Kota Dumai

Kisah Atuk Wis Kelola Bandar Bakau Dumai Agar Bisa Dinikmati Anak Cucu

Bandar Bakau Dumai menyajikan keindahan 24 jenis mangrove (bakau) dari 36 jenis mangrove di Kota Dumai.

Kisah Atuk Wis Kelola Bandar Bakau Dumai Agar Bisa Dinikmati Anak Cucu
Dok Tribun Pekanbaru
Darwis Muhammad Saleh sedang berada di Bandar Bakau , Kota Dumai belum lama ini. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, DUMAI - Hutan bakau yang terhampar seluas hampir 26  hektare itu bernama Bandar Bakau, terletak di Jalan Nelayan Laut , Kecamatan Dumai Barat.

Tempat tersebut menyajikan keindahan 24 jenis mangrove (bakau)  dari 36 jenis mangrove  di Kota Dumai.

 Dibalik keindahan Bandar Bakau, terdapat cerita perjuangan panjang Darwis Muhammad Saleh, ‎pria kelahiran Kota Dumai, pada  7 Maret 1968 Silam. 

Atuk Wis, begitu panggilan akrab Pria berusia 52 tahun itu yang sudah mendiami kawasan tersebut selama  10 tahun belakangan.

Saat disambangi Tribunpekanbarutravel.com di kediamannya di dalam kawasan Bandar Bakau, Atuk hanya mengenakan sarung dan berkaos oblong, disana dia menghabiskan waktu sehari-hari, sambil memikirkan kelestarian bakau yang lebih luas di Kota Dumai.

Atuk  pun mengajak  tamunya untuk duduk sambil minum kopi di pondok. Selanjutnya  menyusuri jalur jalan yang ia buat menuju pinggir pantai berbahan kayu dan semen di beberapa bagian.

Atuk bercerita bahwa ‎ di tempat itu terdapat hewan-hewan seperti burung, ular bakau, kera, kepiting dan lainnya. 

Bandar Bakau nampak sepi dari pengunjung. Maklum saja, bukan hari libur. Biasanya orang menghabiskan waktu disana pada akhir pekan atau pada kegiatan-kegiatan tertentu saja.

Atuk  terlihat masih gagah meskipun rambut, kumis, hingga jenggot hampir memutih semua karena termakan usia, ayah lima anak ini tetap semangat menceritakan Bandar Bakau , lahan yang ia perjuangkan eksistensinya lebih kurang 20 tahun belakangan.

"Saya mulai melestarika Bandar Bakau itu tahun 1999. Dulu belum Bandar Bakau namanya, masih disebut orang museum bakau atau hutan saja, dan saya tinggal di tengah kawasan ini mulai dari 2010," katanya, Senin (24/2/2020).  

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved