Destinasi Wisata di Bengkalis

Tidak Diadakan Tahun ini Akibat Covid-19, Begini Sejarah Festival Lampu Colok di Pulau Bengkalis

Sebelum berbentuk menara yang memperlihatkan keindahan miniatur bangunan, lampu Colok ternyata punya sejarah sendiri dimasa lampau.

Tidak Diadakan Tahun ini Akibat Covid-19, Begini Sejarah Festival Lampu Colok di Pulau Bengkalis
Dok Tribun Pekanbaru
Festival Lampu Colok tingkat Kabupaten Bengkalis beberapa tahun lalu 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, BENGKALIS - Festival Lampu Colok yang digelar pada malam ke 27 Ramadan hingga malam terakhir Ramadan merupakan agenda tahunan di Kabupaten Bengkalis.

Ajang itu menyuguhkan keindahan menara yang tingginya belasan meter berisi lampu-lampu bewarna kekuningan. Dari menara tersebut akan terlihat visual miniatur bangunan.

Biasanya bangunan yang diperlihatkan berupa bangunan berbentuk masjid, bahkan sebagian menara memperlihatkan visual masjidnya tiga dimensi.

Menara ini tidak hanya ada disatu titik, jumlahnya bisa puluhan menara dari ujung timur hingga barat Pulau Bengkalis . Keindahan pemadangan yang diciptakan menara lampu ini bisa dinikmati pengendara sepeda motor yang melintasi jalan lingkar Pulau Bengkalis dari ujung ke ujung.  

Menara dengan ribuan lampu akan terlihat dipinggiran jalan, tepatnya disekitar pekarangan Masjid atau di tanah lapang yang ada di pinggiran jalan lingkar Pulau Bengkalis . Namun lampu-lampu yang berbentuk bangunan di menara ini ternyata bukanlah lampu listrik. 

Tetapi lampu yang terbuat dari kaleng dan botol berisikan minyak dengan sumbu. Lampu ini terkenal dengan sebutan lampu colok oleh masyarakat Riau khususunya Bengkalis .

BACA JUGA :

Dampak Pandemi Covid-19, Tradisi Festival Lampu Colok di Kabupaten Bengkalis Ditiadakan

Ngabuburit Sambil Belajar Berkuda di Horse Power Tambusai, Dipandu Langsung Coach Berpengalaman

Lampu colok yang disusun sehingga membentuk bangunan disebuah menara kayu tinggi belasan meter sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Bengkalis. Keindahannya akan terus menyala setiap malam dari malam 27 hingga 30 Ramadan. 

Tidak hanya warga Bengkalis saja, tetapi masyarakat Bengkalis yang berada diperantauan juga biasanya pulang pada malam ke 27 Ramadan ini, untuk melihat keindahan Festival Lampu Colok

Selain itu masyarakat dari luar daerah juga banyak yang datang untuk mengabadikan gambar berada di menara menara lampu colok, bahkan dari Malaysia ada saja yang datang untuk melihat festival tersebut.

Namun suasana berbeda pastinya akan dirasakan masyarakat Bengkalis pada bulan Ramadan tahun ini, karena Pemerintah Kabupaten Bengkalis secara resmi membatalkan pelaksanaan Festival Lampu Colok tingkat Kabupaten Bengkalis.

Pembatalan tersebut tertuang melalui Surat Edaran (SE) Nomor: 430/DISPARBUDPORA/IV/2020/88 tanggal 6 April 2020.

Hal ini mengacu pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB) Nomor: 19 tahun 2020 tanggal 16 maret 2020 kemudian edaran Kapolri Nomor: MAK/2/III/2020 tangal 17 Maret 2020,

bahwa untuk sementara waktu tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang di masa tanggap darurat non alam pandemi Covid-19 .

BACA JUGA :

Buaya yang Terkam Nelayan di Perairan Teluk Lanus Ditangkap dan Dibunuh, Ini Tanggapan BBKSDA Riau

Kerja Ikhlas Penjaga Pemakaman Raja Indragiri Desa Kota Lama

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved