Universitas Lancang Kuning

Perusak Mobil Polantas yang Gunakan Jas Almamater Unilak Ditangkap, Rektor: Bukan Mahasiswa Unilak

Di dalam video itu puluhan pria yang menggunakan baju almamater kuning, biru, biru tua, coklat dan baju Hitam merusak mobil Polisi

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Tangkapan layar dari handphone yang memperlihatkan pengrusakan mobil Polantas saat aksi demonstrasi terkait penolakan Undang-undang Cipta Kerja Kamis (8/10/2020) lalu. Video tersebut telah tersebar luas di media sosial. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Rektor Universitas Lancang Kuning ( Unilak ) Dr Junaidi.SS.M.Hum membantah keras mahasiswa Unilak terlibat dalam perusakan mobil patroli Polisi Lalu Lintas yang terjadi saat aksi demostrasi ribuan mahasiswa di gedung DPRD Riau baru-baru ini.

Bantahan ini langsung disampaikan oleh rektor kepada awak media, Senin (12/10/2020) terkait dengan viral-nya sebuah video yang telah tersebar di masyarakat dan media sosial dalam seminggu ini.

Video tersebut memperlihatkan sebuah mobil patroli Polisi Lalu Lintas yang parkir di halaman hotel di jalan Sudirman menjadi sasaran massa dan provokator.

Di dalam video itu puluhan pria yang menggunakan jas almamater kuning, biru, biru tua, coklat dan baju Hitam merusak mobil Polisi dan membalikkan nya hingga rusak parah.

BACA JUGA :

ACT Riau Luncurkan Gerakan Bangkit Bangsaku! Gaungkan Semangat Kedermawanan di Tengah Keterpurukan

Hanya Rp 90 Ribu, Rasakan Meeting dengan Suasana dan Layanan Eklusif di Angkasa Garden

"Sejak video perusakan itu tersebar di masyarakat, Unilak telah mencari informasi di internal siapa orang yang menggunakan jaket almamater kuning. Dan ternyata pria yang berjaket kuning itu bukanlah mahasiswa Unilak. Unilak mengapresiasi Polda Riau yang mampu menangkap provokator, perusak mobil. Pelaku jelas merusak nama baik Unilak." kata Junaidi.

Dengan kejadian ini, ia meminta orang yang tidak mahasiswa Unilak untuk tidak menggunakan atribut Unilak, karena bukanlah hak mereka.

Ia juga mengimbau mahasiswa Unilak dapat menyampaikan aspirasi secara santun dan tidak anarkis.

Unilak juga mengimbau mahasiswa untuk mewaspadai mereka mereka yang ingin merusak nama baik Unilak, dan tidak terpengaruh dengan provokator.

Rektor universitas Lancang Kuning ( Unilak ) Dr. Junaidi.SS.M.Hum
Rektor universitas Lancang Kuning ( Unilak ) Dr. Junaidi.SS.M.Hum (Istimewa)

Sementara itu Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr Bagio Kadaryanto.SH.MH mengatakan. ia telah bertemu dengan Direskrimum Polda Riau dan juga telah bertemu dengan pelaku, dan menanyakan motif menggunakan almamater Unilak.

"Intinya bahwa, pelaku yang melakukan pengrusakan mobil Polisi bukan mahasiswa Unilak, sekali lagi saya katakan bukan mahasiswa Unilak. pelaku mendapatkan baju dari temannya yang katanya sudah tamat," kata Bagio

Ia mengimbau kepada mahasiswa Unilak untuk tidak meminjam baju almamater kepada yang bukan mahasiswa Unilak. "Dan terima kasih kepada Polda Riau," tambahnya.

BACA JUGA :

Makam dan Bangunan Bersejarah Ditemukan di Desa Temiang Bengkalis, Inilah Hasil Penelitian Awalnya

Pemprov Riau Akan Bangun Gapura Selamat Datang di Perbatasan Tiga Provinsi Tahun Depan

Sebelumnya, Tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, mengamankan satu orang pemuda, yang diduga pelaku pengrusakan terhadap mobil patroli milik Polantas, pada Kamis (8/10/2020) lalu.

Mobil tersebut terparkir di kawasan hotel Tjokro di Jalan Jenderal Sudirman.

Aksi pengrusakan kendaraan operasional kepolisian secara massal itu, terjadi saat demo berlangsung di depan Kantor DPRD Riau.

Dalam unjuk rasa itu, massa menyatakan penolakan terhadap pengesahan Undang-undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.

Kabid Humas Polda Riau, membenarkan perihal adanya satu orang pelaku pengrusakan yang diamankan.

Terduga pelaku pengrusakan mobil Polantas saat unjuk rasa penolakan Undang-undang Cipta Kerja pada 8 Oktober 2020 lalu di Pekanbaru
Terduga pelaku pengrusakan mobil Polantas saat unjuk rasa penolakan Undang-undang Cipta Kerja pada 8 Oktober 2020 lalu di Pekanbaru (Istimewa)

"Iya, jadi Polda Riau dalam hal ini dari Krimum (Kriminal Umum,red), telah berhasil menangkap salah satu terduga pelaku pengrusakan pada saat terjadi unjuk rasa 8 Oktober kemarin," jelasnya, Senin (12/10/2020).

Pelaku diamankan pada Senin ini, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari di kediamannya.

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved