Dampak Virus Corona di Riau

Dampak Pandemi Covid-19, Tradisi Festival Lampu Colok di Kabupaten Bengkalis Ditiadakan

Pemuda Desa Simpang Ayam cukup merasakan dampak pembatalan festival ini. Mereka hampir setiap tahun berhasil mendapatkan juara

Dampak Pandemi Covid-19, Tradisi Festival Lampu Colok di Kabupaten Bengkalis Ditiadakan
Dok Tribun Pekanbaru
Festival Lampu Colok tingkat Kabupaten Bengkalis beberapa tahun lalu 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, BENGKALIS - Suasana berbeda pastinya akan dirasakan masyarakat Kabupaten Bengkalis pada bulan Ramadan tahun ini.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis secara resmi membatalkan pelaksanaan Festival Lampu Colok tingkat Kabupaten Bengkalis .

Pembatalan tersebut tertuang melalui Surat Edaran (SE) Nomor: 430/DISPARBUDPORA/IV/2020/88 tanggal 6 April 2020.

Hal ini mengacu pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB) Nomor: 19 tahun 2020 tanggal 16 maret 2020 ,

kemudian edaran Kapolri Nomor: MAK/2/III/2020 tangal 17 Maret 2020 bahwa untuk sementara waktu tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang di masa tanggap darurat non alam pandemi Covid-19 . 

Adalah Pemuda Desa Simpang Ayam yang cukup merasakan dampak pembatalan festival ini. Mereka hampir setiap tahun mendapatkan juara karena bangunan menara lampu colok tiga dimensi yang dibuat sangat menarik.

BACA JUGA :

Paket Buka Puasa Bertiga Rp 200 Ribu di Grand Jatra Hotel Pekanbaru, Gratis Biaya Antar Jarak 5 Km

Memasak Dengan Air Fryer, Kove Healthy Kitchen Pekanbaru Hadirkan Menu Sehat yang Enak

Seorang panitia persiapan pembuatan menara colok bernama Mahadansyah merasa sedikit kecewa. Dirinya dan bersama Pemuda Simpang Ayam sejak sebulan terakhir sudah menyiapkan diri untuk membangun menara colok tahun ini.

Bahkan persiapan awal sudah dilakukan mereka dengan mempersiapkan kayu untuk membangun menara.

"Awal bulan lalu kita udah mulai persiapan bersama pemuda di sini. Kami mencari kayu untuk menegakkan menara," kata Mahadansyah baru-baru ini.

Diantaranya dengan memilih batang kayu yang dilakukan sejak awal puasa lalu. Kriterianya harus lurus untuk membuat menara sehingga memudahkan untuk merangkainya.

BACA JUGA :

Ngabuburit Sambil Belajar Berkuda di Horse Power Tambusai, Dipandu Langsung Coach Berpengalaman

Pantau Kesehatan dan Kegiatan Olahraga dengan Garmin, Tersedia di Asia Baru Foto Pekanbaru

"Persiapan memang harus jauh-jauh hari karena perlu gotong royong bersama mengerjakannnya. Paling tidak sebulan lebih untuk mempersiapkan satu menara saja," terangnya.

Kayu yang sudah terkumpul lalu dirangkai menjadi menara sejak awal puasa. Waktu mengerjakan menara ini biasanya dilakukan pemuda secara bergotong royong sore selepas ashar dan malam hari selepas tarawih.

"Kemarin dapat kabar tidak diadakan festival ini, kayu yang sudah kami cari ini tidak digunakan. Kami letakkan saja di sungai saja," ungkapnya.

Selain kayu, pihaknya juga sudah berencana menyiapkan desain khusus untuk miniatur masjid yang menjadi hiasan nantinya. Namun tidak jadi dikerjakan karena festival tahun ini dibatalkan pemerintah.

"Lampu colok juga sudah kita siapkan, sebagian lampu colok sisa kemarin ribuan juga yang sudah ada," terangnya.

BACA JUGA :

Kisah Raja Siantar di Bengkalis, Dipenjara Pemerintah Kolonial Hingga Jadi Guru Ngaji di Pengasingan

Pesona Teluk Rhu Bengkalis, Indahnya Pantai Berpasir Putih Sepanjang 13 Km

Namun menurut Mahadansyah, meskipun sedikit kecewa, ia bersama pemuda Simpang Ayam menyadari betul kebijakan diambil pemeritah ini merupakan yang terbaik.

Agar wabah yang melanda saat ini cepat berlalu dan tahun depan sudah kembali normal sehingga festival tahunan ini bisa berjalan lagi.

Tradisi Festival Lampu Colok yang digelar oleh masyarakat Pulau Bengkalis pada tiga malam terakhir bulan Ramadan atau disebut dengan malam tujuh likur sejak beberapa tahun terakhir memang begitu ramai.

Tidak hanya warga Kabupaten Bengkalis saja, tetapi masyarakat Kabupaten Bengkalis yang berada diperantauan juga biasanya pulang pada malam ke 27 Ramadan untuk melihat keindahan Festival Lampu Colok

Selain itu, masyarakat dari luar daerah juga banyak yang datang untuk mengabadikan gambar berada di menara lampu colok, bahkan dari Malaysia ada saja yang datang untuk melihat festival tersebut.

BACA JUGA :

Lezatnya Mie Rebus Merigi di Kedai Kopi Bengkalis Pekanbaru

Istana Peraduan, Warisan Pusaka Kesultanan Siak

Kedai Nasi Bu Yanti di Kabupuaten Siak , Juaranya Asam Pedas Tapah dan Juaro Panggang

Berwisata Sambil Belajar Sejarah Kerajaan di Istana Sayap Pelalawan

Destinasi Wisata Riau Dalam Genggaman, Mari Unduh Aplikasi Dewi

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved