Destinasi Wisata di Pelalawan

Berwisata Sambil Belajar Sejarah Kerajaan di Istana Sayap Pelalawan

Di Istana Sayap , wisatawan bisa mengetahui sisi religius dan historis kerajaan serta pengetahuan yang kental dengan daerah atau kearifan lokal

Dok Tribun Pekanbaru
Istana Sayap di Kelurahan Pelalawan , Kecamatan Pelalawan merupakan istana peninggalan Kerajaan Pelalawan yang dulunya merupakan tempat tinggal para keturunan raja atau sultan. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL, PELALAWAN - Istana Sayap di Kelurahan Pelalawan , Kecamatan Pelalawan merupakan istana peninggalan Kerajaan Pelalawan di masa kejayaannya dan menjadi tempat tinggal para keturunan raja atau sultan.

Terletak di tepi Sungai Kampar , bangunan Istana Sayap yang saat ini sebenarnya tidak asli lagi setelah menjalani dua kali pemugaran. Pertama kali dipugar oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Kemudian mengalami musibah kebakaran dan akhirnya dibangun kembali oleh Pemkab Pelalawan melalui proyek multiyears.

Saat ini, Istana Sayap ditargetkan menjadi satu diantara beberapa ikon daerah untuk menarik perhatian wisatawan datang dan berkunjung. Tidak hanya menikmati alam dan keunikan bangunan istana, pengunjung juga bisa mengenal lebih dekat budaya melayu sekaligus berlajar sejarah Kerajaan Pelalawan .

Pengunjung yang datang bisa menikmati beberapa objek di lokasi istana, mulai dari bangunan-bangunan yang ikonik, perkakas kerjaan, barang-barang peninggalan sejarah, hingga pakaian-pakaian serta perlengkapan perang dipakao zaman dulu.

Selain itu lukisan-lukisan bersejarah serta foto para sultan hingga silsilah kerjaan maupun cerita-cerita rakyat yang masih terjaga saat ini.

BACA JUGA : 

Pengelola Taman Bunga Impian Okura Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block

Masjid Agung Islamic Centre Rohul, Tampilkan Panorama Negeri Seribu Suluk Dari Menara 99 M

Istana Sayap dikelola oleh kesultanan namun dibawah Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pelalawan.

Pihak Disparbudpora telah membangunan dan merenovasi beberapa sudut komplek Istana Sayap seperti rehab pagar, pembangunan kamar mandi bagi pengunjung, mengisi beberapa item dan pernak-pernik kerajaan.

Alhasil pengunjung bisa memakainya untuk sekedar berfoto dan dikenakan biaya yang sepantasnya sebagai pendapatan. Misalnya memakai baju kerajaan dengan biaya tertentu bisa melakukan beberapa kali berfoto, lengkap dengan ornamennya.

Biasanya dalam satu pekan ada saja wisatawan dalam negeri yang datang hanya ingin melihat dan mengenal sejarah Kerajaan Pelalawan. Bahkan wisatawan mancanegara kerap datang, seperti dari Singapura, Malaysia, dan dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Pasalnya Kerajaan Pelalawan pada masa keemasannya berhubungan erat dengan kerajaan dari negara sekitarnya. 

Camat Pelalawan, Joko Purnomo menilai objek wisata Istana Sayap sangat berpotensi mendatangkan PAD jika dikembangkan dengan baik karena banyak nilai-nilai yang didapatkan pengunjung selain berwisata ataupun refreshing.

Wisatawan bisa mengetahui sisi religius dan historis kerajaan serta pengetahuan yang kental dengan daerah atau kearifan lokal. 

"Masyarakat sekitar juga sangat terbuka bagi wisatawan yang datang. Tak ada penolakan dan bisa berbaur dengan pengunjung," tutur Joko Purnomo.

Selain itu, ada cerita dan kejadian mistis mengenai eksistensi Istana Sayap yang sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat. Bahkan beberapa kejadian berada di luar nalar atau tidak masuk dalam logika. Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin melihat secara langsung.

 BACA JUGA : 

Inilah 6 Jenis Produk Kopi ber-SNI yang Telah Diterbitkan Badan Standarisasi Nasional

Ekowisata Pelangi di Kepulauan Meranti, Tawarkan Panorama Laut dan Hijaunya Hutan Mangrove.

Area yang dianggap keramat juga mengharuskan pengunjung menjaga sopan santun dan tutur bicara yang lembut, seperti makam para raja-raja terdahulu. Hal-hal ganjil sering dialami para pendatang namun tidak merugikan atau membahayakan.

"Makam di komplek istana juga menjadi tempat berziarah para wisatawan. Termasuk anak-anak sekolah yang mengadakan perjalanan wisata edukasi," ucapnya.

Selain itu, terdapat juga tradisi Mandi Balimau Sultan yang digelar sekali setahun dalam rangka menyambut masuknya bulan puasa. Masyarakat disana biasa melakukan tradisi yang biasa dilakuan Sultan Pelalawan pada masanya. Lokasi mandi balimau sendiri di dekat Istana Sayap .

Mandi Balimau Sultan, telah dilakukan secara turun temurun oleh keluarga kerajaan dan masyarakat Pelalawan sejak dahulu kala.  Meski zaman telah jauh meninggalkan kekunoan, namun tradisi Mandi Balimau Sultan masih terus dilakukan oleh masyarakat di Kecamatan Pelalawan setiap menjelang masuknya Bulan Ramadan.

BACA JUGA : 

Berjalan Sukses, Bupati Alfedri Komit Melanjutkan Car Free Night di Siak

Merasakan Manfaat Hutan Pedalaman Riau Lewat Madu Sialang Anak Talang

Brand Singapura Harga Lokal, DPenyetz Tawarkan Lebih Dari 50 Menu Kuliner Asli Nusantara

Destinasi Wisata Riau Dalam Genggaman, Mari Unduh Aplikasi Dewi

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved