Video Tribun Pekanbaru Travel

VIDEO : Melihat Pembuatan Alat Musik Tradisional Gambus Melayu di Pekanbaru

Di tempat tersebut, konsumen dapat membeli alat musik petik seperti gitar klasik, gitar lele, ukulele, gambus melayu atau alat musik perkusi cajon

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Jalan-jalan ke Kota Pekanbaru tidak lengkap rasanya tanpa membeli barang-barang yang disukai.

Bisa saja membeli berbagai jenis makanan, souvenir atau pakaian, namun bagi yang menggemari alat musik, khususnya alat musik petik.

Alat musik khas melayu ini bisa menjadi pilihan untuk dimiliki atau dikoleksi.

Satu alat musik yang khas dari bumi melayu adalah gambus melayu , alat musik tradisional ini bisa didapatkan di Balai Musik Riau (BMR), Jalan Kartama Pekanbaru.

BACA JUGA :

Seru, Ini Cerita Offroader Membelah Hutan Menuju Indahnya Air Terjun Batu Tilam Kampar

VIDEO : Pembangunan Restoran Terapung di Sungai Siak Pekanbaru

Diceritakan pemilik BMR, Robithah Irawan (30),  awalnya ia membuat alat musik di rumahnya, Jalan Kubang Raya Kampar sejak tahun 2014 lalu.

Namun dalam setahun terakhir, ia telah mengembangkan usahanya dengan menyewa ruko satu pintu dan mendirikan galeri musik BMR.

Di tempat tersebut, konsumen dapat membeli alat musik petik seperti gitar klasik, gitar lele, ukulele, gambus melayu atau alat musik perkusi cajon yang dapat dipesan secara custom atau sesuai permintaan dan selera.

Pengrajin alat musik Robithah Irawan (30) tengah membuat gambus melayu di workshop nya, Balai Musik Riau Jalan Sudirman Pekanbaru, Jumat (10/10/2020). Dalam sebulan ia dapat memproduksi sekitar 12 hingga 24 gambus untuk memenuhi pesanan seniman musik dari berbagai daerah termasuk dari Malaysia dan Singapura. Gambus melayu berbahan dasar pohon nangka itu dijual sekitar Rp 2,5-3 juta lebih tergantung model dan jenisnya. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Pengrajin alat musik petik gambus melayu, Robithah Irawan tengah bekerja di Balai Musik Riau (BMR), Jalan Kartama Pekanbaru (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

“kita konsultasi dulu dengan konsumen, bentuknya mau bagaimana, desainnya seperti apa, spesifikasinya seperti apa lalu kita bikinkan sketsanya,

perkiraan estimasi waktu pengerjaan berapa lama, serta dananya berapa, kalau cocok baru kita bikin kontrak kerjanya,” kata pria yang akrab disapa Robie tersebut kepada Tribunpekanbarutravel.com belum lama ini.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved