Destinasi Wisata di Siak

Istana Siak Kembali Dibuka Untuk Umum, Ini Ketentuan yang Harus Diikuti Pengunjung

Setelah berbulan-bulan pintu Istana Siak di Kabupaten Siak digembok karena pandemi Covid-19, akhirnya destinasi wisata andalan ini dibuka kembali

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
tribunpekanbarutravel.com/Theo Rizky
Berbagai peninggalan sejarah dapat ditemui di Istana Siak 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, SIAK - Setelah berbulan-bulan pintu Istana Siak di Kabupaten Siak digembok karena pandemi Covid-19 ,

Akhirnya destinasi wisata andalan ini dibuka kembali sejak Sabtu (14/11/2020) lalu. Pemerintah Kabupaten Siak sudah mempersiapkan petugas dan sarana tambahan untuk penyesuaian dengan tuntutan new normal .

Sejumlah fasilitas cuci tangan yang lengkap dengan sabunnya di depan konter tiket disediakan, dalam pagar istana dan di pintu keluar.

Sejumlah baliho himbauan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan juga dipasang di beberapa titik strategis.

Kasi Destinasi Dinas Pariwisata Siak Efendi mengatakan bahwa kawasan Istana Siak juga sudah telah disemprot dengan cairan disinfektan sedari pagi,

thermo gun, alat pengukur suhu badan juga sudah ada lengkap dengan petugas -petugasnya.

BACA JUGA :

Gubri Syamsuar Sebut Pulau Rupat Jadi Andalan Pariwisata Riau, Ini Yang Perlu Dibenahi

Cocok Dijadikan Oleh-oleh, Songket di Rumah Tenun Wan Atiqa Dumai Eksis Pertahankan Budaya Melayu

Tidak hanya Istana Siak , lokasi bagi pedagang kaki lima kembali diatur. Seiring dengan dibukanya istana Siak para pedagang di sekitaran lokasi pun disuruh kembali berdadang.

"Agar ekonomi masyarakat kita ini pulih kembali," kata Effendi.

Istana Siak itu bernama Istana Asserayah Alhasyimiah atau istana Matahari Timur. Istana kebanggakan puak Melayu Riau ini mulai dibangun pada 1889 dan digunakan pada 1893.

Tingginya nilai sejarah istana itu membuat keberuntungan yang melimpah ruah bagi Pemkab Siak .

Karena dilanda Covid-19 , maka Pemkab Siak menutup istana ini untuk umum pada April 2020 lalu.

Melihat data pasien Covid-19 yang tidak terlalu banyak pasca-PSBB, Juni 2020 lalu istana ssmpat dibuka untuk beberapa hari.

BACA JUGA :

Kisah Meriam Buntung di Istana Siak, Dicuri, Dipotong, Hingga Diselamatkan Dari Kapal Karam

Meja Bersejarah di Istana Siak, Dibuat Dari Kayu Jati Oleh Pengrajin Asal Jepara Tahun 1890

Namun data Satgas Covid-19 menunjukkan angka penderita Covid-19 naik tajam, terutama dari perusahaan swasta di Tualang, maka Bupati Siak kala itu Alfedri mengambil kebijakan untuk menutup sementara Istana Siak dan destinasi wisata lainnya. 

"Waktu itu tuntutannya memang demikian, agar tidak terjadi penumpukan orang yang menyebabkan klaster baru di sektor wisata. Pilihan terbaiknya waktu itu memang objek wisata seluruhnya ditutup," kata Asisten I Setdakab Siak L Budhi Yuwono beberapa waktu lalu.

Setelah adanya kebijakan itu, grafik data pasien Covid-19 secara keseluruhan di Riau dan kabupaten Siak memang meningkat.

Akhir-akhir ini data melandai dan jumlah pasien yang sembuh jauh lebih meningkat. 

"Artinya ada tren positif untuk nasib kepariwisataan kita. Selain itu demi berjalannya ekonomi kerakyatan yang benar-benar lesu sejak destinasi kita tutup," kata Budhi.

BACA JUGA :

Mengejutkan, Bekas Bangunan Dari Abad ke-14 Ditemukan di Dekat Makam Datuk Gigi Putih Bengkalis

Melihat Masjid Raya Pekanbaru, Warisan Sejarah Kesultanan Siak di Senapelan

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved