Destinasi Wisata di Rohul

Jadi Kampung Wisata Pertama di Rohul, Koto Ranah Sajikan Tradisi Unik dan Puncak yang Indah

Bukan hanya keindahan alam saja, penduduk yang sebagian besar hidup dari sektor perkebunan ini masih terlihat menjunjung adat kebiasaan yang kental

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Istimewa
Objek wisata 'Menggapai Matahari di Puncak Ranah' Rohul. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, ROHUL - Di Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu , Riau tepatnya di dataran kaki Bukit Suligi ,

terhampar sebuah desa kecil bernama Koto Ranah.

Daerah awalnya berhawa sejuk, sehingga banyak tumbuh pohon petai atau biasa disebut masyarakat sekitar dengan sebutan potai.

Seiring perkembangan zaman, kampung ini mulai didatangi penduduk. 

Hawa daerah pun berubah menjadi panas, dan pohon petai semakin berkurang, hingga kini hanya tinggal beberapa pohon saja.

Dengan semakin banyaknya penduduk, daerah ini menjadi suatu desa yang bernama Desa Koto Ranah .

BACA JUGA :

Indahnya Panorama Air Terjun Aek Martua Rohul, Suasana Asri nan Hijau Tersaji Sepanjang Perjalanan

Pesona Air Terjun 86 di Kabupaten Inhil, Pengunjung Bisa Nikmati Mandi di Air Jernih dan Dangkal

Jaraknya sekitar 6 kilometer (Km) dari Jalan lintas Bangkinang-Pasirpangaraian yang sudah diaspal.

Meski demikian, desa ini masih memiliki berbagai keindahan alam tersendiri.

Di sana terdapat objek wisata yang bernama Menggapai Matahari di Puncak Ranah . 

Tempatnya berjarak antara 5 Km sampai 6 Km dari base camp Komunitas Pecinta Alam (KPA) Koto Ranah .

Bukan hanya keindahan alam saja, penduduk yang sebagian besar hidup dari sektor perkebunan ini masih terlihat menjunjung adat kebiasaan yang kental sebagai warisan dari leluhur.

BACA JUGA :

Bertualang ke Lorong Batu Belah Kecamatan Batang Cenaku, Rahasia Keindahan Hutan Alami Inhu

Mini Grand Canyon, Kawasan Bukit Kapur di Air Hitam Pekanbaru yang Menakjubkan

Hal ini terbukti dengan masih adanya ogong keramat yang dipakai sekali dalam satu tahun pada waktu hari raya Idul Fitri, melalui prosesi adat.

Bahkan, meriam kecil yang disebut lelo masih dapat diledakkan menggunakan mesiu.

Hal ini memperkuat bukti Kampung Koto Ranah berdiri dan ada sejak lama.

Apalagi ditambah dengan ditemukannya sebuah naskah kuno tulisan tangan seorang alim dengan aksara Arab Melayu .

Tulisan di atas kertas bahan Eropa itu diperkirakan berusia sekira tiga abad.

Konon, naskah kuno tersebut ditulis oleh H Janggut di Mekkah yang tersimpan secara turun temurun.

BACA JUGA :

Manfaatkan Cuti Kerja, Komunitas Awan Senja Adventure Rutin Berpetualang ke Alam Bebas

Kisah Junaidi, Selamatkan Kampung Dari Abrasi Hingga Ciptakan Ekowisata Mangrove Sungai Rawa

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved