Destinasi Wisata di Bengkalis

Cerita di Kampung Zapin Desa Meskom Bengkalis, Mengenal Tarian Sarat Makna yang Diajarkan Sejak Dini

Di sana zapin sudah menjadi darah daging bagi masyarakat. Secara turun menurun zapin, sudah diajarkan kepada anak-anak.

Dok Tribun Pekanbaru
Zaiudin memainkan gambus melayu di Kampung Zapin Dusun Simpang Merpati Desa Meskom , Kabupaten Bengkalis beberapa waktu lalu 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, BENGKALIS - Kampung Zapin Dusun Simpang Merpati Desa Meskom di Kabupaten Bengkalis sekilas tidak ada bedanya dengan desa-desa lain.

Aktifitas warga terlihat seperti layaknya masyarakat pedesaan pada umum.

Namun siapa sangka, di sana zapin sudah menjadi darah daging bagi masyarakat. Secara turun-temurun zapin, sudah diajarkan sejak dini kepada anak-anak.

Tidak hanya tariannya saja, anak-anak di sana juga pandai bermain alat musik gambus pengiring zapin.

Hampir diwaktu sengang pemuda menghabiskan waktu bernyanyi syair melayu dengan menggunakan gambus melayu .

BACA JUGA :

Tugu Pengibaran Merah Putih Pertama di Pulau Bengkalis, Saksi Bisu Perjuangan yang Kini Terlupakan

Ekaputra Meatshop Pekanbaru Sediakan Daging Berkualitas Tinggi, Paling Premium Wagyu Asal Jepang

Salah satu pemilik sanggar zapin tradisi di kawasan tersebut, Zainuddin bercerita bagaimana awalnya dirinya mengenal zapin.

Sejak usianya menginjak 15 tahun Zainudin sudah diajari oleh ayahnya untuk berzapin.

Ilmu tarian ini pertama kali dikenalnya dari sang ayah bernama Muhammad Harun. Belajar zapin dahulu tidak sama seperti sekarang yang sudah mudah dengan mengikuti hitungan.

Kalau dahulu belajar zapin mereka tidak menggunakan hitungan, melainkan dengan mengikuti irama gambus yang dimainkan.

"Kalau sekarang tanpa gambus pun orang bisa bermain zapin, tinggal belajar mengikuti hitungan langkah saja," ungkapnya pria paruh baya tersebut beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kalau tarian zapin mungkin banyak penari di luar Kampung Zapin ini bisa menarikannya, bahkan gerakannya jauh lebih bagus dari mereka yang tinggal di sini.

Namun kalau mencari orang yang konsisten dengan melestarikan tarian ini tentu tidak salah jika mencarinya di kampung ini.

"Karena bagi kami zapin bukan hanya sekedar tarian saja. Tetapi merupakan cara kami bermasyarakat dan bersilahturahmi. Berinteraksi dengan sesama di sini," pungkasnya.

BACA JUGA :

Hari Lebah Sedunia 2020 : Menyelamatkan Masa Depan Melalui Konservasi Lebah

FOTO : Warga Mengambil Ribuan Mie Instan yang Mengambang Dari Kapal Karam di Sungai Siak Pekanbaru

Zapin selalu ditampilkan di setiap kegiatan di sini, seperti pembukaan MTQ hingga acara pernikahan.

"Tradisi di sini begitu, ketika ada hajatan pernikahan saat malam setelah akad nikah masyarakat pasti menari zapin bersama sama. Bahkan terkadang hingga larut malam sambil bersilahturahmi," terangnya.

Bagi masyarakat Kampung Zapin , setiap gerakan rentak tari zapin mempunyai filosofi sendiri dan arti menjadi ajaran dan pegangan dalam menjalani kehidupan.

Zainudin sendiri masih ingat betul makna setiap rentak tarian zapin tradisi yang sudah dipegangnya sebagai pedoman hidup.

"Itulah makna tarian zapin yang diajarkan sewaktu kecil, agar makna tersirat dari gerakan tarian jadi pegangan hidup kita," kata Zainudin.

Pria ini mencontohkan rentak ragam yang diajarkan yakni saat pertama kali menari dimulai dengan gerakan sembah alif memilik makna keesaan tuhan menyembah dan berserah diri pada yang satu.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved