PSBB di Pekanbaru

Harga Daging Ayam Mulai Merangkak Naik Selama Masa PSBB di Pekanbaru, Telur Ayam Justru Turun

Diprediksi kenaikan harga tersebut masih akan berlanjut seiring dekatnya Lebaran.

Harga Daging Ayam Mulai Merangkak Naik Selama Masa PSBB di Pekanbaru, Telur Ayam Justru Turun
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Pedagang ayam potong tengah bekerja di Pasar Pagi Arengka, Selasa (5/5/2020) 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Harga ayam potong di pasar-pasar di Kota Pekanbaru kini menyentuh harga sekitar Rp 20 ribu/kg nya untuk ayam ukuran besar, Selasa (5/5/2020). Harga tersebut naik dari sebelumnya di kisaran harga Rp 17-18 ribu/kg.

Menurut seorang pedagang ayam potong di Pasar Pagi Arengka, hal tersebut dikarenakan perusahaan yang memproduksi anak ayam mulai menurunkan pasokan akibat menurunnya permintaan di pasaran.

Diprediksi kenaikan harga tersebut masih akan berlanjut seiring dekatnya Lebaran.

“Penurunan penjualan sampai 70 persen, sekarang peternak ayam juga mengurangi jumlah ternak ayam nya daripada rugi, soalnya harga pakan ayam sekarang naik,” keluh pedagang tersebut kepada Tribunpekanbarutravel.com .

BACA JUGA :

Hotel Aryaduta Hadirkan Progam Iftar Ramadan, Menu Bervariasi Dari Sajian Pembuka Hingga Penutup

Isi BBM, Sopir Angkot Bisa Dapatkan Cashback 50 Persen Setiap Hari dari Pertamina

Menurutnya, sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pekanbaru, aktivitas jual beli di pasar menurun drastis, pedagang ayam akhirnya ikut terdampak.

Tutupnya sejumlah rumah makan di pekanbaru sangat berimbas ke pedagang ayam. “Apalagi kampus-kampus diliburkan, mahasiswa banyak yang pulang kampung, padahal yang meramaikan rumah makan itu banyaknya mahasiswa,” tambahnya.

Pedagang telur ayam tengah menyusun dagangannya di Pasar Pagi Arengka, Selasa (5/5/2020)
Pedagang telur ayam tengah menyusun dagangannya di Pasar Pagi Arengka, Selasa (5/5/2020) (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Namun meski harga ayam potong naik, harga telur ayam justru mengalami penurunan dengan harga sekitar 34 ribu/papan (30 butir), harga tersebut mengalami penurunan secara bertahap sejak seminggu terakhir dari sebelumnya di atas harga Rp 40 ribu/papan.

Menurut seorang pedagang telur ayam di Pasar pagi Arengka bernama Alen. Penurunan ini terjadi di seluruh Indonesia, bahkan di Pulau Jawa harga telur ayam turun di harga Rp 12 ribu/kg, sebelumnya Rp 22 ribu/kg.

BACA JUGA :

Dinkes Riau Bersama Mahasiswa dan Komunitas Salurkan 1000 Lusin Masker Kain ke 19 Pasar di Pekanbaru

Cegah Covid-19, Bank Indonesia Karantina Uang Rupiah 14 Hari Sebelum Diedarkan.

“Penjualan menurun sampai 75 persen, sedangkan ayam terus memproduksi telur, sementara itu harga pakan ayam petelur naik karena kandungan pakannya masih ada yang impor, daripada tidak ada yang beli, karena itu harganya diturunkan,” kata Salen.

Dikatakannya, para peternak ayam petelur tidak mungkin menurunkan jumlah dan kualitas pakan ayamnya, karena bila itu dilakukan, ayam akan enggan bertelur dengan baik dan apabila itu terjadi, ayam akan susah kembali bertelur dengan normal.

“Sebelum masa PSBB, peternak ayam akan menjual telur ayam di atas Rp 1000/butir. Tapi sekarang di bawah Rp 1000/butir,” ujar Alen.

Meski begitu, ia masih bersyukur karena masih memiliki usaha walaupun keuntungannya sementara ini tidak sebayak sebelumnya, “Alhamdulillah masih bisa jualan,” katanya.

BACA JUGA :

Gemasnya Kreasi Puding Oh Jelly, Bikin Gak Tega Makannya

Dapoer Cik Puan Hadirkan Kuliner Nusantara Khas Swiss-Belinn SKA Pekanbaru

Tidak Diadakan Tahun ini Akibat Covid-19, Begini Sejarah Festival Lampu Colok di Pulau Bengkalis

Mitra UMKM di Alfamart dan Alfamidi Tidak Perlu Bayar Uang Sewa Hingga Mei

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved