Komunitas

Heritage Walk Pekanbaru Ajak Pengunjung Bernostalgia Dengan Wisata Bersejarah di Kota Lama

Komunitas Pekanbaru Heritage Walk tetap eksis memperkenalkan kawasan Kota Lama Pekanbaru sebagai salah satu destinasi wisata bersejarah di Pekanbaru

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Istimewa
Komunitas Pekanbaru Heritage Walk bersama para peserta walking tour di kawasan Rumah Singgah Tuan Kadi Pekanbaru beberapa waktu lalu 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Sejak didirikan beberapa tahun lalu, Komunitas Pekanbaru Heritage Walk tetap eksis memperkenalkan kawasan Kota Lama Pekanbaru sebagai salah satu destinasi wisata bersejarah di Kota Pekanbaru .

Adalah Bayu Amdewinata, satu dari lima founder Komunitas Pekanbaru Heritage Walk yang gentol mempromosikan Kota Lama Pekanbaru .

Disampaikannya, Komunitas Pekanbaru Heritage Walk sengaja didirikan untuk mengenalkan tempat itu secara luas.

Karena sebelumnya banyak masyarakat yang beranggapan bahwa kawasan yang berada di tepian Sungai Siak tersebut memiliki image yang kurang baik saat itu.

BACA JUGA :

Pembangunan Islamic Centre Kota Pekanbaru Sudah Capai 60 Persen

Semakin Asyik, Program Fox Urban Street Food Terus Disesuaikan dengan Keinginan Pengunjung

“Nah, saat kita membuat acara walking tour pada Bulan Maret 2017 melibatkan beberbagai pihak, dan kita bikin perjalanan mengelilingi Kota Tua,

ternyata tanggapan publik meledak, mereka tidak menyangka di Pekanbaru ada Kota Tua, ada sesuatu yang menarik, sehingga dari 2017 hingga hari ini, kegiatan Pekanbaru Heritage Walk berkutat di kawasan Kota Tua,” kata Bayu saat berbincang dengan Tribunpekanbarutravel.com , Selasa (18/8/2020)

Dijelaskannya, walking tour diisi dengan berjalan-jalan mengelilingi destinasi wisata di Kota Pekanbaru yang dimulai dari Rumah Singgah Tuan Kadi , lalu jalan ke arah Rumah Tenun ,

diteruskan ke kawasan Kampung Bandar, Gudang Garam, kawasan tugu nol di Pelabuhan Pelindo 1 , Masjid Raya dan rumah pribadi Tuan Kadi.

“Ada sekitar 11 destinasi heritage yang ada di pinggiran Sungai Siak,” katanya.

Pengrajin di tempat kerajinan Rumah Tenun Kampung Bandar Jalan Perdagangan, Pelabuhan Bunga Tanjung Kampung Bandar Senapelan tengah bekerja, Rabu (26/9/2018).
Pengrajin di tempat kerajinan Rumah Tenun Kampung Bandar Jalan Perdagangan, Pelabuhan Bunga Tanjung Kampung Bandar Senapelan tengah bekerja, Rabu (26/9/2018). (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Setelah sukses membuat walking tour,  Komunitas Pekanbaru Heritage Walk berlanjut membuat kegiatan susur sungai.

“Kita melihat bahwa kalau sebatas walking tour saja orang pasti akan bosan , kita punya Sungai Siak , sungai ini dulunya merupakan zona dagang ke semanjung,

lalu Agustus 2019 kita bikin susur sungai, tujuannya untuk mengingatkan warga bahwa Sungai Siak itu adalah halaman depan kita dulunya, namun sekarang menjadi halaman belakang,” tambah Bayu.

BACA JUGA :

Pesona Pulau Cinta Teluk Jering, Destinasi Wisata yang Paling Banyak Dikunjungi di Kabupaten Kampar

Segarnya Minuman Durian Boba di Restoran Thailand Khun Aroy Pekanbaru

Perjalanan menyusuri sungai siak dilakukan menggunakan sampan dari Pelabuhan Rumah Tenun melewati Jembatan Siak 1, lalu ke Jembatan Siak 3 dan 4 dan kembali lagi.

Panjang perjalanan sekitar 800 meter dan dilakukan sore hari menjelang matahari tenggelam.

“Kita selalu menjualnya sore, karena untuk mengingatkan bahwa Pekanbaru ini sore harinya tak kalah menarik, kita bisa melihat indahnya matahari tenggelam,” ujarnya.

Menurut Bayu, Pekanbaru merupakan kota yang unik karena dari dulu di setting sebagai kota dagang.

Suasana Rumah Tenun Kampung Bandar Jalan Perdagangan, Pelabuhan Bunga Tanjung Kampung Bandar Senapelan belum lama ini
Suasana Rumah Tenun Kampung Bandar Jalan Perdagangan, Pelabuhan Bunga Tanjung Kampung Bandar Senapelan belum lama ini (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Destinasi alam di Kota Pekanbaru kalah dibandingkan daerah lain, namun Pekanbaru memiliki destinasi yang memperlihatkan jejak sejarah kota.

“Kita banyak menjual nostalgia, bagaimana nostalgia Kota Lama Pekanbaru , nostalgia Sungai Siak dan kehidupan keseharian masyarakat yang tinggal di tepian sungai,

itu termasuk jualan yang menarik, karena beberapa tamu yang kita undang, kita ajak ke Pekanbaru heritage, wisatawan dari malaysia dan singapura selalu mengatakan kawasan Kota Lama Pekanbaru ini mirip kawasan di Johor, mirip di Malaka karena ada sentuhan sungai,” kata Bayu.

BACA JUGA :

TRAVEL TALK : Sukaramai Trade Center Surga Belanja di Pekabaru

Taman Bunga Impian Okura Sediakan Banyak Spot Cantik Untuk Berswafoto

Dilanjutkanya, suasana Pekanbaru tempo dulu masih ada, bangunannya juga masih ada dan semoga ini tetap bertahan.

“Itu menjadi kunciannya, tapi kalau kita tawarkan mal, itu kurang menarik karena mal-mal di tempat mereka bisa lebih bagus, karena itu kita menjual nostalgia, perihal sungai, masakannya atau kenanganya, itu justru lebih menarik bagi mereka,” ujarnya lagi.

Meski pemerintah daerah peduli terhadap Pekanbaru heritage, namun Bayu menilai terlambat, karena beberapa bangunan sebagian besarnya terbuat dari kayu sudah termakan usia, sehingga ada yang tersisa hanya tapaknya saja.

Kawasan Sungai Siak Pekanbaru
Kawasan Sungai Siak Pekanbaru (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

“ Kota Tua Pekanbaru itu adalah jejak sejarah kita , di situ kita bisa melihat ada bangunan sisa dari zaman Belanda, Jepang, jejak sejarah Kerajaan Siak, Caltex lama, itu masih ada,

kita harapkan adanya kepedulian pemerintah dan keingintahuan masyarakat untuk berkunjung ke sana sehingga menjadi seusatu yang lebih, dalam artian ada sebuah gerakan untuk revitalisasi dan penjagaan, karena komunitas memiliki keterbatasan,” katanya.

BACA JUGA :

Luncurkan Kopi Cinta, OYO Merambah Bisnis di Luar Akomodasi

Usung Konsep One Stop Shopping, Sukaramai Trade Center Akan Menjadi Surga Belanja di Pekanbaru

Masih menurut Bayu, jejak sejarah unik di Pekanbaru lainnya yang bisa ditawarkan adalah kota ini dulunya tempat pembuatan jalur kereta api Pekanbaru-Muaro sepanjang 250 Km.

Saksi sejarahnya masih hidup sampai saat ini di Belanda dan di Inggris. Saksi-saksi tersebut bersama keluarganya memiliki potensi besar untuk diajak kembali ke kota ini,

belum lagi dari negara jiran Malaysia yang sebagian besar kakek nenek moyang mereka berasal dari Pekanbaru, Kampar, Siak maupun Teluk Kuantan.

“Itu kita bisa undang untuk melihat kampung nenek moyangnya, kadang kita melupakan itu, begitu juga wisatawan domestik antar kota antar provinsi yang masih bisa digarap.

Rumah Singgah Tuan Kadi Pekanbaru
Rumah Singgah Tuan Kadi Pekanbaru (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Apalagi sekarang Pekanbaru menjadi pintu masuk beberapa tol, itu akan menjadi potensi besar, Pekanbaru akan menjadi destinasi persinggahan,” tambah Bayu seraya menjelaskan bahwa saat ini pihaknya berhadapan dengan waktu.

Bagaimana bangunan itu lama-lama hancur dan berubah fungsi , karena itu sebenarnya dibutuhkan dorongan pemerintah daerah untuk menjaga itu semua.

BACA JUGA :

Badan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai di Km 74 Turun Akibat Longsor, Target Bulan Ini Selesai Diperbaiki

Komunitas Pekanbaru Heritage Walk sendiri memiliki home base di Rumah Tenun Kampung Bandar karena komunitas tersebut berkegiatan di kawasan itu dan untuk memudahkan orang untuk mencari dan Rumah Tenun merupakan bagian dari destinasi wisata di Pekanbaru untuk melihat songket Riau.

Pada masa pandemi Covid-19 , komunitas ini akan menggarap beberapa agenda secara virtual, diantaranya adalah virtual konser perihal rel kereta api Pekanbaru, kemudian walking tour virtual di kawasan Kampung Bandar .  

“Harapannya setelah pandemi ini selesai, kita bisa lagi mengajak orang untuk berjalan-jalan lagi di sana, karena rasanya beda, berkegiatan secara virtual dan benaran,” tutupnya.

Mengintip Pembangunan Restoran Terapung di Sungai Siak, Ini Rencana dan Harapan Pemiliknya

Mengunjungi Perpustakaan Soeman HS, Destinasi Wisata Edukatif di Kota Pekanbaru

Pasar Bawah Pekanbaru, Destinasi Wajib Para Pelancong Saat Mencari Buah Tangan di Kota Bertuah

Destinasi Wisata Riau Dalam Genggaman, Mari Unduh Aplikasi Dewi

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved