 titik air terjun yang jatuh tepat di bibir goa.

Oleh masyarakat setempat destinasi wisata berupa goa dan air terjun disebut dengan nama Batu Tilam.

Cerita dari masyarakat nama batu tilam tersebut diambil karena dahulunya batu-batu yang ada di dalam gua digunakan sebagai tilam atau tempat tidur orang yang bersembunyi di goa tersebut.

Satu diantara sembilan pintu goa di Desa Kebun Tinggi Kecamatan Kampar Kiri Hulu
Satu diantara sembilan pintu goa di Desa Kebun Tinggi Kecamatan Kampar Kiri Hulu (Dok Tribun Pekanbaru)

Menurut cerita yang berkembang ditengah masyarakat, kondisi tersebut terbentuk secara alami.

Destinasi wisata itu menjadi harapan baru masyarakat desa untuk perbaikan ekonomi mereka.

Untuk dapat menikmati keindahan alam ini cukup menantang, perlu usaha keras dan semangat lebih karena jalur menuju lokasi sangat sulit di lalui.

Menuju lokasi destinasi wisata tersebut, pengunjung mesti menghadapi sejumlah rintangan. Seperti melintasi bukit, jalan tanah yang licin dan sebagainya.

Dari Lipat Kain Kec Kampar menuju ke Desa Kebun Tinggi Kec Kampar Kiri Hulu, dibutuhkan waktu seharian lebih menggunakan kendaraan roda empat jika kondisi jalan sedang tidak bersahabat karena hujan.

Namun jika kondisi cuaca tidak hujan dan tanah kering, menuju lokasi bisa ditempuh dengan waktu hanya sekitar 4 atau 5 jam saja.

Bila telah sampai di Desa Kebun Tinggi, pengunjung dapat menumpang sepeda motor mendaki perbukitan dengan kondisi jalanan yang berbatu.

Kepala Desa Kebun Tinggi, Joni Antoni mengatakan dahulunya goa yang ada di objek wisata tersebut merupakan para pejuang bersembunyi.

Tahun 2009 lalu pertama kali ditemukan warga, tempat tersebut berada ditengah hutan yang masih lebat dengan pepohonan yang rimbun.

Bertahap aparat desa bersama masyarakat bergotong royong membuka akses jalan menuju lokasi serta tempat singgah dan toilet umum.

Masyarakat desa dengan jajaran aparat desa mulai membuka destinasi ini sejak 2019 lalu. Dana sebesar Rp 500 juta dari Dana Desa disalurkan untuk pengembangan destinasi tersebut.

Namun demikian anggaran sebesar itu belum cukup untuk pengembangan destinasi wisata

Infrastruktur jalan jadi yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini untuk mempermudah akses ke lokasi wisata dan akses masyarakat ke luar daerah demi meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

Warga Desa Kebun Tinggi bernama Iwan berharap dengan adanya destinasi wisata ini akan ramai wisatawan berkunjung dan menjadi pendorong perbaikan infrastruktur di desa.

Ia mengatakan selama ini masyarakat menggantungkan hidup dari hasil menjual gambir, kayu dan hasil getah karet.

Berbagai barang tersebut dijual masyarakat ke Kenagarian Taram, Sumatera Barat dengan sebelumnya menempuh jalan tanah menerobos hutan dan menyeberang sungai dari desa.

Produksi gambir dan harganya yang tidak menentu serta harga karet yang jauh jatuh saat ini membuat kehidupan ekonomi masyarakat menjadi sulit.

Destinasi wisata Batu Tilam mempunyai 27 titik air terjun yang jatuh tepat di bibir goa.
Destinasi wisata Batu Tilam mempunyai 27 titik air terjun yang jatuh tepat di bibir goa. (Dok Tribun Pekanbaru)

Sementara itu Anggota Komisi V DPR RI, Syahrul Aidi yang pernah melihat langsung kondisi tersebut mengaku menyayangkan kondisi akses jalan menuju destinasi wisata tersebut.

Syahrul Aidi sempat berjanji untuk menyalurkan anggaran dari pusat ke pemerintah daerah demi pembangunan infrastruktur di Kampar Kiri Hulu terutama di daerah lintasan Jalur Kuning yang membentang dari Lipat Kain hingga ke Sumatera Barat.

Ia juga menghimbau perangkat desa serius mengembangkan potensi wisata yang ada di desanya.

"Kalau potensi wisata bagus akan jadi alasan yang sangat kuat dan dorongan bagi pemerintah pusat untuk membangun jalan disana. Pusat akan memberi perhatian yang besar ketika wisata berkembang," ungkapnya beberapa waktu lalu.

Ia juga berjanji apa yang dirasakan selama perjalanan kunjungannya ini akan disampaikan di rapat komisi.

"Ini kini menjadi perhatian besar bagi kita, kita khawatir ini akan mengisolasi masyarakat di desa-desa Kampar Kiri Hulu sepanjang Jalur Kuning kalau dibiarkan lama," ungkapnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved