Gambus Melayu

Pameran Alat Musik Khas Melayu dari BMR Meriahkan Pekanbaru Ekonomi Kreatif Fest di Mal SKA

Robie berharap agar masyarakat yang mampir pada event itu bisa melihat dan bisa kenal lebih dekat dengan alat musik melayu

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Istimewa
Balai Musik Riau (BMR) memamerkan alat musik khas Melayu di Pekanbaru Ekonomi Kreatif Fest , Mal SKA Pekanbaru, Jumat (11/9/2020) 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Bagi yang berminat dengan alat musik, khususnya alat musik khas Melayu , Balai Musik Riau (BMR) kini membuka stand di Pekanbaru Ekonomi Kreatif Fest .

Acara yang digelar di Mal SKA mulai dari Rabu hingga Minggu (9-13/9/2020) tersebut menjadi ajang bagi BMR untuk menampilkan alat-alat musik terbaiknya sebagai bagian dari kekayaan seni budaya Melayu

Di sana, BMR memamerkan alat musik gambus melayu, marwas dan kompang.

BACA JUGA :

Berwisata ke Kebun Binatang Kasang Kulim, Hanya Sekitar 30 Menit Dari Pusat Kota Pekanbaru

Sterilkan Interior dengan Spa Mobil, Lebih Efektif dan Efisien Tanpa Bahan Kimia

Pemilik BMR, Robithah Irawan mengatakan, pada pameran tersebut, pihaknya lebih banyak melakukan sosialisi terhadap alat musik tradisional melayu dan bagaimana memproduksinya.

Pemilik Balai Musik Riau (BMR) Robithah Irawan (kanan) menjadi nara sumber pada acara podcast di Pekanbaru Ekonomi Kreatif Fest, Mal SKA Pekanbaru baru-baru ini
Pemilik Balai Musik Riau (BMR) Robithah Irawan (kanan) menjadi nara sumber pada acara podcast di Pekanbaru Ekonomi Kreatif Fest, Mal SKA Pekanbaru baru-baru ini (Istimewa)

Alat-alat musik itu juga dijual, misalnya gambus melayu yang djual mulai dari Rp 1,5 juta dan marwas yang dimulai dari harga Rp 100 ribu.

“Namun tujuan utama kami adalah promosi, sekaligus menyosialisikan musik tradisional sebagai budaya Pekanbaru,” kata pria yang akrab disapa Robie tersebut.

Ia berharap agar masyarakat yang mampir pada event itu bisa melihat dan bisa kenal lebih dekat dengan alat musik melayu, “kalau sudah dekat baru bisa cinta,” kata Robie.

BACA JUGA :

Diminati Hingga Keluar Negeri, Gambus Tradisional Melayu dari BMR Coba Ikuti Perkembangan Zaman

VIDEO : Melihat Pembuatan Alat Musik Tradisional Gambus Melayu di Pekanbaru

Selain itu, ia juga berharap agar band-band di Kota Pekanbaru dapat menggunakan alat musik melayu dalam mengisi lagu-lagunya, karena alat musik  Melayu sebenarnya juga bisa menjadi pengiring musik-musik modern saat ini

Pengrajin alat musik Robithah Irawan (30) tengah membuat gambus melayu di workshop nya, Balai Musik Riau Jalan Sudirman Pekanbaru, Jumat (10/10/2020). Dalam sebulan ia dapat memproduksi sekitar 12 hingga 24 gambus untuk memenuhi pesanan seniman musik dari berbagai daerah termasuk dari Malaysia dan Singapura. Gambus melayu berbahan dasar pohon nangka itu dijual sekitar Rp 2,5-3 juta lebih tergantung model dan jenisnya. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Pengrajin alat musik Robithah Irawan tengah bekerja di Balai Musik Riau Jalan Sudirman Pekanbaru beberapa waktu lalu (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Robie kini memiliki dua toko yang menjual alat musik, pertama, BMR Musik di Jalan Kartama No 58E, khusus alat musik berkualitas dan bergaransi.

Yang kedua Grosir Gitar Pekanbaru di Jalan Kartama No 32

Untuk produk gitar buatannya, ia memberi merk Irawan Robithah Guitar yang merupakan pengembangan dari Bono Guitar, sedangkan alat musik Melayu nya dinamakan XAVIN dengan target pasar rantau Melayu. Malaysia, Brunei  Singapura dan Indonesia.

Swiss-Belinn SKA Hadirkan Promo Paket Kamar Family Tour ke Asia Farm

Mobicool Box, Kulkas MIni Portable yang Bisa Menghangatakan

Tiket Masuk Hanya Rp 5 Ribu, Danau Tajwid Tawarkan Suasana yang Asri dan Beragam Wahana Permainan

Gramedia Berikan Promo Gedebuk, Diskon 40 Persen Hingga Akhir Oktober

Restoran Terapung Quantung Cruise di Sungai Siak Bakal Beroperasi Pekan Ini

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved