PSBB di Pekanbaru

PSBB Lima Kabupaten Kota di Riau Akan Dilaksanakan Bersamaan dengan Perpanjangan PSBB Pekanbaru

Begitu juga dengan perpanjangan PSBB Kota Pekanbaru yang juga dilaksanakan pada waktu yang sama.

PSBB Lima Kabupaten Kota di Riau Akan Dilaksanakan Bersamaan dengan Perpanjangan PSBB Pekanbaru
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Ruas Jalan Sudirman, depan Mal Pekanbaru ditutup sehingga tidak bisa dilewati pengendara saat penetapan PSBB , Senin (27/4/2020) 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARUPembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di lima kabupaten kota di Riau, yaitu di Kabupaten Kampar, Siak, Pelalawan, Bengkalis dan Kota Dumai akan dilaksanakan serentak pada tanggal 15 Mei 2020.

Begitu juga dengan perpanjangan PSBB Kota Pekanbaru yang juga dilaksanakan pada waktu yang sama.

Disampaikan Gubernur Riau Syamsuar , saat ini sedang dipersiapkan peraturan bupati dan peraturan walikota termasuk Pergub nya.

“Nanti pelaksanaanya sejalan dengan perpanjangan PSBB Kota Pekanbaru, mudah-mudahan bisa kita laksanakan serentak," kata Syamsuar, Rabu (13/5/2020).

BACA JUGA : 

Walikota Pekanbaru Berencana Memperpanjang Kembali Pemberlakuan PSBB

Kemenkes Sahkan Penetapan PSBB di Lima Derah di Riau

Ia menginstruksikan kepada bupati dan walikota di lima daerah itu untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyakat di wilayahnya masing-masing terkait akan dilaksanakannya PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19 .

"Kita minta bupati dan walikota mulai hari ini segera lakukan sosialisasi kepada masyarakat," katanya.

Ruas Jalan Sudirman, depan Mal Pekanbaru ditutup sehingga tidak bisa dilewati pengendara, Senin (27/4/2020)
Ruas Jalan Sudirman, depan Mal Pekanbaru ditutup sehingga tidak bisa dilewati pengendara, Senin (27/4/2020) (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Dijelaskan Syamsuar, untuk pelaksanaan PSBB di kabupaten akan berbeda dengan PSBB di kotamadya.

Jika di kotamadya dilakukan secara menyeluruh, untuk di kabupaten harus dilakukan pemetaan.

Sebab ada kecamatan yang rawan dan ada yang tidak rawan. Sehingga pelaksanaanya tidak bisa disama ratakan. 

BACA JUGA :

Pemijat Tunanetra di Pekanbaru Kehilangan Penghasilan, Butuh Bantuan di Tengah Pandemi Covid-19

Lawan Covid-19, Komunitas Penikmat Kopi Hitam Pekanbaru Berikan Ratusan APD ke Tim Medis

"Misalnya ada desa yang jauh dipelosok dan terisolir, orang dari luar tidak ada datang kesana, itu tidak perlu PSBB, karena tranposrtasi kan tidak ada, orang keluar masuk juga jarang," ujarnya.

Ia mencontohkan desa yang terisolir tersebut ada di beberapa kabupaten. Sehingga di desa itu tidak perlu diterapkan PSBB.

"Seperti di Siak itu ada nama Desa Teluk Lanus, tidak ada transportasi umum, yang daerah-daerah seperti ini tentu harus ada perlakukan khusus. Nanti bupati yang menetapkan kebijakanya," katanya. 

BACA JUGA :

Puluhan Miliar Omzet Pusat Perbelanjaan di Riau Hilang Jelang Lebaran, Dampak Pandemi Covid-19

Pendapatan Nol Rupiah, Pengusaha Biro Perjalanan Banyak Banting Setir ke Kuliner

Harga Daging Ayam Mulai Merangkak Naik Selama Masa PSBB di Pekanbaru, Telur Ayam Justru Turun

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved