Virus Corona di Indonesia

Penumpang Dari Luar Negeri Menurun Hingga Pemberian Kartu HAC, Ini Penjelasan KKP Pekanbaru

Sekarang ini sekitar 350 sampai 400 orang berkunjung ke Pekanbaru dari 7 penerbangan, biasanya mencapai 800 orang

Penumpang Dari Luar Negeri Menurun Hingga Pemberian Kartu HAC, Ini Penjelasan KKP Pekanbaru
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas II Pekanbaru melakukan pemeriksaan melalui alat Thermal Scanner atau pendeteksi suhu tubuh terhadap penumpang yang baru datang dari Kuala Lumpur di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Kamis (23/1/2020). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi masuknya Virus Corona. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU – Semenjak Virus Corona atau Coronavirus disease 2019  (Covid-19) meluas, tingkat kunjungan warga yang datang dari negara tetangga, khususnya dari Singapura dan Malaysia menurun drastis, bahkan sampai 50 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Pekanbaru Sarifuddin Saragih .

“Bukan di pekanbaru saja, tapi diseluruh Indonesia ada penurunan, dulu itu Scoot Airlines di atas 150 orang perhari dari Singapura ke pekanbaru pada Bulan Desember lalu, Januari menurun hingga saat ini, hanya sekitar 40 sampai 50 orang perhari, memang yang dari singapura hanya Scoot Airlines saja, kalau dari Malaysia masih ada Air Asia dan Malindo, itu pun menurun drastis juga,” kata Sarifuddin saat konfrensi pers terkait antisipasi penyebaran kasus Covid-19 di Provinsi Riau yang berlangsung di Ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Selasa (3/3/2020).

Dilanjutkannya, sekarang ini sekitar 350 sampai 400 orang berkunjung ke Pekanbaru dari 7 penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru , biasanya mencapai 800 orang “kita setiap hari ada 7 penerbangan dari Singapura dan Malaysia,” ujar Sarifuddin.

Terkait pemberitaan adanya warga Negara Jepang yang lolos pemeriksaan kesehatan di bandara atau pintu masuk Indonesia sehingga menularkan Virus Corona kepada warga negara Indonesia di Depok. 

BACA JUGA : 

Masker Langka di Pekanbaru, Ini Tanggapan Kadiskes Riau

Selain Masker, Inilah Benda yang Paling Banyak Diburu di Apotek Pekanbaru

Sarifuddin menjelaskan bahwa bandara memang dilengkapi dengan alat thermal scanner atau pemantau suhu tubuh, namun alat itu bukanlah untuk mendeteksi Covid-19, “itu memantau suhu tubuh, itu salah satu gunanya, kalau penumpang ada gejala diatas 38 derajat, saat melewati thermal scan akan terdeteksi. Salah satu ciri Covid itu yaitu demam, tapi sekarang masyarakat sudah pandai, sebelum dia mau berangkat makan obat penurun panas biar jangan terdeteksi, itu pasti tidak terdeteksi kalau suhu tubuhnya 34-37 derajat, hanya 38 derajat yang terdeteksi,” katanya.

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas II Pekanbaru melakukan pemeriksaan melalui alat Thermal Scanner atau pendeteksi suhu tubuh terhadap penumpang yang baru datang dari Kuala Lumpur di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Kamis (23/1/2020). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi masuknya  Virus Corona.
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas II Pekanbaru melakukan pemeriksaan melalui alat Thermal Scanner atau pendeteksi suhu tubuh terhadap penumpang yang baru datang dari Kuala Lumpur di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Kamis (23/1/2020). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi masuknya Virus Corona. (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Dijelaskan Sarifuddin, karena itu upaya KKP untuk menjaring hal tersebut adalah dengan memberikan Health Alert Card atau HAC untuk meningkatkan kewaspadaan.

Pemberian HAC ini dilaksanakan di dalam pesawat dan diisi saat penerbangan sehingga nantinya penumpang tidak menumpuk di terminal internasional.  

“Waktu dia datang itu tidak demam, tapi selama masa inkubasi, yaitu selama 14 hari pasti dia nanti akan demam, jadi indikasinya dengan kartu kuning ini (HAC,red), bila terjadi demam dimanapun daerahnya, dia wajib lapor, itu menunjukkan bahwa dia berasal dari negara terjangkit, dia datang dari luar negeri, setiap penumpang di bandara kami berikan penyuluhan apabila demam agar melapor ke fasilitas kesehatan terdekat baik itu rumah sakit, klinik maupun puskesmas,” katanya.

Masih menurut Sarifuddin, saat ini pihak KKP tidak hanya mengandalkan thermal scanner, petugas di sana juga memantau penumpang melalui gerak-geriknya,

“Kami liat juga fisiknya sekarang di bandara, kalau memang dia tidak demam tapi dia sesak nafas atau batuk kami akan periksa, itu salah satu upaya di bandara, tapi untuk menentukan dia Covid atau bukan kami tidak bisa menentukan, karena itu ada rumah sakit rujukan yang sudah ditentukan pemerintah,” ujarnya sambil menambahkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menemukan satupun penumpang yang memiliki gejala-gejala terindikasi Covid-19.

BACA JUGA : 

Program Proteksi Gojek SHIELD Sudah Suspend 120 Mitra di Singapura

Usai Latihan Penanggulangan Karhutla, Para Mahasiswa ini Langsung Mendaftar di Posko Relawan

FOTO : Sukaramai Trade Centre Pekanbaru Hampir Rampung, Begini Penampakannya

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved