Destinasi Wisata di Siak

Kisah Meriam Buntung di Istana Siak, Dicuri, Dipotong, Hingga Diselamatkan Dari Kapal Karam

Selain perkakas sultan dan permaisuri, alat musik serta perabotan, senjata berat berupa meriam juga banyak ditemui di Istana Siak

Kisah Meriam Buntung di Istana Siak, Dicuri, Dipotong, Hingga Diselamatkan Dari Kapal Karam
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Berbagai jenis meriam dapat ditemui di Istana Siak Kabupaten Siak 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, SIAK - Barang-barang unik peninggalan sejarah Kerajaan Siak menjadi koleksi berharga pengisi istana yang dikenal dengan Istana Matahari Timur.

Selain perkakas sultan dan permaisuri, alat musik serta perabotan, senjata berat berupa meriam juga banyak ditemui di Istana Siak . 

Dalam bahasa Melayu, meriam disebut juga Kanon atau Lela. Ini merupakan senjata artileri yang berukuran besar, berbentuk tabung yang panjang. 

BACA JUGA :

Kerja Ikhlas Penjaga Pemakaman Raja Indragiri Desa Kota Lama

Tidak Diadakan Tahun ini Akibat Covid-19, Begini Sejarah Festival Lampu Colok di Pulau Bengkalis

Meriam ini menggunakan bubuk mesiu atau bahan pendorong lainnya untuk menembakkan proyektil.  

Disampaikan juru kunci Istana Siak Zainuddin belum lama ini, meriam menjadi salah satu senjata andalan di masa kesultanan,

Sayangnya, sejak wabah Virus Corona atau Covid-19 merebak, Istana Siak tutup untuk umum.

Berbagai peninggalan sejarah dapat ditemui di Istana Siak
Berbagai peninggalan sejarah dapat ditemui di Istana Siak (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Buat sementara waktu, warga dan wisatawan belum dibenarkan menjelajahi benda-benda bersejarah yang berada di kompleks Istana  Asserayah Al Hasyimiyah itu.

Menariknya, meriam yang terdapat di istana Siak ternyata beragam ukuran dan kaliber.

Masing-masingnya juga mempunyai jangkauan, sudut tembak dan daya tembak yang berbeda.  

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved