Dampak Virus Corona di Riau

Pemijat Tunanetra di Pekanbaru Kehilangan Penghasilan, Butuh Bantuan di Tengah Pandemi Covid-19

Sejak adanya wabah Covid-19, penghasilan para penyandang tunanetra yang berprofesi sebagai pemijat semakin tidak menentu

Pemijat Tunanetra di Pekanbaru Kehilangan Penghasilan, Butuh Bantuan di Tengah Pandemi Covid-19
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Kediaman Suparman yang berprofesi sebagai pemijat di Jalan Sekuntum Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Pandemi Covid-19 tidak hanya menyebabkan orang yang terinfeksi menjadi sakit bahkan meninggal dunia.

Namun, wabah ini juga telah mematikan penghasilan sebagian warga masyarakat, apalagi bagi mereka yang bekerja menyediakan jasa.

Untuk bekerja mereka mengharuskan berinteraksi dan bersentuhan langsung dengan pengguna jasa.

Mereka adalah warga tunanetra yang bekerja sebagai pemijat. Dampak dari Covid-19 sangat mereka alami,

terutama sejak adanya anjuran pemerintah pada warga masyarakat untuk tinggal di rumah, bekerja, belajar dan beribadah di rumah serta mengurangi kegiatan di luar rumah hingga menjaga jarak fisik.

Hal ini sebagai cara ampuh memutus mata rantai penyebaran Covid-19 .

Disampaikan seorang perempuan tunanetra yang berprofesi sebagai pemijat di Kota Pekanbaru, Eliza Tania.

Dalam kondisi biasa, penghasilan rata-rata Rp 150 ribu/hari untuk menghidupi dirinya dan keluarganya.

“Namun, dengan adanya wabah Virus Corona, saya hanya mampu menghasilkan 240 ribu/minggu”, ungkap Eliza belum lama ini.

Menurutnya, sejak keluarnya peraturan mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ia tidak lagi menerima panggilan untuk memijat di rumah pelanggan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved