Dampak Virus Corona di Riau

Bisnis Travel Menurun Akibat Wabah Covid-19, Pemerintah Diharapkan Mampu Menggaet Turis Domestik

Penundaan keberangkatan jamaah umroh ke tanah suci akibat Virus Corona berdampak kepada kerugian pengusaha travel di Riau

Bisnis Travel Menurun Akibat Wabah Covid-19, Pemerintah Diharapkan Mampu Menggaet Turis Domestik
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Jamaah umroh tiba di Bandara SSK II Pekanbaru belum lama ini, tampak juga Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas II Pekanbaru melakukan pemeriksaan melalui alat pendeteksi suhu tubuh. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Penundaan keberangkatan jamaah umroh ke tanah suci karena kebijakan Pemerintah Arab Saudi untuk menangguhkan sementara visa dalam mengantisipasi merebaknya virus carona, berdampak kepada kerugian yang dialami oleh pengusaha travel di Provinsi Riau. .

Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Riau, Dede Firmansyah mengatakan, tidak sedikit travel yang sudah melakukan pembookingan fasilitas, terutama hotel di tanah suci, bahkan banyak juga yang sudah booking untuk satu tahun.

Dikatakan Dede, kalau untuk hotel di Arab Saudi proses pengembalian uang bukanlah suatu hal yang mudah.

Bahkan kalau sudah dibooking pun, dan jamaah sudah masuk, jika ada yang bayar lebih mahal, maka jamaah yang sudah bayar sebelumnya pun bisa disuruh keluar.

"Tidak sedikit hotel yang sudah blok untuk setahun. Kalau tiket bisalah mungkin dinegosiasikan. Tapi kalau hotel, sama orang Arab cukup susah, pernah dulu kejadian, sudah blok, namun kemudian ada yang mahal bayarnya, maka yang sudah sewa sebelumnya dikeluarkan mereka. Jadi ini bukan perkara gampang soal pengembalian uang dari pihak hotel," kata Dede kepada Tribunpekanbarutravel.com , Kamis (5/3/2020).

Sementara itu, dampak lainnya akibat merebaknya Virus Corona dikatakan Dede memang juga akan berdampak pada kunjungan wisata ke Provinsi Riau, terutama dari mancanegara.

Namun demikian, dilanjutkannya, hal itu masih bisa disiasati dengan meningkatkan kunjungan wisata dari domestik, ataupun dari daerah lainnya.

Karena itu, dikatakan Dede harus ada upaya lebih dari pihak pemerintah untuk melakukan promosi sekaligus peningkatan pariwisata sehingga kunjungan tetap bisa ditingkatkan.

"Pemerintah kabupaten kota juga harus pro aktif dalam melakukan pemasaran wisata ke luar daerah Riau, sehingga wisata-wisata kita makin dikenal dan dikunjungi oleh wisatawan dari daerah lain," tuturnya.

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved