Destinasi Wisata di Siak

Kisah Junaidi, Selamatkan Kampung Dari Abrasi Hingga Ciptakan Ekowisata Mangrove Sungai Rawa

Jika Junaidi terlambat menanam pohon, mungkin sudah puluhan rumah yang hanyut akibat abrasi.

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Junaidi, pengelola Ekowisata Mangrove Sungai Rawa berjalan di atas trek yang dibangunnya, Kawasan ini dulu gundul, kini sudah rimbun dan menyimpan 36 jenis mangrove. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, SIAK - Kampung itu nyaris terendam. Ombak laut terus mengikis tebing yang menjadi batas ke pemukiman.

Jika Junaidi terlambat menanam pohon, mungkin sudah puluhan rumah yang hanyut akibat abrasi.

Junaidi merupakan penduduk asli Kampung Sungai Rawa , Kecamatan Sungai Apit , Kabupaten Siak , Riau.

Ancaman abrasi di kampung itu memaksanya untuk tidak kembali merantau ke Tanjung Pinang , sebelumnya Malaysia dan Jakarta, 2002 silam.

BACA JUGA :

Kecantikan Taman Bunga Celosia Sambut Pengunjung Pantai Legenda Dumai

Lezatnya Aneka Kuliner di Dim Sum Yang, Diracik dengan Rempah Khas Nusantara

Junaidi mengerahkan perhatiannya ke bibir pantai yang nyaris merenggut rumah familinya.

Sekarang jarak rumah itu dengan bibir pantai tinggal sekitar 40 meter lagi.

Sudah 12 tahun lamanya memperbaiki garis pantai yang rusak akibat kegundulan hutan.

Ia berjuang mengajak warga sekitar menanam mangrove .

Kini, berbagai jenis mangrove yang ditanami sudah tumbuh lebat.

Bahkan sudah menjadi benteng pertahanan pergeseran garis pantai dari ancaman ombak pasang.

BACA JUGA :

Menjadi Salah Satu Ikon Kota Pekanbaru, Ini Makna Tugu Selais Tiga Sepadan

Berkunjung ke Bandar Seni Raja Ali Haji, Tempat Kegiatan Seni dan Budaya di Pekanbaru

Kampung itu berada di pesisir Kabupaten Siak, tepian Selat Panjang.Tepatnya kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit.

Garis pantainya berhadapan langsung dengan Pulau Padang , Kabupaten Kepulauan Meranti .

"Lebih 100 meter daratan yang sudah terkikis abrasi. Beberapa pusara tetua kami di sini ada yang terendam," kata pria yang usianya sudah memasuki angka 50 itu beberapa waktu lalu.

Sejak 12 tahun lalu, pria yang hanya tamatan SMP ini sudah memikirkan bagaimana caranya menghambat abrasi.

Sambil memancing ikan, ia melihat ada kawasan yang tidak terkena abrasi. Ia mempelajarinya, kenapa beberapa titik kawasan tidak runtuh.

BACA JUGA :

Nelayan Pangkalan Jambi Wujudkan Ekowisata Mangrove, Buah Usaha Mempertahankan Tempat Sandar Kapal

Tol Pekanbaru-Dumai Sudah Beroperasi, Gubri Promosikan Kawasan Ini Sebagai Objek Wisata Andalan

"Yang terkikis kawasan gundul, sedangkan yang ditumbuhi pohon-pohon tidak sama sekali. Karena itu saya mulai menanam sejumlah jenis mangrove," kata Junaidi.

Ia mencoba mencari bibit di sekitaran pantai itu untuk ditanami secara terus menerus.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved