Kuliner di Kabupaten Siak

Kedai Nasi Bu Yanti di Kabupuaten Siak , Juaranya Asam Pedas Tapah dan Juaro Panggang

Biasanya menjelang siang, pelataran parkir sudah berisi, sejumlah meja juga sudah berisi. Beberapa mobil mewah datang silih berganti menjemput pesanan

Kedai Nasi Bu Yanti di Kabupuaten Siak , Juaranya Asam Pedas Tapah dan Juaro Panggang
Dok Tribun Pekanbaru
Rumah Makan Bu Yanti di tepian Sungai Siak , Kampung Paluh, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak . 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, SIAK - Makan enak tidak selalu identik dengan restoran mewah. Buktinya di Kabupaten Siak . Bangunan rumah makan nya kecil dan semi permanen, namun jadi langganan tamu-tamu pejabat hingga biksu dari luar negeri.

Rumah makan itu berada di tepian Sungai Siak , Kampung Paluh, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak . Bupati Siak Alfedri dan pejabat terasnya kerap datang makan siang. Apalagi kalau ada tamu dari luar negeri.

Uniknya, kuliner di Siak itu tidak memasang plang nama. Bangunannya susunan papan seperti rumah lama. Tempat duduknya bangku panjang dari papan seberan. Warga dan tamu hanya mengenalnya sebagai Kedai Nasi Bu Yanti . Puluhan tahun konsisten dengan menu -menu khas Melayu Siak.

Biasanya menjelang siang, pelataran parkir sudah berisi, sejumlah meja juga sudah berisi. Beberapa mobil mewah datang silih berganti menjemput pesanan.

Banyak yang katering atau memesan nasi bungkus. Itu dapat dimaklumi, karena kursi tersedia tidak banyak. Kalau tidak reservasi dulu, sulit mendapatkan tempat duduk yang kosong. 

"Kadang kami sampai melayani tamu di dalam rumah," kata Rosnita, karyawan kedai kepada Tribunpekanbarutravel.com beberapa waktu lalu.

Menu Asam Pedas Tapah di Rumah Makan Bu Yanti di tepian Sungai Siak , Kampung Paluh, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak .
Menu Asam Pedas Tapah di Rumah Makan Bu Yanti di tepian Sungai Siak , Kampung Paluh, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak . (Dok Tribun Pekanbaru)

Satu per satu hidangan mulai di antarkan ke masing-masing meja. Biasanya yang diantarkan terlebih dahulu adalah minuman, sayuran, nasi dan piring makan.

Talam kedua baru berisi menu-menu yang dipesan pelanggan. "Di sini memang pakai talam. Kita orang Melayu kan pakai talam," tambah Rosnita, perempuan 33 tahun dengan logat Melayu Siak. 

Menu andalan yang paling diburu adalah Asam Pedas Ikan Tapah dan Ikan Juaro Panggang. Kedua jenis ikan hidup di Sungai Siak . Kini susah didapatkan para nelayan lokal. Sehingga harga jualnya pun jadi tinggi.

Menu lainnya pun khas melayu, seperti Urap, Gulai Pisang Muda, Sambal Terasi, Ikan dan Ayam Sambal Merah, Gulai Nangka, dan lalapan daun tenggek burung. Semuanya menggugah selera.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved