Kota Pekanbaru

Bayar Denda Hingga Bersihkan Parit, Ini Hukumannya Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan di Pekanbaru

Tim Yustisi akan turun ke lapangan melakukan penindakan bagi yang melanggar Perwako .

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Petugas Kepolisian dari Polresta Pekanbaru melakukan pemeriksaan kendaraan dan masker di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru, Minggu (26/4/2020). 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Mulai besok (21/10/2020) Tim Yustisi Penegakan Hukum Perwako 130 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Walikota Pekanbaru Nomor 104 Tahun 2020, tentang Pedoman Perilaku Hidup Baru Masyarakat (PHB) Produktif dan Aman Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 di Kota Pekanbaru turun ke lapangan melakukan penindakan bagi yang melanggar Perwako .

Penindakan akan dilakukan di 12 titik atau 12 Kecamatan yang ada di Pekanbaru. Penindakan itu dilakukan untuk masyarakat yang tidak menerapkan atau melanggar 4M  (menggunakan masker , menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan ) dan mencegah masyarakat terpapar Covid-19 .  

BACA JUGA :

Gramedia Mal Pekanbaru Gelar Gramedia Healthy Fair, Ada Special Price Alat Olahraga dan Musik

Fenomena La Nina Terjadi di Sebagian Wilayah Indonesia, Ini Dampaknya di Provinsi Riau

Plt Kasatpol PP Kota Pekanbaru Burhan Gurning mengatakan, penindakan yang dilakukan dengan berpatroli.

"Sasaran kita jalan raya, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, kuliner, perkantoran dan rumah ibadah," ujar Gurning, Selasa (20/10/2020).

Bagi yang melanggar tegas Gurning akan dikenai sanksi Rp 250 ribu sampai Rp 1 juta atau kerja sosial.

"Tapi untuk kerja sosial lebih kita tingkatkan lagi yakni 8 jam dan tidak seperti sebelumnya," ucapnya.

Sanksi untuk kerja sosial jelas Gurning, membersihkan parit dan tidak menyapu jalan lagi. "Hal ini kita lakukan agar lebih menggigit dan masyarakat jera untuk tidak mematuhi Protokol Kesehatan dan menerapkan 4M," ungkap Gurning.

BACA JUGA :

Warung Kopi Pak Itam Reborn Hadir dengan Suasana Baru, Konsumen Bisa Pesan Makanan Langsung Dari HP

Walikota Pekanbaru Tegaskan Belum Berencana Terapkan PSBB Kembali

Saat ditanya apakah Perwako 130/2020 tentang PHB tidak perlu disosialisasikan? Perwako 130/2020 sudah lama diterapkan dan ini hanya lanjutannya. "Jadi dengan Perwako ini penindakan yang kita lakukan lebih tegas lagi," ujar Gurning.

Untuk penerapannya, Tim Yustisi ada yang turun ke jalan, ke pusat perbelanjaan, pasar tradisional, kuliner, perkantoran dan rumah ibadah.

"Dalam penindakan itu sasaran kita masyarakat yang tidak pakai masker dan berkumpul atau tidak menjaga jarak," ucap Gurning.

 Jika kedapatan akan langsung dilakukan penindakan. "Sanksi yang kita berikan tergantung pelanggar, mau bayar denda atau kerja sosial," ungkap Gurning. 

BACA JUGA :

ACT Riau Luncurkan Gerakan Bangkit Bangsaku! Gaungkan Semangat Kedermawanan di Tengah Keterpurukan

Pelindo 1 dan PFI Medan Ngobrol Bareng Jurnalis, Bahas Layanan dan Kiat Jurnalis Foto Masa Pandemi.

Bagi pelanggar yang memilih kerja sosial langsung diterapkan setelah pelanggar didata. "Hal ini harus terus kita tekan agar masyarakat peduli dan mematuhi protokol kesehatan, karena saat ini Pekanbaru nomor urut 5 kok tidak takut kita dengan ini," ujar Gurning. 

Oleh karena itu masing-masing kecamatan membuat skedul dan jadwalnya.

"Kemudian mereka yang mengatur kapan turun baik itu di jalan, perkantoran atau rumah ibadah," ucap Gurning.

Diharapkan dengan adanya ini masyarakat dapat merespon dengan menjaga diri sendiri, daerah dan bangsanya sehingga jumlah orang positif Covid-19 di Pekanbaru terus menurun. 

Perwako 130 Tahun 2020 Tentang Penerapan Perilaku Hidup Baru Masyarakat ini pengganti dari PSBM yang diterapkan Pemko Pekanbaru, karena PSBM sudah dicabut atau tidak dilanjuti.

BACA JUGA :

Berlabuh di Pekanbaru, Rumah Sakit Apung Nusa Waluya II Bakal Beroperasi Pada 26 Oktober 2020

Tabrak Truk Tronton, Dua Orang Meninggal di Tol Pekanbaru-Dumai

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved