Berwisata ke Batu Tilam

Kunjungi Batu Tilam, Kabid Pemberdayaan Sumberdaya Pariwisata Dispar Riau Apresiasi Perangkat Desa

Menurut Ridho, eksplorasi ini dilakukan untuk melihat apa saja yang bisa dikembangkan dari destinasi tersebut

Kunjungi Batu Tilam, Kabid Pemberdayaan Sumberdaya Pariwisata Dispar Riau Apresiasi Perangkat Desa
Dok Tribun Pekanbaru
Satu diantara sembilan pintu goa di Desa Kebun Tinggi Kecamatan Kampar Kiri Hulu 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, KAMPAR - Kepala Bidang Pemberdayaan Sumberdaya Pariwisata, Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Ridho Ardiansyah, bersama Anggota Komisi V DPR RI, Syahrul Aidi, Ketua DPRD Kampar, Muhammad Faisal, sejumlah awak media dan rombongan lainnya mengunjungi destinasi wisata baru yang ada di Desa Kebun Tinggi Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Sabtu (15/2/2020) lalu.

Destinasi wisata tersebut berupa perbukitan batu yang dihiasi 9 pintu goa dan 27 titik air terjun yang jatuh tepat di bibir goa.

Oleh masyarakat setempat destinasi wisata berupa goa dan air terjun disebut dengan nama Batu Tilam.

Menurut Ridho, eksplorasi ini dilakukan untuk melihat apa saja yang bisa dikembangkan dari destinasi tersebut, “selain itu juga untuk mengetahui kehidupan sosial masyarakat di tempat tersebut,” katanya

ketika ia melihat kawasan air terjun Batu Tilam, Ridho sangat memberikan apresiasi kepada perangkat Desa, tokoh masyarakat dan warga setempat. Disampaikannya, Dinas Pariwisata Provinsi Riau akan bersenergi dengan pemerintah Kabupaten Kampar serta Pemerintah Pusat untuk membangun sektor pariwisata yang ada di Desa Kebun Tinggi.

Batu Tilam merupakan destinasi wisata baru yang muncul di Kampar. Destinasi ini masuk dalam kategori Wisata Minat Khusus.

Cerita dari masyarakat, nama batu tilam tersebut diambil karena dahulunya batu-batu yang ada di dalam gua digunakan sebagai tilam atau tempat tidur orang yang bersembunyi di goa tersebut.

Menurut cerita yang berkembang ditengah masyarakat, kondisi tersebut terbentuk secara alami.

Destinasi wisata itu diharapkan dapat menjadi harapan baru bagi masyarakat desa untuk perbaikan ekonomi mereka.

Untuk menikmati keindahan alam ini cukup menantang, perlu usaha keras dan semangat lebih karena jalur menuju lokasi sangat sulit di lalui.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved