Dampak Virus Corona di Riau

Batasi Keluar Masuk Orang Saat Libur Panjang, Pos Pemeriksaan di Perbatasan Riau Kembali Diaktifkan

Pemprov Riau mengaktifkan kembali pos check point di pintu masuk perbatasan Riau dengan provinsi tetangga untuk mencegah penyebaran Covid-19

Istimewa
Petugas gabungan di posko pemantauan Covid-19 Kabupaten Pelalawan mengecek setiap kendaraan yang keluar dan masuk serta mengukur suhu tubuh pengendara 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan sejumlah upaya untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang muncul akibat libur panjang akhir Oktober ini.

Di antaranya adalah dengan mengaktifkan kembali posko pemeriksaan atau pos check point di pintu masuk perbatasan Riau dengan provinsi tetangga.

Posko pemeriksaan akan didirikan di sejumlah titik. Yaitu di perbatasan Riau - Sumbar, Riau - Sumut dan Riau Jambi.

Pada setiap pos check point ini nantinya akan ditempatkan petugas gabungan, termasuk dari dinas kesehatan untuk mengecek kondisi kesehatan seseorang yang masuk dan keluar dari Riau.

BACA JUGA :

Usia Muda Paling Banyak Terpapar Covid-19 di Riau, Ahli Epidemiologi Ini Ungkap Penyebabnya

Dinas Perhubungan Akan Buat Jalur Sepeda di 12 Kecamatan di Kota Pekanbaru

“Di perbatasan Riau, Sumatra Utara, Jambi, Sumbar nanti akan ada pos lagi didirikan. Ini dalam rangka antisipasi nanti orang keluar masuk, supaya kita bisa deteksi siapa yang keluar Riau, siapa yang masuk Riau. Ini akan kita buat lagi seperti itu,” kata Gubernur Riau Syamsuar , Jumat (23/10/2020).

"Untuk mengantisipasi masuknya orang dari luar Riau pada saat libur nanti, pemerintah kabupaten kota saya minta juga harus ikut mengawasinya," katanya.

Dilanjutkan Syamsuar, bagi orang yang masuk ke Riau dimasa pandemi Covid-19 ini, peran RT/RW kembali diminta untuk mendata orang yang masuk ke daerahnya.

Agar bisa tahu dari mana asal orang yang masuk, apakah dari provinsi yang masih hitam, merah atau hijau kondisi Covid-19 nya.

BACA JUGA :

Bayar Denda Hingga Bersihkan Parit, Ini Hukumannya Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan di Pekanbaru

FOTO : Tim Yustisi Hukum Pelanggar Protokol Kesehatan saat Penertiban di Jalan Sudirman Pekanbaru

“Perlu lagi buat orang dalam pemantauan, agar bisa memastikan kondisi kesehatannya. RT/RW juga berperan lagi dalam mendata orang yang masuk, sehingga nantinya kita tahu apakah orang ini masuknya dari zona hitam, merah atau hijau. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” katanya lagi.

Syamsuar, mengimbau kepada seluruh masyarakat Riau untuk tidak keluar kota selama masa libur tiga hari pada akhir bulan ini, yakni tanggal 28-30 Oktober 2020.

Hal ini mengingat meningkatnya penyebaran Covid-19 di Riau yang terjadi usai libur lebaran dan libur akhir pekan selama tiga hari, dua bulan lalu.

“Dalam Bulan Oktober akan ada libur beberapa hari, jangan keluar kota. Mengingatkan terjadi lonjakan tinggi kasus positif Covid-19 pasca libur panjang.

Kami berharap kalau tak perlu tak usah keluar kota. Saya kalau tak penting sekali tak keluar kota. Begitu juga staf saya kalau tak penting, tak saya izinkan keluar kota," ujar Gubri Syamsuar. 

Cegah Penyebaran Covid dengan Dispenser Sabun Cair Otomatis, Bisa Juga Diisi Hand Sanitizer

Dua Hotel di Pekanbaru Disiapkan Sebagai Alternatif Ruang Isolasi Bagi OTG Positif Covid-19

Penjualan Naik, Rest Area Tol Pekanbaru-Dumai Jadi Harapan Baru Pelaku UMKM di Tengah Pandemi Covid

Pekanbaru Zona Merah Covid-19, Mal SKA Perketat Protap Kesehatan dengan Patroli Sampai Tutup

Isolasi Pasien Positif Covid-19, Pemko Pekanbaru Siapkan Seribu Kamar Hotel

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved