Komunitas

Manfaatkan Cuti Kerja, Komunitas Awan Senja Adventure Rutin Berpetualang ke Alam Bebas

Demi hobi, Komunitas Awan Senja Adventure harus pintar-pintar mencari waktu dan mencocokkan jadwal satu sama lain

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Istimewa
Komunitas Awan Senja Adventure (ASA) di Gunung Merapi Sumatera Barat 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Cuti maupun libur sering dimanfaatkan anak muda ini untuk berpetualang.

Hobi mereka tetap disalurkan di tengah kesibukan dan rutinitas yang padat.

Demi hobi, mereka harus pintar-pintar cari waktu dan mencocokkan jadwal satu sama lain.

Masalah waktu memang menjadi hal tersulit bagi Komunitas Awan Senja Adventure (ASA).

Mereka mengisi waktu senggang dengan berpetualang, fokusnya mendaki gunung .

Bagi anggota yang berstatus pekerja, mereka memanfaatkan cuti dan waktu libur (off) untuk berpetualang.

BACA JUGA :

Hampir Terlupakan, Sholawat Laut Indonesia Bangkitkan Tradisi Belo Kampung Lewat Sholawat Berhayut

Enaknya, Mi Jagoan Bang Skuy Hadirkan Kombinasi Pangsit dan Mie Ayam yang Menggugah Selera

Rahmat, seorang karyawan swasta, merupakan seorang pendiri Komunitas Awan Senja Adventure .

Dijelaskannya, ASA terbentuk pada 2016 silam. Awal dibentuk ASA masih bernama Matahari Adventure.

Kemudian berubah nama menjadi ASA pada 20 Maret 2017.

"Waktu terbentuk, kita ngumpul rata-rata karyawan department store," ungkap Rahmat.

Pria 25 tahun asal Payakumbuh, Sumatera Barat ini mengatakan, pembentukan ASA memang diinisiasi oleh para pekerja di salah satu department store terkemuka.

Anggota ASA foto bersama di Teluk Jering Kabupaten Kampar
Anggota Komunitas Awan Senja Adventure (ASA) foto bersama di Teluk Jering Kabupaten Kampar (Istimewa)

Rahmat mengatakan, pembentukan ASA bertujuan sebagai wadah bagi pekerja yang sama-sama memiliki hobi berpetualang.

Kala itu, inisiator mengundang pekerja yang berjiwa petualang untuk bergabung.

Menurut Rahmat, alasan pembentukan komunitas ini untuk mewadahi pecinta alam di luar kampus.

Bagi mahasiswa, kata dia, organisasi pecinta alam telah tersedia di kampus.

BACA JUGA :

Enaknya, Mi Jagoan Bang Skuy Hadirkan Kombinasi Pangsit dan Mie Ayam yang Menggugah Selera

Jalan Setapak di Bandar Bakau Dumai Banyak yang Rusak, Destinasi Wisata itu Ditutup Untuk Umum

"Kalau mahasiswa, ada wadah pecinta alam. Kalau pekerja nggak ada," kata Rahmat.

Pembentukan komunitas ini juga untuk menghimpun pekerja agar berpetualang lebih ramai.

"Kalau cuma dua orang, agak canggung. Kalau ramai-ramai kan, asyik," ujarnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved