Komunitas

Seru, Ini Cerita Offroader Membelah Hutan Menuju Indahnya Air Terjun Batu Tilam Kampar

Sepanjang perjalanan pandangan disuguhkan dengan hutan alam yang indah.

Istimewa
Para offroader beristirahat sambil menikmati suasana pagi di Air Terjun Batu Tilam Kampar 

BACA JUGA :

Puluhan Varian Anggur Impor Berhasil Dibudidayakan di Riau, Hasilnya Sama Dengan yang di Luar Negeri

VIDEO : Gelombang Bono di Sungai Kampar, Fenomena Alam yang Selalu Ditunggu Penggemar Surfing

Dan yang tak kalah penting, pelajaran yang diambil dari tim offroad ini adalah kekompakan dan kebersamaan.

Setelah melewati beberapa titik yang berat, sampailah di sebuah sungai dan rombongan berhenti untuk istirahat dan makan siang.

Ambil tenaga dulu sebelum melanjutkan perjalanan, karena medannya semakin ekstrem. 

Setelah itu, perjalanan kembali dilanjutkan.   Sampai pada sebuah tanjakan bukit, akses jalan sangat susah dilewati.

Akses jalan di sini boleh dikatakan semuanya tanjakan dan turunan. Hanya sedikit yang datar, dan itu pun berlumpur karena habis diguyur hujan.

Sepanjang perjalanan pandangan disuguhkan dengan hutan alam yang indah
Sepanjang perjalanan pandangan disuguhkan dengan hutan alam yang indah (Istimewa)

Warga setempat yang menggunakan sepeda motor pun juga tampak sulit melewati jalan tersebut.

Saat tiba disebuah tanjakan, terdapat satu unit mobil truk  pengangkut tiang listrik PLN terperosok di lumpur.

Mobil cold diesel itu tampak sudah beberapa hari 'tidur' di situ, karena tak bisa lagi melewati jalan tersebut.

Di pinggir jalan juga melihat adanya tumpukan-tumpukan tiang listrik.

Memang, sebagian tiang ada yang sudah didirikan dan dipasang kabel. Artinya, desa ini baru dibangun jaringan listrik oleh PLN.

BACA JUGA :

Wingko Babat Lina Dibuat Tanpa Pengawet, Perasa dan Pewarna, Enak Dimakan Saat Panas Maupun Dingin

Komunitas PengANGGURan Riau Berharap Seluruh Kalangan Dapat Menikmati Buah Anggur

“Infonya, supir truk ini sudah meninggalkan mobil itu cukup lama karena terpuruk, para pekerja listrik ini membangun camp didesa pertama, jika terpuruk mereka tinggalkan mobil truk ini, mereka sedang mengerjakan proyek pembangunan tiang listrik PLN untuk desa didepan,” ujar Aldian ketua Taft Diesel Indonesia Chapter Riau.  

Tim offroad pun mengambil sisi kanan jalan melewati tanjakan itu. Namun, untuk melewati tanjakan ini, menghabiskan waktu lebih empat jam.

Karena mobil offroad satu persatu harus ditarik menggunakan winch untuk sampai ke atas bukit. Kondisi jalanan lumpur yang cukup dalam, semakin memperburuk kondisi mobil jika dipaksakan.

Satu unit mobil truk pengangkut tiang listrik PLN terperosok di lumpur
Satu unit mobil truk pengangkut tiang listrik PLN terperosok di lumpur (Istimewa)

Ketua TDI Chapter Riau, Aldian, mengatakan, selama perjalanan ada beberapa track yang cukup ekstrem untuk dilalui mobil offroad.

"Jalannya tanah liat dan batu napal. Jadi begitu kena hujan lengket di ban. Ini yang cukup berat kita lalui," kata Aldian.

Aldian juga menyebutkan,  beberapa kendala yang di hadapi saat melewati track, seperti patah as, kelistrikan dan juga ada winch yang jebol.

Namun, menurutnya, track kali tidak terlalu ekstrem bagi yang sudah biasa main offroad .

"Ini masih tingkatnya medium kalau yang udah biasa offroad. Kalau yang ekstrem itu, nge-track di bukit sambil merintis jalan yang belum pernah dilalui orang ," sebut Aldian.

BACA JUGA :

Humaira Snack and Dimsum Pekanbaru Sajikan Dimsum Berkualitas, Isian Lebih Padat dan Lembut Dikunyah

PSBB di Pekanbaru Selesai, Okupansi Hotel Kembali Mengalami Peningkatan

Dia menyebut track ini hanya beberapa titik yang berat. Diantaranya, tanjakan sepanjang sekitar lima kilometer, tiga titik jalan berlumpur dalam dan tanjakan beberapa titik berbatu licin.

Aldian juga  mengatakan, track yang dijajal ini merupakan akses masyarakat setiap harinya.

"Akses ini kalau menurut ceritanya, adalah perlintasan masyarakat dari Sumbar ke Riau pada zaman belanda dulu. Jalan ini bisa tembus ke Payakumbuh. Kalau dari Payakumbuh ke Lipat Kain, itu jaraknya sekitar 50 kilometer. Jadi orang dulu jalan kaki lewat di sini," kata Aldian. 

Dia menambahkan, kegiatan offroad ini untuk mencari udara segar dan berlibur di akhir pekan.

"Kami melakukan offroad ini mencari udara segar ke hutan. Dan juga olahraga untuk meningkatkan imun tubuh. Karena sekarang lagi ada Covid-19, kami juga menerapkan PSBB dalam kegiatan ini, yaitu pakai masker dan jaga jarak," pungkas Aldian.

Senjapun kembali tiba, waktu habis dalam aksi Tarik menarik demi mengeluarkan mobil dari dalam lumpur.

Rombongan  pecinta offroad memutuskan untuk kembali ngecamp untuk beristirahat sambil mengisi perut yang kosong.

Singgah di Desa Kebun Tinggi

Pada minggu (21/6/2020) pagi, mengingat kondisi mobil dalam kendala, sejumlah peserta memutuskan untuk tidak melanjuti perjalan dan kembali pulang ke Pekanbaru.

Sementara enam unit mobil melanjutkan petualang menjajal jalur lintas Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling .

Para offroader beristirahat sebelum memulai perjalanan di Kabupaten Kampar
Para offroader beristirahat sebelum memulai perjalanan di Kabupaten Kampar (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Rombongan yang tinggalpun kembali dihadapkan jalanan lumpur yang dalam, serta tanjakan esktrem.

“Semakin dilalui jalan ini semakin berat medannya, tetapi kami ingin tahu ada objek wisata yang indah diatas bukit barisan sana, Namanya Air Terjun Batu Tilam ” kata Doli Sikumbang salah satu pecinta offroad yang ikut.

Air Terjun Batu Tilam Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar baru baru ini viral di media sosial. 

Keindahan akan panorama dan airnya yang jernih membuat para wisatawan ingin berkunjung ke sana.

BACA JUGA :

Lawan Covid-19, Komunitas Penikmat Kopi Hitam Pekanbaru Berikan Ratusan APD ke Tim Medis

Awalnya Iseng, Komunitas Ghost Hunter Pekanbaru Kini Rutin Melakukan Ekspedisi ke Tempat Angker

Air Terjun Batu Tilam berbatas langsung dengan bukit Barisan Sumatera Barat, tepatnya desa Taram kota Payakumbuh. 

Namun kondisi akses jalan yang sulit, tak banyak wisatawan yang mampu kesana.

Kurang lebih 20 kilometer rombongan melakukan perjalanan untuk tiba di Air Terjun Batu Tilam .

Di tengah perjalan rombongan disambut oleh warga Desa Kebun Tinggi. Masyarakat sangat antusias dengan hadirnya para offroader.

Bahkan rombongan pecinta olahraga ekstrem ini disuguhkan makan nasi beserta lauk pauk terbungkus di dalam daung pisang oleh warga kampung.

Air Terjun Batu Tilam Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar
Air Terjun Batu Tilam Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar (Istimewa)

Desa Kebun Tinggi merupakan desa terpencil di Provinsi Riau . Terdapat kurang lebih 200 kepala keluarga di perkampungan ini.

Terkadang mereka luput dari perhatian pemerintah. Namun mereka hidup dengan hasil hutan dan perkebunan.

Perkampungan ini baru saja akan dialiri listrik. Setiap harinya warga memanfaatkan tenaga mesin diesel yang menerangi kampung, itu pun dibatasi waktunya. 

Selain itu, jaringan komunikasi sangat sulit di daerah ini. Sinyal telpon pun harus mendaki  bukit atau memanjat pohon  baru mendapatkanya.

BACA JUGA :

Gemerlap Pasar Malam, Nikmati Aneka Kuliner Sepuasnya Tiap Malam Minggu di The Zuri Hotel Pekanbaru

Cegah Penularan, Distakan Pekanbaru Gelar Penyuntikan Vaksin Anti Rabies Massal di Rumbai Pesisir

“Bahagia rasanya perjalanan kami ini disambut oleh warga desa, mereka beramai-ramai keluar kampung hanya ingin melihat kami dan membawakan kami makanan,

sebetulnya banyak lagi desa di dalam ini, ya kondisinya bisa dikatakan terpencil ya, akses jalan yang sangat tidak bagus, apalagi listrik disini harus menggunakan mesin baru ada, jaringan telpon sangat susah disini, “ kata Hamir Hamzah yang kerap dipanggil pak datuak dalam komunitas offroad riau tersebut.

Hamir Hamzah juga menambahkan, untuk pendidikan saja, anak-anak mereka hanya sampai Sekolah Menengah Pertama atau SMP, "semoga saja pemerintah mau memperhatikan nasib desa ini," katanya.

Mobil Terkendala

Matahari mulai diatas kepala, rasa laparpun kembali melanda. Rombongan pun langsung menyantap makan siang yang diberikan oleh warga desa.

Sambil beristirahat,  Pak Datuak sapaan Hamir Hamzah dari Komunitas Taft Diesel Indonesia Chapter Riau mencoba meminta bantuan IOF pengurus daerah Sumbar untuk mencarikan spare part mobil di daerah Payakumbuh Sumatera Barat.

Medan yang cukup berat menyebabkan mobil-mobil mereka rusak. Mulai terkena pompa minyak, as roda yang patah, hingga gardan depan yang rontok. Karena ketebatasan sinyal, komunikasi  jadi terhambat.

BACA JUGA :

Menikmati Sajian Kuliner Khas Timur Tengah di Restoran The Food Opera Pekanbaru

Mengenang Perlawanan Terhadap Kolonial, Pemkab Siak Akan Bangun Monumen Perang Guntung

Mereka memutuskan kembali melakukan perjalanan menuju Air Terjun Batu Tilam dan bermalam di lokasi air terjun yang tinggal 3 kilometer lagi.

Sambil diantarkan oleh warga desa akhirnya rombongan pun tiba dilokasi tersebut. Mobilpun harus diparkirkan dibawah, rombongan berjalan kaki melewati tebing bebatuan sejauh 500 meter.

Tiba  di lokasi langit terlihat mendung, hari pun mulai senja, tenda dan peralatan tempat tidur pun disiapkan.

Keindahan panorama tersaji di Air Terjun Batu Tilam Kampar
Keindahan panorama alam tersaji di Air Terjun Batu Tilam Kampar (Istimewa)

Pak Datuak Hamir Hamzah terus berupaya berkomunikasi dan dibantu rekan sesama rombongan Mahardi Nasution.

Akhirya, upaya mereka membuahkan hasil, mereka dapat terhubung dengan salah satu pengurus IOF Pengda Sumbar Kota Payakumbuh.

Tim pun bergerak dari Payakumbuh membawakan spare part untuk mobil yang terkendala.

Rawut wajah yang awalnya terlihat cemas karena takut tidak mampu melanjutkan perjalanan, akhirya berubah menimbulkan semangat baru.

Tengah malam spare part itu pun tiba dibawa dengan sepeda motor oleh seorang tim IOF Pengda Sumbar.

Akhirnya mereka pun dapat tersenyum lega dan bisa tertidur pulas.

BACA JUGA :

Air Terjun Batang Koban, Destinasi Wisata Top di Kabupaten Kuansing

Miliki 9 Pintu Goa dan 27 Titik Air Terjun, Batu Tilam Jadi Objek Wisata Baru di Kampar

Indahnya Sunrise di Air Terjun Batu Tilam

Sautan kicauan burung mengawali Senin (22/06/2020) pagi yang membangunkan tidur lelap dari lelahnya perjalanan.

Langit cerah serta panorama nan indah terlihat sejauh mata memandang ketika matahari terbit.

Hamparan pepohonan hijau diberbukitan, udara segar membuat pikiran menjadi  tenang.

Keindahan panorama alam tersaji di Air Terjun Batu Tilam Kampar
Keindahan panorama alam tersaji di Air Terjun Batu Tilam Kampar (Istimewa)

Mereka sambut pagi dengan menuangkan secangkir kopi, dan tetawa lega dengan pemandangan indah di depan mata.

“Inilah  tujuan kami offroad adventure, betapa indahnya alam yang dimiliki Bukit Barisan Kabupaten Kampar ini, terbalaskan perjuangan selama perjalanan ini, ditambah lagi mobil kami dalam kondisi rusak juga,” kata Doli Sikumbang.

BACA JUGA :

VIDEO : Pembangunan Restoran Terapung di Sungai Siak Pekanbaru

Keren, Kawasan Kumuh di Siak ini Disulap Menjadi Water Front City, Spot Terbaru Para Pemburu Sunset

Usai menyantap sarapan, para offroader langsung berenang di lokasi Air Terjun Batu Tilam .

Terdapat 9 goa dan 27 titik Air terjun di Batu Tilam . Konon sejarahnya, goa-goa ini merupakan tempat berlindungnya Presiden Republik Indonesia yang pertama Ir. Soekarno saat dikejar oleh tentara Belanda pada masa  Ibu Kota Indonesia di Buktitinggi Sumatera Barat tahun 1948.

Setelah menikmati keindahan alam Air Terjun Batu Tilam , rombongan pun kembali melakukan perbaikan pada kendaraan mereka. 

Rombongan memilih Jalan pulang  melewati Desa Taram Payakumbuh Sumatera Barat  untuk kembali ke Kota Pekanbaru .

Tawarkan Berbagai Pilihan Paket Makanan, Grand Elite Hotel Hadirkan Dapoer Kampoeng New Normal

VIDEO : Nikmatnya Kopi Aren di Kodai Kopi Bakayu Pekanbaru, Pecinta Kopi Wajib Coba

Gubri Syamsuar Usulkan Hutan Kota Pekanbaru Jadi Hutan Indonesia

VIDEO : Wisata Berkuda di Savana Stable Pekanbaru, Tawarkan Terapi Khusus Untuk Anak Autis

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved