Kuliner di Pekanbaru

Nikmatnya Kuliner Khas Jepang di Ichi Ramen Pekanbaru, Kaldunya Direbus Nonstop

Ramen dengan cita rasa yang khas satu diantaranya dapat dijumpai di Ichi Ramen yang berlokasi di Jalan Rawamangun Nomor 21 E, Kecamatan Bukit Raya

Nikmatnya Kuliner Khas Jepang di Ichi Ramen Pekanbaru, Kaldunya Direbus Nonstop
Dok Tribun Pekanbaru
Tom Yam Ramen di Ichi Ramen, Jalan Rawamangun Nomor 21 E, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Ramen merupakan masakan khas Jepang yang sedang naik daun di pekanbaru . Tak hanya kaula muda, orang tua juga menyukainya. Keistimewaan masakan ini terletak pada kuah dan mienya yang khas.

Ramen dengan cita rasa yang khas satu diantaranya dapat dijumpai di Ichi Ramen yang berlokasi di Jalan Rawamangun Nomor 21 E, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

Kandungan kaldu ayam dalam kuahnya begitu terasa. Dipadu dengan sedikit rasa asin yang segar serta seimbang. Rasa bumbu yang lain melengkapi kelezatan kuahnya. Tak kalah dengan mie dengan tekstur sedikit kenyal, namun tetap lembut.

Indah, pemilik kuliner di pekanbaru ini mengungkapkan, kuah ramen buatannya berasal dari kaldu ayam.

Rasa kaldu dipertahankan lebih menonjol merupakan kekhasan dari kuahnya.

"Kaldunya benar-benar dijaga. Ayam direbus terus-terusan nonstop agar kaldunya lebih maksimal," ungkap Indah didampingi suaminya, Firdaus, kepada Tribunpekanbarutravel.com baru-baru ini.

Ramen di Ichi Ramen yang berlokasi di Jalan Rawamangun Nomor 21 E, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru ini dibuat tanpa bahan pengawet
Ramen di Ichi Ramen yang berlokasi di Jalan Rawamangun Nomor 21 E, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru ini dibuat tanpa bahan pengawet (Dok Tribun Pekanbaru)

Daging ayam selalu diganti jika patinya habis setelah lama dalam perebusan. Air rebusan juga sudah bercampur bumbu ramen. Menurut dia, kaldu menjadi pemicu selera ditambah dengan rasa shoyu yang asli.

Indah mengatakan, shoyu memberi rasa asin yang berharmoni dengan kuah kaldu. Shoyu yang dipilih adalah kualitas terbaik. Ditambah lagi dengan minyak wijen. Ia menggaransi, kuah ramen tanpa bantuan kecap asin. 

Sedangkan mie ramen, dibuat sendiri. Indah mengemukakan, mie buatannya tidak terlalu jauh berbeda mie ramen di tempat lain. Namun mie buatannya tanpa bahan pengawet.

"Jadi kalau mienya tidak habis hari ini, tidak bisa dipakai lagi untuk besok. Ya, harus dibuang," ujarnya. 

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved