Daur Ulang Sampah

Pengelola Taman Bunga Impian Okura Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block

Pengelola Taman Bunga Impian Okura di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, membuat suatu terobosan, yaitu membuat paving block darinsampah plastik.

Pengelola Taman Bunga Impian Okura Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Pengelola Taman Bunga Impian Okura di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir membuat paving block dari sampah plastik. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Setiap hari, sampah yang dihasilkan masyarakat di Kota Pekanbaru tidak pernah berkurang, tempat pembuangannya pun semakin padat, tanpa adanya pengelolaan yang baik, tentu akan menjadi permasalahan lingkungan yang cukup serius.

Menyadari hal ini, pengelola Taman Bunga Impian Okura di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir membuat suatu terobosan, yaitu membuat paving block dari daur ulang sampah plastik .

Disampaikan seorang pengelola Taman Bunga Impian Okura bernama Musni Dianto (38) kepada Tribunpekanbarutravel.com belum lama ini, ide ini berawal dari mulai banyaknya sampah plastik yang dihasilkan pengunjung di taman bunga tersebut.

Pengelola Taman Bunga Impian Okura di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir membuat paving block dari sampah plastik.
Pengelola Taman Bunga Impian Okura di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir membuat paving block dari sampah plastik. (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

"Jadi taman bunga kita sudah banyak dikenal orang, semakin banyak kunjungan, semakin banyak juga menghasilkan sampah, awalnya kami hanya menggantung-gantung sampah botol bewarna warni di taman bunga biar tampak indah, tapi kalau cuma itu saja berarti kami hanya bisa memanfaatkan sampah botol saja, kami bingung bagaimana dengan sampah-sampah lainnya," kata Musni.

Hingga suatu saat ada kegiatan kunjungan kuliah kerja nyata dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau, mereka memberi tahu cara pengolahan sampah yang baik dan benar. "Mereka mengajarkan cara membuat BBM dari sampah plastik, tapi setelah kami lihat ternyata terlalu rumit, lalu mereka memberi alternatif lain, yaitu membuat paving block," tambah Musni.

BACA JUGA : 

Masjid Agung Islamic Centre Rohul, Tampilkan Panorama Negeri Seribu Suluk Dari Menara 99 M

Inilah 6 Jenis Produk Kopi ber-SNI yang Telah Diterbitkan Badan Standarisasi Nasional

Dari ide itu, Musni kemudian belajar membuatnya dari YouTube dan mendesain alat cetaknya bersama tukang las, alat cetak paving block dibuat dengan harga RP 750 ribu yang dananya berasal dari CSR sejumlah perusahaan yang pernah membantu pengelolaan Taman Bunga Impian Okura.

Dijelaskannya, proses daur ulang sampah plastik menjadi paving block yang telah dikerjakannya selama dua bulan terakhir ini tidaklah susah,

Pengelola Taman Bunga Impian Okura di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir membuat paving block dari sampah plastik.
Pengelola Taman Bunga Impian Okura di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir membuat paving block dari sampah plastik. (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

"pertama sampah itu kita masak didalam wadah kuali, kita aduk lebih kurang satu jam, setelah mengental, lalu dimasukkan ke dalam cetakan, setelah itu cetakannya kita pres ke dalam alat pres sekitar lima menit, dari alat pres ini kita buka dan kita rendam di air lebih kurang lima belas menit lalu kita buka cetakannya dan jadilah paving block," urai Musdi.

Setelah jadi, paving block itu bebas diwarnai sesuai selera. Paving Block buatannya saat ini memang hanya berskala kecil dan hanya untuk kebutuhan taman bunga, namun ia berharap kedepannya dapat menjadi kampung percontohan sebagai kampung bebas sampah plastik di Kota Pekanbaru.

Pengelola Taman Bunga Impian Okura di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir membuat paving block dari sampah plastik.
Pengelola Taman Bunga Impian Okura di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir membuat paving block dari sampah plastik. (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Ia juga berharap ada pihak-pihak yang mampu memberi pelatihan agar dapat membuat paving block berbahan sampah dengan skala yang lebih besar dan lebih ramah lingkungan sehingga nantinya bisa bekerjasama ditingkat RT, RW, Keluarahan, Kecamatan maupun tingkat kota dalam pengelolaan daur ulang sampah.

"Kalau sistim kita dengan cara manual ini tidak terlalu maksimal, tapi saat ini, inilah yang bisa kita lakukan," kata Musdi.

BACA JUGA : 

Merasakan Manfaat Hutan Pedalaman Riau Lewat Madu Sialang Anak Talang

Brand Singapura Harga Lokal, DPenyetz Tawarkan Lebih Dari 50 Menu Kuliner Asli Nusantara

Ingin Beli Masakan Korea di Patbingsoo Mal SKA, Pakai GoFood Saja

Ace Hardware Benarkan Informasi Broadcast Tentang Ketersediaan Masker

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved