Kuliner di Meranti

Menjaga Kearifan Lokal Lewat Sempolet, Kuliner Khas Meranti yang Kaya Akan Cita Rasa

Bagi masyarakat Melayu Riau, membuat dan mengonsumsi sempolet menjadi salah satu cara untuk melestarikan kearifan lokal yang terus dijaga.

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Sempolet di Warung Mi Sagu Bude di Jalan Rintis, Selatpanjang 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, MERANTI - Sebagai daerah penghasil sagu terbesar di Indonesia, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki banyak makanan khas berbahan sagu.

Salah satu kuliner khas asal Kepulauan Meranti adalah sempolet . Kuliner khas Melayu Riau ini biasanya dapat ditemukan pada masyarakat Melayu di Riau Pesisir seperti di Kabupaten Kepulauan Meranti , Bengkalis dan Siak.

Sempolet juga menjadi spesial bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti karena berbahan baku sagu yang merupakan komoditi utama asal kabupaten termuda di Riau tersebut.

Bagi masyarakat Melayu Riau, membuat dan mengonsumsi sempolet menjadi salah satu cara untuk melestarikan kearifan lokal yang terus dijaga untuk generasi selanjutnya.

BACA JUGA :

Pompa Ban Mobil Portable COIDO Praktis Digunakan dalam Berbagai Kondisi

Selain Indah, Motif Batik Malai Ternyata Memiliki Berbagai Cerita Tentang Melayu di Masa Lalu

Sekilas, tekstur sempolet sangat mirip seperti sup kental, mirip makanan khas Papua, papeda. Jika papeda dinikmati bersama ikan, sempolet justru variatif.

Sempolet diibaratkan seperti cream soup berkuah pedas, namun terbuat dari sagu yang dicampur dengan sayuran pakis beserta udang, teri, siput atau daging lokan (sejenis kerang).

Perpaduan makanan ini menunjukkan pemanfaatan kearifan lokal yang optimal oleh masyarakat setempat.

Meskipun sempolet terbuat dari sagu yang mengandung protein lebih rendah daripada beras, tetapi pembuatan sempolet didukung oleh bahan-bahan yang kaya serat dan protein.

BACA JUGA :

Tertunda Lama, RTH Selatpanjang Akhirnya Akan Diresmikan Saat HUT RI ke-75

Blender Novis Diskon 10 Persen di Ace Living World Pekanbaru

Sayuran hijau termasuk pakis-pakisan, kangkung serta daun lainnya mengandung serat dan vitamin yang tinggi dan baik untuk pencernaan.

Udang juga mengandung kadar protein yang tinggi karena mengandung asam amino. Hal ini menyebabkan sempolet tidak hanya mengenyangkan tetapi juga menjadi asupan protein dan serat yang bermanfaat bagi tubuh.

Sempolet dapat dinikmati selagi hangat sebelum mengental karena dingin. Sempolet tidak bisa dipanaskan berulang-ulang karena akan mengubah rasa dan bentuknya.

BACA JUGA :

Pesona Suligi Hill di Kabupaten Rokan Hulu, Seperti Negeri di Atas Awan

Warung Sobet Sediakan Mie Udon Soto, Teksturnya Lembut dengan Kuah Kaya Rempah yang Segar

Oleh karena itu, sempolet jarang dijual dan hanya dibuat di rumah pada acara-acara tertentu seperti acara tradisi, perhelatan pemerintahan di kabupaten, atau hari-hari besar lainnya.

Untuk Kabupaten Kepulauan Meranti , masakan ini juga cukup banyak ditemukan di Selatpanjang , salah satunya di Warung Mi Sagu Bude di Jalan Rintis, Selatpanjang .

Sang pemilik adalah Jumiati atau yang akrab disapa Bude. Dirinya mengatakan sudah memulai bisnis kuliner tersebut sejak tahun 1986 dan menu andalannya adalah mie sagu dan sempolet.

Bude memasak sempolet di Warung Mi Sagu Bude Jalan Rintis, Selatpanjang
Bude memasak sempolet di Warung Mi Sagu Bude Jalan Rintis, Selatpanjang (Dok Tribun Pekanbaru)

"Dulu harganya hanya 10 rupiah dan awalnya hanya mie sagu, tapi karena daerah kita khas Melayu kita buat lagi menu sempolet dan peminatnya masih banyak," ujar Jumiati saat ditemui di warungnya belum lama ini

Untuk satu porsi sempolet harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau . Bude menjualnya dengan harga Rp 10 ribu.

Ia mengatakan, dengan menjual sempolet dirinya juga menunjukkan identitas budaya Melayu di Kepulauan Meranti.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved