Destinasi Wisata di Dumai

Objek Wisata Bandar Bakau Dumai Diancam Abrasi, Ini Solusi yang Diberikan Pengelolanya

Dengan Kecintaan nya terhadap tanaman bakau serta kota tempat tinggalnya, membuat Atuk Wis menuangkan inspirasinya melalui berbagai karya

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Darwis Muhammad Saleh sedang berada di Bandar Bakau , Kota Dumai belum lama ini. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, DUMAI - Darwis Muhamad Saleh atau yang akrab dipanggil Atuk Wis, merupakan tokoh yang aktif mengkampanyekan kelestarian hutan bakau atau mangrove di Kota Dumai.

Bahkan ketika nama Atuk Wis disebut, orang Dumai pasti ingat dengan Objek Wisata Bandar Bakau , hal ini karena Atuk Wis merupakan pengelola objek wisata Bandar Bakau .

Bahkan Kecintaan nya terhadap alam, terutama tanaman bakau serta kota tempat tinggalnya, membuat Atuk Wis menuangkan inspirasinya melalui berbagai karya .

BACA JUGA :

Kadis Pariwisata ‎Dumai : Kalau Tak Pakai Masker, Tegur

Ikatan Keluarga Besar Istri PTPN V Hadirkan Jamur Tiram Crispy dan Jus Rosella yang Menyegarkan

Saat Atuk Wis dijumpai Tribunpekanbarutravel.com, di kediamanya di Bandar Bakau yang terletak di Jalan Nelayan Laut, Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai , Selasa (4/8/2020)

Ia mengungkapkan bahwa ancaman yang terbesar dari keberlangsungan pohon mangrove atau bakau adalah abrasi yang masif.

Bahkan, tambahnya, jika pemerintah daerah maupun Provinsi Riau tidak bergerak cepat dalam menangani abrasi di Bandar Bakau , diperkirakan lima sampai tujuh tahun mendatang abrasi di Bandar Bakau diperkirakan bisa mencapai ‎25 Meter.

Tentunya ini menjadi ancaman serius bagi keberadaan Bandar Bakau di Kota Dumai .

BACA JUGA :

Serunya Bermain Arung Jeram di Objek Wisata Sungai Sirih Inhu, Banyak Spot Menarik Untuk Berfoto

Menjaga Kearifan Lokal Lewat Sempolet, Kuliner Khas Meranti yang Kaya Akan Cita Rasa

"Kalau pemerintah tidak cepat bergerak dalam mengatasi Abrasi di Bandar Bakau, bisa saja anak cucu gak bisa menikmati indahnya Bakau," katanya.

Lebih lanjut dikatakan Atuk Wis , solusi paling tepat saat ini dalam menyelamatkan Bandar Bakau dari abrasi yang masif yakni dengan membuat batu beronjong .

Menurutnya, dengan adanya batu Beronjong yang dibangun di titik pasang surut, dirinya yakin abrasi yang masif bisa dihentikan, bahkan dengan adanya batu beronjong, wisata bakau dan kuliner akan tumbuh.

BACA JUGA :

Selain Indah, Motif Batik Malai Ternyata Memiliki Berbagai Cerita Tentang Melayu di Masa Lalu

Tertunda Lama, RTH Selatpanjang Akhirnya Akan Diresmikan Saat HUT RI ke-75

Atuk Wis berharap, pemerintah bisa segera bergerak cepat dalam menyelamatkan kawasan Bandar Bakau dengan pembangunan Baru beronjong di titik pasang surut, bukan di bibir pantai.

"Karena menyelamatkan bakau tidak hanya dengan menanam, tapi perlu dipikirkan langkah-langkah lainya yang bisa membuat kawasan bakau semakin terjaga," imbuhnya.

Darwis Muhamad Saleh atau yang akrab dipanggil Atuk Wis di Bandar Bakau Dumai
Darwis Muhamad Saleh atau yang akrab dipanggil Atuk Wis di Bandar Bakau Dumai (Dok Tribun Pekanbaru)

Selain permasalahan abrasi, Atuk Wis juga berharap kepada pemerintah ‎untuk memberdayakan para pelaku mangrove, agar tidak jenuh dalam menanam dan melestarikan mangrove.

"Kita sudah berusaha menanam mangrove, tapi kita tidak hanya cukup menanam saja, tapi memberdayakan para pelaku mangrove juga harus dilakukan, Cara memberdayakan ekonomi pelaku mangrove adalah bagaimana cara mengatasi barang yang sudah tertanam bisa menjadi manfaat yang nyata, salah satu nya bisa menjadi kawasan ekologi mangrove, atau wisata mangrove," jelasnya.

BACA JUGA :

Indahnya Pantai Tenggayun Bengkalis, Saat Air Surut Wisatawan Bisa Berjalan ke Rumah Ikan Nelayan

TRAVEL TALK : Kiprah MTMA Riau Dalam Mempromosikan Destinasi Wisata

Dilanjutkannya, menanam mengrove sebagai oksigen sudah dilakukan pihaknya, tetapi pelaku yang telah memberikan oksigen lemah ekonomi juga harus diperhatikan.

"Dengan adanya pembangunan turap dengan batu beronjong, maka sedimentasi akan terbentuk dan bisa ditanam mangrove dan efeknya bisa menjadi kolam ikan dan dibangun rumah-rumah togok di bibir pantai yang bisa menjadi tempat kuliner, tentunya bisa meningkatkan perekonomian pelaku bakau," tambah Atuk Wis

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved