Dampak Virus Corona di Riau

Bapenda Riau Bebaskan Denda Pajak Selama Masa Tanggap Darurat Covid-19, Begini Ketentuannya

Sesuai arahan Gubri, Bapenda Riau melakukan pembebasan denda pajak kendaraan bermotor selama masa tanggap darurat bencana nonalam pandemi Covid-19

Bapenda Riau Bebaskan Denda Pajak Selama Masa Tanggap Darurat Covid-19, Begini Ketentuannya
Istimewa
Penandatanganan surat keputusan terkait pembebasan denda pajak kendaraan bermotor selama masa tanggap darurat bencana nonalam pandemi Covid-19 disaksikan langsung oleh Gubernur Riau Syamsuar di Balai Pauh Janggi Kediaman Gubernur Riau, Pekanbaru , Jumat (3/4/2020). 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Sesuai dengan arahan Gubernur Riau Syamsuar , Badan Pendapatan Daerah Provinsi Riau melakukan pembebasan denda pajak kendaraan bermotor selama masa tanggap darurat bencana nonalam pandemi Covid-19 .

Plt Kepala Bapenda Syahrial Abdi mengungkapkan, Gubernur Riau sangat memahami kondisi masyarakat saat ini. Untuk itu, ia menginstruksikan agar Bapenda dapat meringankan beban masyarakat khususnya pajak kendaraan.

"Maraknya pandemi Covid-19, daya beli masyarakat Riau saat ini mengalami penurunan. Hal tersebut secara otomatis akan memperlambat perputaran roda ekonomi di provinsi ini," ujarnya, Jumat (3/4/2020)

Syahrial Abdi menuturkan, pihaknya juga telah melakukan rapat bersama Tim Samsat Riau sehari sebelumnya.

Melalui rapat tersebut, telah diputuskan bahwa Pemerintah Provinsi Riau memberikan pembebasan denda pajak kendaraan bermotor kepada masyarakat Riau yang kendaraannya jatuh tempo pada masa periode tanggap bencana, yaitu tanggal 17 Maret 2020 hingga 29 Mei 2020.

BACA JUGA : 

Pemko Pekanbaru Buka Posko Penerima Bantuan Penangan Covid-19

Kunjungan ke Mal Turun Hingga 85 Persen, ini Penjelasan Assosiasi Pengelola Pusat Belanja Riau

“Selama ini masyarakat Riau termasuk masyarakat yang taat pajak. Namun kondisi saat ini membuat mereka kesulitan untuk melakukan pembayaran pajak ke kantor Samsat . Sehingga tiba jatuh tempo akhirnya mau tidak mau kendaraan mereka terkena denda keterlambatan,” katanya.

Dilanjutkan Syahrial Abdi, wajib pajak bisa menunda pembayaran pajak kendaraan tanpa dikenakan denda keterlambatan selama pembayarannya dilakukan pada periode tersebut.

“Misalkan, si A jatuh tempo pajak kendaraannya tanggal 30 Maret, namun karena situasi dan kondisi saat ini membuat si A terlambat bayar pajak. Asalkan pajak yang terlambat tadi dibayarkan sebelum tanggal 29 Mei, si A tetap tidak akan dikenakan denda keterlambatan” jelasnya.

Ia mengatakan, kebijakan ini akan diberlakukan sesuai dengan situasi dan kondisi kedepannya. Baik itu terkait perpanjang waktu atau tidak.

Syahrial Abdi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan keringanan pajak tersebut melalui aplikasi e-Samsat atau Samsat Online Nasional (Samonas) yang bisa di download melalui Playstore android.

"Jangan lupa terus memperhatikan protokol kesehatan, mari kita manfaatkan momen ini dengan baik. Kalau untuk perpanjangan waktu akan kami tinjau ulang," tutupnya.

BACA JUGA : 

Galang Donasi Pembelian APD, Para Kartunis Riau Gelar Aksi Ngamen Ilustrasi

Dampak Covid-19, Penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru Turun 50 Persen

Peminat Kopi Liberika Meranti Banyak di Negara Tetangga, Namun Sepi di Negeri Sendiri

Penerbangan Banyak Dibatalkan, Asita Riau Minta Semua Mitra Permudah Proses Refund

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Samsat Simpang Tiga dan Kota Dilengkapi Dengan Bilik Disinfektan

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved