Komunitas

Puluhan Varian Anggur Impor Berhasil Dibudidayakan di Riau, Hasilnya Sama Dengan yang di Luar Negeri

Hasilnya, selain memiliki manis yang sama dengan anggur-anggur impor, tanamannya pun tumbuh lebat dan subur.

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Istimewa
Gubernur Riau Syamsuar saat berkunjung dan panen di salah satu rumah koordinator PengANGGURan Riau di kawasan Kubang beberapa waktu lalu 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Banyak orang mengira anggur tidak bisa tumbuh dengan baik pada daerah panas seperti di Provinsi Riau .

Padahal dengan melakukan penanaman dan perawatan yang tepat, hasilnya tidak kalah dengan negara penghasil anggur seperti, Ukraina, Prancis, Jepang, India dan lainnya.

Di Kota Pekanbaru, dan sebagian daerah di Provinsi Riau , kini sudah dicoba budidaya tanaman yang dikenal sebagai buah mewah ini.

Hasilnya, selain memiliki manis yang sama dengan anggur-anggur impor, tanamannya pun tumbuh lebat dan subur.

BACA JUGA :

Humaira Snack and Dimsum Pekanbaru Sajikan Dimsum Berkualitas, Isian Lebih Padat dan Lembut Dikunyah

Miliki Puluhan Jenis Anggur, Agrowisata Hani Grape di Bengkalis Ramai Dikunjungi Saat Musim Berbuah

Adalah komunitas PengANGGURan , yaitu Penghobi Tanaman Anggur. Kelompok ini hadir sebagai wadah tempat berbagi bagaimana cara membudidayakan anggur varian impor di Kota Pekanbaru dan daerah lainnya di Riau.

Hingga saat ini, mereka telah sukses menanam dan membudidayakan puluhan jenis anggur varietas impor, yang layak konsumsi dengan tingkat kemanisan buah yang berbeda-beda.

Mulai dari varietas Ninel, Jupiter, Akademik, Transfiguration, Dixon, Everest, Carnival, dan belasan variant impor lainnya.

Salah seorang koordinator PengANGGURan, Dhani mengatakan, secara teori, budidaya anggur memang tampak sulit.

Namun ketika dikerjakan nyatanya bisa dilakukan dengan sangat mudah.

BACA JUGA :

Contempo Mal Ciputra Hadirkan Promo Special Price, Diskon Hingga 70 Persen

Cegah Penularan, Distakan Pekanbaru Gelar Penyuntikan Vaksin Anti Rabies Massal di Rumbai Pesisir

Dikatakan Dhani, masyarakat di Riau pada umumnya tidak percaya bahwa anggur bisa tumbuh bahkan berbuah di Kota Pekanbaru dengan iklim yg tidak sama di luar negri penghasil anggur.

"Masyarakat pada umumnya tidak percaya kalau tanaman anggur di Riau bisa semanis anggur dari luar negeri.

Karena biasanya tanaman anggur lokal yang dimiliki masyarakat berbuah asam dan kurang layak konsumsi, dengan varietas Isabella atau Red Master," kata Dhani , Selasa (16/6/2020).

Dihasilkannya puluhan jenis tanaman anggur oleh anggota PengANGGURan tidak terlepas dari teknik penanaman yang benar, yang dipelajari dalam komunitas tersebut.

BACA JUGA :

Peringati Milad ke-38, Unilak Gelar Berbagai Perlombaan Secara Online

Menikmati Sajian Kuliner Khas Timur Tengah di Restoran The Food Opera Pekanbaru

Komunitas pengANGGURan ini berdiri kurang lebih hampir 2 tahun, pesertanya tersebar dari seluruh wilayah Riau, seperti Pekanbaru, Perawang, Siak, Duri, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, dan Pulau Bengkalis.

"Tujuan bedirinya komunitas PengANGGURan Riau ini adalah sebagai wadah tempat berbagi, bagaimana cara membudidayakan anggur varian impor. Kawan-kawan pengANGGURan sudah banyak yang sukses membudidayakan puluhan anggur varietas impor, yang layak konsumsi," katanya.

Diakui Dhani, awalnya menghadirkan kebun anggur impor tersebut memang berasal dari pembibitan luar negeri.

Namun setelah itu, pihaknya kemudian mengembangkan sendiri, sehingga banyak bibit yang dihasilkan.

Halaman selanjutnya

BACA JUGA :

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved