Kuliner di Pekanbaru

Mencicipi Cita Rasa Khas Sambal Tradisional yang Masih Jadi Primadona di Rumah Makan Sambel Lesung

Sambal yang diolah secara tradisional akan menghadirkan cita rasa khas di Rumah Makan Sambel Lesung Pekanbaru

Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
Dok Tribun Pekanbaru
Sambel yang ditumbuk dalam lesung di Rumah Makan Sambel Lesung, Jalan Manyar Sakti, Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Sambal merupakan unsur penting dalam makanan. Sambal yang diolah secara tradisional masih menjadi primadona.

Berbagai cara dan campuran dilakukan para penikmat sambal untuk menghasilkan rasa yang enak di lidah.

Satu di antaranya dengan cara ditumbuk dalam lesung. Sambal yang diolah secara tradisional akan menghadirkan cita rasa khas.

Hal inilah yang menjadi ciri khas Rumah Makan Sambel Lesung di Jalan Manyar Sakti, Gang Merpati, kawasan Panam, Pekanbaru.

Pemiliknya, Khairudin Aspahani menggunakan lesung menumbuk sambal untuk dihidangkan kepada pengunjung restoran.

Sesuai dengan nama restorannya, Sambel Lesung merupakan penyedap yang menjadi daya tarik pengunjung.

BACA JUGA :

Eglo Up 2 Lampu Lantai Hadir dengan Desain Trendi

Ajo Ali Basar, Penjual Buah Keliling Legendaris Bersuara Keras di Pekanbaru

Udin, sapaan akrabnya, menggunakan lesung yang terbuat dari kayu pohon nangka. Ada tambahan rasa dari kayu Nangka menyerap ke dalam sambalnya.

"Kalau rasanya mungkin hampir sama dengan sambal yang diulek. Yang jelas jauh beda dari yang diblender," kata Udin beberapa waktu lalu

Selain menciptakan rasa khas, lesung kayu pohon nangka juga lebih tahan lama. Bisa dipakai antara 8 sampai 10 tahun.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved