Tayangkan Orang Pegang Rokok, KPID Riau Nilai Ada Pelanggaran Siaran Debat Kandidat di Bengkalis

Pelanggaran itu ada pada saat siaran langsung debat kandidat di Kabupaten Bengkalis yang diselenggarakan oleh KPU Daerah Kabupaten Bengkalis

Istimewa
Komisioner KPID Riau Bidang Pengawasan Program dan Isi Siaran , Widde Munadir Rosa (kanan). KPID Riau temukan pelanggaran P3SPS saat debat kandidat di kabupaten bengkalis. 

TRIBUNPEKANBARUTRAVEL.COM, PEKANBARU - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Riau menemukan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran ( P3SPS ) .

Dalam siaran pers yang diterima Tribunpekanbarutravel.com , Rabu (25/11/2020), pelanggaran itu ada pada saat siaran langsung debat kandidat di Kabupaten Bengkalis yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Bengkalis .

Pelaksanaan debat kandidat calon kepala daerah kabupaten bengkalis pada Minggu (22/11/20) lalu di Gedung Cik Puan Bengkalis Jalan Hangtuah dihadiri seluruh pasangan paslon beserta LO.

Agar acara debat kandidat dapat ditonton langsung masyarakat Kabupaten Bengkalis , ditujuk Lembaga Penyiaran Berlangganan UBTV sebagai penyelenggara debat dan disiarkan juga melalui LPB Dumai Mandiri Jaya, LPB Andalas Chavis serta di satelit Nine Media chanel 35.

BACA JUGA :

Berawal Dari Hobi, Fitri Buka Galeri Kaktus Beromzet Puluhan Juta Perbulan

Gaya Unik dan Tegas Hyundai All New Kona Electric

Menurut Komisioner KPID Riau Bidang Pengawasan Program dan Isi Siaran , Widde Munadir Rosa ,

pada saat siaran langsung yang dilaksanakan oleh Lembaga Penyiaran Berlangganan UBTV terdapat pelanggaran P3SPS, di sesi pertanyaan masyarakat kepada seorang kandidat Paslon menampilkan video pertanyaan seorang petani sedang mendedes pohon karet sambil memegang rokok tanpa di sensor .

Widde menjelaskan tayangan rokok yang tanpa sensor dan tayang dilayar kaca televisi merupakan sebuah pelanggaran P3SPS dalam Pedoman Perilaku Penyiaran ( P3 ) Pasal 18 : Lembaga penyiaran wajib tunduk pada ketentuan pelarangan dan/atau pembatasan program terkait muatan rokok, Napza ( Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif ) dan/atau minuman beralkohol.

Sementara pelanggaran di Standar Program Siaran SPS terdapat di Pasal 5 Poin K : Larangan dan pembatasan muatan rokok, Napza ( Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif ), dan minuman beralkohol.

BACA JUGA :

Gizi Ibu Tentukan Kualitas Bayi yang Akan Dilahirkan

Awet Muda dari Dalam Diri, Meningkatkan Kualitas Hidup dengan Konsep Anti Aging

Berdasarkan temuan ini untuk penetapan sanksi kepada lembaga penyiaran KPID Riau akan memutuskan dalam rapat pleno.

Widde berharap kepada seluruh lembaga penyiaran Televisi dan Radio sebelum menayangkan program siaran kepada maayarakat harus dilakukan pengecekan materi siaran apalagi materi akan menjadi bahan materi saat live dan lembaga penyiaran Wajib patuh P3SPS.

Hal ini dilakukan agar temuan ini tidak terulang kembali, secara lisan KPID Riau sudah mengingatkan kepada lembaga penyiaran berlangganan UBTV agar teliti dalam setiap produksi program siaran.

Kpid Riau siap membantu KPUD di 9 kabupaten Kota se Provinsi Riau untuk mengkoreksi seluruh iklan paslon kepala daerah sebelum tayang di Lembaga penyiaran Televisi dan Radio agar tidak terdapat pelanggaran P3SPS.

Sikat Gigi Makin Sempurna dengan Alat Aquapick Oral Irrigator

Kemensos Melalui Balai Anak Rumbai Lakukan Respon Kasus Terhadap Bayi yang Dibuang Ibunya di Rohul

Ajo Ali Basar, Penjual Buah Keliling Legendaris Bersuara Keras di Pekanbaru

Dilirik Wisatawan Asing, Ratatia Rattan Handmade Kembangkan Kerajinan Rotan Kreatif di Pekanbaru

Ikuti kami di
Penulis: Theo Rizky
Editor: Theo Rizky
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved