Gizi Ibu Tentukan Kualitas Bayi yang Akan Dilahirkan

Status gizi dan kesehatan ibu dan anak menjadi penentu kualitas sumber daya manusia.

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Istimewa
Kegiatan sosialisasi Mencegah Stunting Melalui Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dilaksanakan BKKBN Provinsi Riau di Sekretariat Ayah Hebat, yang diikuti oleh puluhan warga Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Jumat (20/11/2020). 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Status gizi dan kesehatan ibu dan anak menjadi penentu kualitas sumber daya manusia.

Semakin jelas dengan adanya bukti bahwa status gizi dan kesehatan ibu pada masa pra-hamil, saat kehamilannya dan saat menyusui merupakan periode yang sangat kritis. 

Hal ini disampaikan oleh Kasubbid Bina Keluarga Balita, Anak dan Ketahanan Keluarga Lansia (BKBAKKL), Dr Alti Idah Anugrah, Perwakilan BKKBN Provinsi Riau , dalam kegiatan sosialisasi Mencegah Stunting Melalui Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dilaksanakan di Sekretariat Ayah Hebat dan diikuti oleh puluhan warga Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Jumat (20/11/2020) lalu.

Pada acara itu, Dr Alti mengatakan, jika dihitung dari sejak hari pertama kehamilan, kelahiran bayi sampai anak usia 2 tahun, maka periode ini merupakan periode 1000 hari pertama kehidupan manusia. 

BACA JUGA :

Balai Anak Rumbai Kembangkan Art Therapy, Tumbuhkan Kewirausahaan bagi Penerima Layanan

Awet Muda dari Dalam Diri, Meningkatkan Kualitas Hidup dengan Konsep Anti Aging

"Periode ini telah dibuktikan secara ilmiah merupakan periode yang menentukan kualitas kehidupan. Oleh karena itu periode ini ada yang menyebutnya sebagai periode emas atau periode kritis, dan Bank Dunia (2006) menyebutnya sebagai window of opportunity," kata Alti dalam menyampaikan materinya. 

Ia menambahkan, walaupun remaja putri secara eksplisit tidak disebutkan dalam 1000 HPK, namun status gizi remaja putri atau pranikah memiliki kontribusi besar pada kesehatan dan keselamatan kehamilan dan kelahiran, apabila remaja putri menjadi ibu. 

"Sedangkan pada periode seribu hari, yaitu 270 hari selama kehamilannya dan 730 hari pada kehidupan pertama bayi yang dilahirkannya, merupakan periode yang sensitif karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi," ulasnya. 

BACA JUGA :

Bikin Wajah Imut Dengan Make Up Barbie Look Ala MUA Nuna Noyi

Praktis Membuat Minuman Soda Sehat dengan Drinkmate Soda Maker

Ia juga mengatakan, pertumbuhan dan perkembangan otak sudah terjadi sejak masa janin, dimulai pada hari ke 16 kehamilan. Mulai usia 8 minggu kehamilan terjadi produksi sel saraf yg sangat luar biasa cepat, 250 ribu per detik. 

"Sejak itu pertumbuhan dan perkembangan otak sangat cepat sekali terutama di trimester ketiga kehamilan umur dua tahun. Proses perkembangan otak manusia 90 persen terjadi pada umur 5 tahun pertama, golden periode atau masa keemasan, juga disebut periode kritis," jelasnya. 

Setelah lahir, fase perkembangan otak yang dialami si kecil adalah pembentukan cabang-cabang dan sambungan antara bermilyar-milyar sel saraf yang sudah terbentuk dan proses pematangan fungsi fungsi bagian otak seperti mengontrol gerak tubuh, berpikir dan berpersepsi.

"Hal yang harus dipersiapakan dalam proses ini adalah asupan nutrisi yang baik dan lingkungan yang kondusif untuk menstimulasi kerja otak agar optimal," tuturnya. 

Keren! Masyarakat di Bengkalis Gunakan CCTV dan Drone Pantau Program Mangrove

Cocok Dijadikan Oleh-oleh, Songket di Rumah Tenun Wan Atiqa Dumai Eksis Pertahankan Budaya Melayu

Lebih Aman, Pengendara Bisa Lihat Pesan Masuk dari Spidometer Yamaha All New Aerox 155 Connected

Sikat Gigi Makin Sempurna dengan Alat Aquapick Oral Irrigator

Cegah Penularan Covid, Bandara SSK II Pekanbaru Terapkan Konsep Biosecurity Management

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved