Batik Riau

Selain Indah, Motif Batik Riau Malai Ternyata Memiliki Berbagai Cerita Tentang Melayu di Masa Lalu

Semua daerah di Indonesia memiliki motif uniknya sendiri. Begitu juga dengan Batik Riau yang memiliki bermacam-macam motif.

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Instagram/@batikriau
Model menggunakan Batik Riau dari Batik Malai pada sebuah acara beberapa waktu lalu 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU – Keberagaman motif, warna, serta keindahan Batik Riau yang memiliki kekhasannya tersendiri menjadikan batik ini sering dicari oleh penikmat, penggemar dan para pemburu fashion.

Namun sebelum membeli batik, hendaknya perlu diketahui apa sebenarnya batik tersebut.

Pemilik Batik Malai , Noer Pangripto menjelaskan, yang disebut batik adalah semua yang dalam proses pengerjaannya menggunakan lilin sebagai perintang warna,

Menurutnya, semua daerah di Indonesia memiliki motif uniknya sendiri. Begitu juga dengan Batik Riau yang memiliki bermacam-macam motif.

BACA JUGA :

Lima Destinasi Wisata di Provinsi Riau Ini Ditunjuk Jadi Lokasi Gerakan BISA

Pesona Suligi Hill di Kabupaten Rokan Hulu, Seperti Negeri di Atas Awan

“Batik Malai juga ingin membedakan diri dari teman-teman lain yang juga membikin Batik Riau , saya ingin batik saya seperti kanvas lukis, di situ ada lukisan dimana batik ini menceritakan tentang sejarah kepahlawanan orang Melayu, sejarah kehebatan orang Melayu atau mungkin percintaan orang Melayu pada masa lalu. Jadi bukan sekedar batik, tapi batik yang bercerita, ini yang menjadi kekhasan kami,” kata pria yang akrab disapa Aden tersebut kepada Tribunpekanbarutravel.com , Senin (3/8/2020)

Pemilik Batik Malai , Noer Pangripto memperlihatkan batik motif mahkota raja
Pemilik Batik Malai , Noer Pangripto memperlihatkan batik motif mahkota raja (Instagram/@batikriau)

Ia mencontohkan pada satu produk batiknya yang memiliki motif mahkota raja.

Disampaikan Aden, motif Batik Riau tersebut menceritakan tentang Kesultanan Siak Sri Inderapura yaitu Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Saifuddin atau Sultan Siak ke-11.

“Ini salah satu cerita tentang Raja Siak, makanya kita bikin sebuah batik dengan motif mahkota, nah ini sebenarnya mahkota raja siak yang waktu itu digunakan oleh Sultan Siak yang ke-11.

BACA JUGA :

Hutan Air Panas yang Asri nan Memesona, Objek Wisata Andalan di Kabupaten Rohul

Megahnya Mesjid Agung Islamic Center Rohul, Dihiasi Batu Akik Kalimantan Hingga Lampu Dari Italia

Saya ingin menceritakan bentuk mahkotanya seperti apa, kemudian terbuat dari emas, kemudian akan berlanjut ke cerita Kerajaan Siak itu dulu seperti apa, ini akan menjadi simbol, mungkin besok kita akan bercerita tentang cermin permaisuri atau alat pemutar musik Komet yang ada di sana,” katanya.

Ia butuh sentuhan emosional di dalam produknya, sehingga bukan hanya sekedar fungsi saja.

Model menggunakan Batik Riau dari Batik Malai pada sebuah acara beberapa waktu lalu
Model menggunakan Batik Riau dari Batik Malai pada sebuah acara beberapa waktu lalu (Instagram/@batikriau)

Dilanjutkan Aden, memang ada beberapa metode dalam membatik, salah satunya adalah batik tulis.

Batik tulis memang sangat bagus, hanya saja disatu sisi, batik tulis juga punya kelemahan, yaitu produksinya lama dan harganya mahal, sementara masyarakat yang ingin memakai batik ternyata kesulitan karena harius membayar lebih,

“Kemudian diciptakan metode kedua yang lebih murah, yaitu teknik cap, memang masih menggunakan lilin dan harganya lebih murah, kecepatan produksinya juga lebih tinggi dari batik tulis,” katanya.

BACA JUGA :

Indahnya Ekowisata SM Kerumutan, Tempat Migrasinya Ribuan Burung Pecuk Ular dari Australia

Nikmatnya Mie Kaldu Udang Khas Melayu yang Melegenda di Pondok Yurika Pekanbaru

Seiring waktu, lalu muncul batik printing, tapi menurut Aden,produk ini bukalah batik yang sebenarnya, karena salah satu syarat agar disebut batik adalah harus menggunakan lilin sebagai perintang warna.

“Nah bila dalam produksinya tidak menggunakan lilin, maka disebut tekstil. Sementara batik itu dikenal karena hand made nya,” lanjut Aden.

Proses pengecapan batik (Instagram/@batikriau)
Proses pengecapan batik (Instagram/@batikriau)

Batik Malai memiliki banyak model baju batik, baik baju pria atau wanita, lengan panjang maupun pendek.

Bahan kainnya pun bermacam-macam, mulai dari katun hingga kain jenis premium dengan rentang harga dari Rp 100-800 ribu.

Namun ada juga yang memiliki harga Rp 2-3 juta an tergantung model bajunya. “Kadang ada teman-teman hijabers yang senang pakai hiasan dan bahan yang banyak sehingga harganya tinggi,” tambah Aden.

Model menggunakan Batik Riau dari Batik Malai pada sebuah acara beberapa waktu lalu
Model menggunakan Batik Riau dari Batik Malai pada sebuah acara beberapa waktu lalu (Instagram/@batikriau)
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved