BBKSDA Riau

Harimau yang Terjerat di Kawasan HTI di Pelalawan Diberi Nama Corina, Begini Kondisi Terakhirnya

Medical check up akan dilakukan setelah kondisinya lebih membaik lagi, sudah tenang, tidak stress dan tidak dehidrasi

Harimau yang Terjerat di Kawasan HTI di Pelalawan Diberi Nama Corina, Begini Kondisi Terakhirnya
Dok Balai Besar KSDA Riau
Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau berusaha meyelamatkan seekor Harimau Sumatera yang terkena jerat di area konsesi hutan tanaman industri perusahaan di Blok Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Minggu (29/3/2020) 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang terkena jerat di kawasan konsesi hutan tanaman industri (HTI) perusahaan di Blok Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan kini telah berada di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) Sumatera Barat.

Sebelumnya, harimau tersebut berhasil dievakuasi Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau (KSDA Riau) pada Hari Minggu (29/3/2020) lalu.

Menurut Kepala Balai Besar KSDA Riau , Suharyono, kondisi harimau tersebut cenderung membaik dari segi agresivitas, serta keinginannya untuk makan dan minum,

“hanya saja kami sepakat dengan tim medis yang berada di PRHSD  untuk satu dua hari ini, hingga hari ketiga belum dilakukan medical check up terhadap keseluruhan dari harimau tersebut,” kata Suharyono di Kantor Balai Besar KSDA Riau Pekanbaru, Selasa (31/3/2020)

Dijelaskannya, medical check up akan dilakukan setelah kondisinya lebih membaik lagi, sudah tenang, tidak stress dan tidak dehidrasi, “Bila kondisi harimau sudah cukup stabil baru kami lakukan medical check up untuk lebih mengetahui kondisi sebenarnya dari harimau tersebut,” ujarnya.

Tiga Hari Terjerat di Teluk Meranti, Harimau Betina ini Akhirnya Dievakuasi ke Dharmasraya

Balai Besar KSDA Riau Lepasliarkan Trenggiling yang Ditemukan Warga di Kecamatan Sungai Apit

Saat ini tim medis masih melakukan observasi secara instens untuk menunggu kesembuhan kaki harimau tersebut, namun kondisinya cukup serius karena luka pada kakinya sudah sampai ke tulang.

Disampaikan Suharyono, tim medis masih belum dapat memastikan apakah luka itu bisa sembuh total atau dapat menyebabkan cacat.

“Tapi kita berharap semoga cepat sembuh, kita ingin lepas kembali di hutan aslinya, tidak di kandang seperti sekarang,” katanya.

Masih menurut Kepala Balai Besar KSDA Riau , harimau betina tidak memiliki teritori tertentu, biasanya kalau ada betina, di situ juga ada harimau jantan,

“informasi yang kami terima dari karyawan yang melapor pertama ke kami, karyawan dari PT RAPP, kemudian dari petugas-petugas kami yang berada di lapangan, pada saat harimau itu terjerat, ada satu ekor lagi yang nungguin di situ, artinya di wilayah tersebut masih ada harimau yang mungkin hidup bersama dengan harimau yang kita evakuasi,” katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved