PSBB di Pekanbaru

Tetap Optimis, Pengrajin Alat Musik ini Justru Tingkatkan Produksi di Tengah Pandemi Covid-19

Meskipun BMR tidak beroperasi, ia tetap memproduksi alat musik di rumahnya, bahkan produksi di workshop dadakan itu meningkat dari sebelumnya.

Tetap Optimis, Pengrajin Alat Musik ini Justru Tingkatkan Produksi di Tengah Pandemi Covid-19
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Pengrajin alat musik sekaligus pemilik Balai Musik Riau (BMR) , Robithah Irawan (30) membuat alat musik gambus di kediamannya Jalan Kartama Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Pengrajin alat musik sekaligus pemilik Balai Musik Riau (BMR) di Jalan Kartama Pekanbaru , Robithah Irawan (30) sudah dua bulan terakhir ini menutup toko alat musik BMR nya akibat wabah Covid-19 .

Ditambah lagi, dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan Pemerintah Kota Pekanbaru membuat aktivitas di BMR berhenti seluruhnya.

“Selain menjual alat musik, di BMR kita juga ada les musik privat dan servis alat musik, semuanya sudah kita hentikan sementara ini,” kata pria yang akrab disapa Robie tersebut saat berbincang dengan Tribunpekanbarutravel.com di kediamannya, Jalan Kartama Pekanbaru Rabu (6/2/2020).

BACA JUGA : 

Tidak Bisa Pulang, 8 Mahasiswa Riau dari Arab Saudi dan 5 Santri dari Malaysia Tertahan di Jakarta

Kisah Meriam Buntung di Istana Siak, Dicuri, Dipotong, Hingga Diselamatkan Dari Kapal Karam

Namun meskipun BMR tidak beroperasi, ia tetap memproduksi alat musik di rumahnya, bahkan produksi di workshop dadakan itu meningkat dua kali lipat dari sebelumnya.

“sekarang kita work from home , karena toko tutup, waktu saya jadi lebih banyak untuk membuat alat musik,” kata Robie.

Sebelumnya, ia mempunyai dua pekerja yang membantunya, satu untuk membuat alat musik dan satu lagi untuk menerima servis alat musik,

sedangkan ia sendiri bagian menjaga toko, “yang membuat alat musik sekarang sudah pulang kampung, yang bagian servis sekarang tidak bisa kerja, karena tidak ada yang membutuhkan servis lagi,” katanya.

BACA JUGA :

Tidak Diadakan Tahun ini Akibat Covid-19, Begini Sejarah Festival Lampu Colok di Pulau Bengkalis

Ngabuburit Sambil Belajar Berkuda di Horse Power Tambusai, Dipandu Langsung Coach Berpengalaman

Menurut Robie, bisnis alat musik sekarang sangat lesu, penjualannya menurun hingga 50 persen, dalam sebulan biasanya ia dapat menjual 50 alat musik berbagai jenis, mulai dari gambus melayu , gitas klasik, kompang, cajon dan lainnya dengan omzet sekitar Rp 15 juta/bulan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved