Destinasi Wisata di Meranti

Ekowisata Pelangi di Kepulauan Meranti, Tawarkan Panorama Laut dan Hijaunya Hutan Mangrove.

Kawasan Ekowisata ini menghadirkan suasana alam asri dari hutan bakau yang dekat wilayah perkotaan Selatpanjang , ibukota Meranti

Ekowisata Pelangi di Kepulauan Meranti, Tawarkan Panorama Laut dan Hijaunya Hutan Mangrove.
Dok Tribun Pekanbaru
Objek wisata hutan mangrove di Dusun II Desa Banglas Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, MERANTI - Objek wisata hutan mangrove yang berada di Dusun II Desa Banglas Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti menjadi suatu tempat yang istimewa, karena menghadirkan suasana alam yang asri dari hutan bakau di dekat wilayah perkotaan Selatpanjang , ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti .

Di dalam tempat wisata ini, para pengunjung disuguhkan pemandangan asri dengan berjalan menyusuri hutan bakau. Objek wisata ini juga menawarkan view menarik untuk selfie dan menawarkan pemandangan panorama laut dan hijaunya hutan mangrove.

Anggrea Eko salah seorang warga Selatpanjang yang sempat berkunjung mengatakan senang dengan adanya tempat ekowisata tersebut. Mengingat bahwa jarak dari daerah Selatpanjang ke tempat tersebut juga tidak jauh.

"Kita bersyukur ada tempat wisata ini, apalagi jaraknya tidak jauh dari kota Selatpanjang , bagi yang ingin menikmati suasana alam jadi tak perlu jauh lagi," ujar Eko.

Dirinya mengatakan bahwa waktu tempuhnya dari jarak Selatpanjang ke lokasi hanya memakan waktu 15 menit.

"Semoga tempat wisata seperti ini bisa terus bertambah, apalagi yang dekat dengan suasana kota, sehingga yang mau refreshing suasana alam tidak perlu jauh-jauh." Pungkasnya.

 BACA JUGA : 

Berjalan Sukses, Bupati Alfedri Komit Melanjutkan Car Free Night di Siak

Merasakan Manfaat Hutan Pedalaman Riau Lewat Madu Sialang Anak Talang

Kepala Desa Banglas Samsurizal saat ditemui Tribunpekanbarutravel.com beberapa waktu lalu mengatakan bahwa, tercetusnya destinasi wisata hutan mengrove ini ketika dia bersama kepala desa lainnya di Kepulauan Meranti melakukan studi banding ke Desa Ponggok, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

"Ide awal tercetusnya ide destinasi wisata mangrove ini ketika saya bersama kepala desa lainnya melakukan studi banding ke Desa Ponggok. Kami yakin dan percaya jika ada kemauan pasti ini bisa berhasil," ungkap Samsurizal.

Pembangunan jembatan sepanjang 300 meter itu dianggarkan melalui anggaran dana desa sebesar Rp381 juta lebih.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved