BBKSDA Riau

Dua Ekor Beruang Resahkan Warga Bukit Timah Dumai, Kerap Mangsa Ayam Peliharaan

Menurut seorang warga setempat bernama Hanafi, ia berharap agar beruang itu dapat ditangkap oleh instansi terkait agar bisa dijauhkan

Istimewa
Dua ekor Beruang Madu memasuki pemukiman warga di Kelurahan Bukit Timah , Kecamatan Dumai Selatan , Kota Dumai, Senin (1/6/2020). 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Warga Kelurahan Bukit Timah , Kecamatan Dumai Selatan , Kota Dumai akhir-akhir ini diresahkan dengan keberadaan dua ekor Beruang Madu yang kerap muncul di pemukiman.

Menurut seorang warga setempat bernama Hanafi, ia berharap agar beruang itu dapat ditangkap oleh instansi terkait agar bisa dijauhkan dari kawasan tersebut .

"Bikin warga takut, lagian itu beruang sering makan ayam di kandang warga," katanya sambil memperlihatkan rekaman dua ekor beruang yang berkeliaran dengan jarak hanya 50 meter dari rumahnya, Senin (1/6/2020).

BACA JUGA :

Diduga Diincar Pemburu, Ada Bangkai Babi di Dekat Harimau yang Mati Terjerat di Area Konsesi PT AA

Kandang Harimau Corina Dilengkapi Empat Lampu Penghangat, Kondisinya Semakin Membaik

Dikatakan Hanafi, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau telah datang ke lokasi tersebut dan telah melakukan pendataan, namun tidak melakukan upaya penangkapan.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknis KSDA Riau, M.Mahfud meyampaikan bahwa Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Resort Dumai tengah melakukan upaya penggiringan terhadap satwa tersebut supaya jauh dari perkampungan.

"Teman-teman BBKSDA Resort Dumai dibantu kader konservasi sedang berupaya menggiring untuk masuk hutan TWA (Taman Wisata Alam,red) Sungai Dumai," katanya.

Seekor beruang madu di kandang transit Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Pekanbaru, Jumat (26/1/2018). Beruang betina tersebut awalnya ditemukan di hutan dengan kaki depan kanannya terjerat. Namun sayang, kaki beruang tersebut akhirnya putus.
Seekor beruang madu di kandang transit Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Pekanbaru, Jumat (26/1/2018). Beruang betina tersebut awalnya ditemukan di hutan dengan kaki depan kanannya terjerat. Namun sayang, kaki beruang tersebut akhirnya putus. (Tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Beruang Madu (Helarctos malayanus) merupakan satwa liar yang dilindungi undang-undang. Populasi beruang di alam saat ini terus menurun, salah satunya disebabkan perusakan habitat.

Berdasarkan Buku Informasi Jenis Satwa Liar Dilindungi yang dikeluarkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau 

BACA JUGA :

Tim Rescue BBKSDA Riau Berhasil Selamatkan Anak Beruang Dari Jeratan di Kecamatan Batang Gangsal

Seekor Gajah Jantan Mati di Kebun Binatang Kasang Kulim, Ini Kronologis dan Dugaan Penyebabnya

satwa ini mempunyai habitat di hutan tropis dataran rendah dan tinggi, hutan primer dan sekunder, sering juga di tanah-tanah pertanian, sampai pada ketinggian 2.143 MDPL dengan penyebaran di Sumatera dan Kalimantan

Bagian yang diperdagangkan secara ilegal adalah kulit, empedu, kepala untuk hiasan, kantung kemaluan untuk obat dan seluruh tubuh untuk offset dan sebagai peliharaan dengan jenis ancaman adalah aktifitas perburuan perdagangan dan kerusakan habitat.

Saat ini Beruang Madu termasuk spesies yang terancam dan dilindungi Undang-undang dalam Konvensi CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) Appendix I (2017) dengan status vulnerable (rentan).

Gerombolan Gajah Liar Rusak Rumah Warga dan 100 Batang Sawit di Kabupaten Bengkalis

Sering Terlihat Buaya, Namun Wisatawan di Danau Meduyan Inhu Tetap Banyak

Buaya yang Terkam Nelayan di Perairan Teluk Lanus Ditangkap dan Dibunuh, Ini Tanggapan BBKSDA Riau

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved