Destinasi Wisata di Pekanbaru

Melihat Masjid Raya Pekanbaru, Warisan Sejarah Kesultanan Siak di Senapelan

Masjid Raya Pekanbaru merupakan salah satu masjid tertua di Kota Pekanbaru, Awalnya dibangun pada masa Kesultanan Siak

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Masjid Raya Pekanbaru merupakan salah satu masjid tertua di Kota Pekanbaru , tempat ibadah umat Islam ini merupakan sisa peninggalan Kesultanan Siak di Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Masjid Raya Senapelan atau Masjid Raya Pekanbaru merupakan salah satu masjid tertua di Kota Pekanbaru , tempat ibadah umat Islam ini merupakan sisa peninggalan Kesultanan Siak di Pekanbaru.

Masjid tersebut terletak di Jalan Masjid Raya, Kelurahan Kampung Bandar Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru

Masjid ini mulanya dibangun pada tahun 1762. Pada awal dibangun, masjid ini berukuran kecil dan terbuat dari kayu.

Setelah dilakukan revitalias besar-besaran, bangunan masjid menjadi lebih besar dan megah.

Masjid Raya Senapelan atau Masjid Raya Pekanbaru sebelum dan sesudah direvitalisasi
Masjid Raya Senapelan atau Masjid Raya Pekanbaru sebelum dan sesudah direvitalisasi (Dok Tribun Pekanbaru)

Rumah ibadah yang dulunya penuh dengan untaian sejarah berdirinya Kota Pekanbaru ini telah berubah bentuk. 

Meski demikian kawasan ini tetap dipadati oleh pengunjung yang ingin beribadah atau berwisata religi.

Saat ini, anda bisa melihatnya sebagai sebuah masjid megah didominasi warna kuning khas Melayu dan berkubah besar. Setelah direnovasi, ukuran masjid saat ini mencapai 60 x 80 meter.

BACA JUGA :

Mesin Pembuat Kopi Ariete Praktis Dioperasikan, Cocok untuk Para Penikmat Kopi

Mini Grand Canyon, Kawasan Bukit Kapur di Air Hitam Pekanbaru yang Menakjubkan

Selain menjadi masjid tertua di Kota Pekanbaru dan penuh dengan sejarah, Masjid Raya di Senapelan juga masjid yang unik.

Sebab, di dalam bangunan masjid yang didirikan pada masa Kerajaan Siak Sri Indrapura tersebut  terdapat enam menara.

Berwarna putih kombinasi hijau dan kuning emas, sekilas keenam menara tersebut tampak seperti tiang penyangga bangunan.

Namun, menara-menara tersebut menjulang selayaknya menara yang dibangun di luar bangunan seperti pada masjid pada umumnya.

Keenam menara yang berada di dalam bangunan masjid sebenarnya adalah tiang asli dari bangunan lama Masjid Raya Pekanbaru.

BACA JUGA :

Tujuh Bulan Tidak Beroperasi Akibat Covid-19, Travel Haji dan Umrah di Pekanbaru Kini Kembali Buka

Berlaku 2 November 2020, Ini Rincian Tarif Tol Pekanbaru-Dumai

Pasca direvitalisasi pada 2009 lalu, sebagian besar kontruksi asli masjid dirubuhkan.

Selain tiang, bangunan masjid yang masih dipertahankan yaitu pintu gerbang.

Namun, tiang-tiang asli masjid peninggalan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah di abad ke-18 sebenarnya ada 26 tiang yang dipertahankan pada saat dilakukan revitalisasi saat itu, untuk mempertahankan untaian sejarahnya.

Sedangkan 6 tiang yang saat ini berupa menara, sebelum direvitalisasi merupakan tiang penyangga tengah masjid atau soko guru bangunan.

BACA JUGA :

FOTO : Mengecat Gerbang Masjid Raya Pekanbaru yang Bersejarah

Dibangun 100 Tahun Lalu, Masjid Jami Arruhama Kepulauan Meranti Miliki 9 Pintu Perlambang Wali Songo

Pekerja tengah mengecat tulisan kaligrafi pada pintu gerbang Masjid Raya di Senapelan Pekanbaru, Minggu (13/9/2020).
Pekerja tengah mengecat tulisan kaligrafi pada pintu gerbang Masjid Raya di Senapelan Pekanbaru, Minggu (13/9/2020). (tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky)

Agar tampak indah, keenam tiang tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi menara, lengkap dengan kubahnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved