Destinasi Wisata di Siak

Meja Bersejarah di Istana Siak, Dibuat Dari Kayu Jati Oleh Pengrajin Asal Jepara Tahun 1890

Meja tersebut merupakan meja pertemuan Sultan Siak. Dibuat dari kayu jati oleh seorang pengrajin asal Jepara pada 1890 silam.

Meja Bersejarah di Istana Siak, Dibuat Dari Kayu Jati Oleh Pengrajin Asal Jepara Tahun 1890
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Meja kayu di Istana Siak ini merupakan tempat sultan mengadakan pertemuan dengan para pemuka dan mitranya 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, SIAK – Salah satu koleksi yang cukup menarik perhatian di dalam Istana Siak adalah sebuah meja panjang yang terbuat dari kayu.

Meja tersebut merupakan meja pertemuan Sultan Siak. Dibuat dari kayu jati oleh seorang pengrajin asal Jepara pada 1890 silam. 

Meja itu dilengkapi 18 kursi sandar yang juga terbuat dari kayu jati. Saat ini meja bersejarah tersebut dialas dan dibalut dengan plastik bening. 

Jika berkunjung ke dalam Istana Siak (Matahari Timur), pengunjung masih bisa melihat bentuk dan rupanya. Meja dan kursi tersebut menjadi kekayaan dan saksi sejarah di dalam Istana Siak. Meja itu masuk ke dalam inventaris benda-benda bersejarah di sana. 

BACA JUGA :

Tetap Optimis, Pengrajin Alat Musik ini Justru Tingkatkan Produksi di Tengah Pandemi Covid-19

Ingin Ketularan Cantik, Pengunjung Berkaca di Cermin Permaisuri Istana Siak

Seorang penjaga Istana Siak bernama Taufik mengatakan bahwa di meja inilah dulu Sultan mengadakan pertemuan dengan para pemuka dan mitranya,

Meja itu berada di ruangan sebelah kiri atau Timur. Di ruangan ini juga terdapat singgasana Sultan Siak yang konon terbuat dari emas.

Masih di ruangan yang sama juga terdapat alat musik Alat pemutar musik Gramophone merk Komet .

Alat pemutar musik Gramophone merk Komet di Istana Siak
Alat pemutar musik Gramophone merk Komet di Istana Siak (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Alat musik super langka ini merupakan produk Jerman yang hanya tinggal 2 di dunia. Satu berada di Istana Siak yang terawat dengan baik dan satunya lagi berada di Jerman. 

"Pengunjung tidak dibenarkan duduk di kursi dan di meja ini. Protap itu dibuat demi menjaga nilai benda bersejarah ini," ujar Taufik beberapa waktu lalu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved