BBKSDA Riau

Kandang Harimau Corina Dilengkapi Empat Lampu Penghangat, Kondisinya Semakin Membaik

Corina dapat berjalan dengan menggunakan keempat kakinya, walaupun luka kaki kanan depannya sangat dalam hingga ke tulang, namun tendon tidak putus

Kandang Harimau Corina Dilengkapi Empat Lampu Penghangat, Kondisinya Semakin Membaik
Istimewa
Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang diberi nama Corina berada dalam kandang karantina di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) Yayasan Arsari Djojohadikusumo Sumatera Barat. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang berhasil diselamatkan Tim Balai Besar KSDA Riau dari jerat yang melukai kaki kanan depannya di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan pada Minggu (29/3/2020) lalu telah direhabilitasi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) Yayasan Arsari Djojohadikusumo Sumatera Barat.

Menurut Kepala Balai Besar KSDA Riau , Suharyono, Harimau Sumatera yang diberi nama Corina itu telah mengalami pemeriksaan kesehatan sejak tanggal 31 Maret 2020 dengan aspek pemeriksaan fisik, termasuk pembersihan luka beserta penanganan lukanya, pemeriksaan darah dan pemeriksaan parasit. 

Dalam siaran pers yang diterima Tribunpekanbarutravel.com , Diketahui harimau betina tersebut berumur kurang lebih 3 tahun dengan berat 77,8 kg. Selain luka jerat di kaki depan kanan, juga ditemukan beberapa luka kecil di bagian tubuh lainnya

“Kondisi luka kaki depan kanan cukup dalam dan lebar dengan tendon yang masih utuh. Hasil USG negative terhadap kebuntingan, namun pembesaran putting menunjukkan bahwa diduga Harimau Sumatera sudah pernah melahirkan.

BACA JUGA : 

Solidaritas Cegah Covid-19, PFI Pusat Kirimkan Bantuan ke 17 Kota di Indonesia, Termasuk Pekanbaru

UMKM Milenial Gagas Donasi Kopi Untuk Tenaga Medis Covid-19 di Pekanbaru

Pada pemeriksaan darah diketahui terjadi penurunan kadar kalsium dalam darah dan penurunan kadar phosphor. Indikasi bahwa satwa mengalami defisiensi nutrisi,” kata Suharyono.

Dilanjutkannya, pada pemeriksaan parasit diketahui terdapat caplak dan parasit dalam lambung satwa tersebut. Adapun berdasarkan diagnosa pemeriksaan kesehatan dan laboratorium,

Corina mengalami Anemia Makrositik Normokromik (Non regenerasi) yaitu anemia atau kekurangan darah karena kurangnya asupan nutrisi dan deep laserasi atau luka yang dalam,

“Untuk pemantauan kesehatan satwa Harimau Sumatera, maka mulai tanggal 3 April 2020, Corina dipindahkan ke kandang karantina untuk perawatan intensif 24 jam selama 14 hari ke depan,” tambahnya.

BACA JUGA : 

Tim Rescue BBKSDA Riau Berhasil Selamatkan Anak Beruang Dari Jeratan di Kecamatan Batang Gangsal

FOTO : BBKSDA Riau Rawat Dua Anak Kucing Hutan yang Ditemukan Warga

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved