Karhutla di Riau

Cegah Karhutla, Patroli Terpadu Akan Operasikan 32 Posko di Riau

Di Riau, Patroli Terpadu akan beroperasi di 32 posko dengan jangkauan 64 desa rawan kebakaran hutan dan lahan.

Cegah Karhutla, Patroli Terpadu Akan Operasikan 32 Posko di Riau
Istimewa
Koordinator Manggala Agni Riau Edwin Putra (kiri) melepas patroli terpadu di Markas Manggala Agni Daops Pekanbaru, Rabu (1/4/2020). 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai melaksanakan patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di empat provinsi rawan di Sumatera, meliputi Sumatera Utara , Riau , Jambi, dan Sumatera Selatan. 

Secara keseluruhan pada awal Bulan April ini, patroli terpadu di laksanakan di 97 desa rawan karhutla se-Sumatera. Khusus untuk Provinsi Riau, patroli terpadu akan beroperasi di 32 posko dengan jangkauan 64 desa rawan kebakaran hutan dan lahan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Basar Manullang mengungkapkan, meningkatnya intensitas kebakaran hutan dan lahan pada awal tahun 2020 di Sumatera khususnya Provinsi Riau dan Sumatera Utara harus segera direspon dengan upaya pencegahan yang lebih intensif.

“Tim patroli terpadu ini akan diterjunkan di desa-desa rawan karhutla sehingga segera mendeteksi secara dini setiap karhutla di lapangan dan akan segera langsung menanggulangi kebakaran yang terjadi dengan peralatan yang dibawanya.” jelas Basar dalam siaran pers yang diterima Tribunpekanbarutravel.com , Kamis (2/4/2020).

BACA JUGA : 

Kunjungan ke Mal Turun Hingga 85 Persen, ini Penjelasan Assosiasi Pengelola Pusat Belanja Riau

Gelar Operasi Penertiban, Balai Gakkum LHK Selamatkan 10 Satwa Dari Perdagangan di Siak Hulu

Strategi pengendalian Karhutla mengalami perubahan dengan memprioritaskan upaya pencegahan dan pemadaman secara dini.

Berbagai upaya terus dilakukan untuk mencegah terjadinya karhutla di tingkat tapak, salah satunya adalah melalui Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla.

Patroli Terpadu adalah salah satu upaya penting yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2016 dengan melibatkan peran serta para pihak meliputi Manggala Agni , TNI, Polri, pemerintah daerah dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Maksud kegiatan patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan adalah mensinergikan para pihak untuk melakukan pemantauan di tingkat tapak terutama di desa-desa rawan karhutla.  

Sedangkan tujuannya adalah melakukan deteksi dini pada areal rawan kebakaran, melakukan sosialisasi pencegahan, melakukan pemadaman dini, serta mewujudkan kehadiran unsur pemerintah di tingkat tapak.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved