Kuliner di Kabupaten Siak

Kedai Nasi Bu Yanti di Kabupuaten Siak , Juaranya Asam Pedas Tapah dan Juaro Panggang

Biasanya menjelang siang, pelataran parkir sudah berisi, sejumlah meja juga sudah berisi. Beberapa mobil mewah datang silih berganti menjemput pesanan

Kedai Nasi Bu Yanti di Kabupuaten Siak , Juaranya Asam Pedas Tapah dan Juaro Panggang
Dok Tribun Pekanbaru
Rumah Makan Bu Yanti di tepian Sungai Siak , Kampung Paluh, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak . 

Asam pedasnya benar-benar terasa di lidah dan pas. Begitu pula dengan ikan juaro panggang, dagingnya terasa manis. Sambal terasinya sangat cocok sebagai kawan untuk ikan juaro panggang itu. Pedas namun nagih.

Minumannya khas, yakni madu jeruk. Campuran madu asli Siak dengan jeruk kesturi. "Saya kalau makan di sini selalu berpeluh-peluh. Sudah kenyang tapi dipaksa terus karena enaknya," kata Dicky Sofyan, Camat Koto Gasib.

Kalau hendak memesan Asam Pedas Tapah dan Juaro Panggang, pelanggan harus sabar menunggu sekitar 30 -40 menit. Karena di Kedai Nasi Bu Yanti ini, dua menu andalan tersebut dimasak sesuai pesanan saja.

Salah satu menu andalan di Rumah Makan Bu Yanti di tepian Sungai Siak , Kampung Paluh, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak .
Salah satu menu andalan di Rumah Makan Bu Yanti di tepian Sungai Siak , Kampung Paluh, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak . (Dok Tribun Pekanbaru)

Pada waktu-waktu tertentu, kedai nasi ini juga menyediakan menu gulai atau goreng lele hutan. Tapi harus dipesan dua hari sebelumnya, karena tak mudah memperoleh stok ikan lele hutan.

Kedai nasi itu hanya untuk makan siang. Buka mulai pukul 11.00 WIB dan tutup pukul 17.00 WIB. Dalam sehari, rumah makan itu rata-rata menyediakan 100-150 porsi. Khsusus untuk katering, orderan bisa mencapai ribuan porsi.

Tidak hanya tamu-tamu pejabat. Warga Tionghoa dari berbagai daerah kerap datang setiap akhir pekan. Biksu dari Taiwan, Republik Rakyat Tiongkok dan Malaysia memilih rumah makan itu sebagai tempat pertemuan dan bersedah alam setiap tahun.

Mereka makan di sini karena tempatnya masih alami. Menunya juga menu kampung, yang sulit ditemukan di tempat lain.

Para biksu ini melakukan perjalanan ke beberapa sungai untuk melakukan sedekah alam. Di sungai Siak,  ia memilih berhenti di kedai nasi Bu Yanti untuk makan dan minum.

Soal harga memang terbilang mahal bagi tamu-tamu umum. Meski bangunan seperti gubuk, pangsa pasarnya kelas menengah ke atas. Satu porsi Asam Pedas Ikan Tapah 5 iris harganya Rp 200 ribu. Udang Tapah Rp 150 ribu setengah kilogram.

Rumah makan ini hanya menyuguhkan bahan-bahan yang masih segar atau fresh. Langsung dimasak. Sisa orderan tidak dapat lagi dijual.

Sangat disarankan untuk reservasi terlebih dahulu sebelum datang makan di kedai ini. Anda bisa menghubungi ponsel 082384348880.

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved